Sore ini Hoseok masih belum pulang ke rumah. Dari siang dia sudah pergi ke rawa, izinnya pada Jungkook adalah dia ingin menangkap ikan dan mengadakan pesta kecil-kecilan dengan membuat ikan bakar. Jungkook tentu senang karena salah satu menu favorit Jungkook adalah ikan bakar madu.
Guk Guk
Mickey menggonggong tak hentinya saat Jungkook keluar dengan menenteng makanannya. Dirinya tentu sudah membalut tubuhnya dengan jaket tebal dan syal karena cuaca diluar sangatlah dingin.
Jungkook mencuri waktu untuk keluar dan melihat udara segar mumpung Hoseok tidak ada dirumah. Bila Hoseok dirumah, mana mungkin Jungkook boleh keluar. Hoseok orang yang sangat protektif dan Jungkook tahu itu. Dia akan kena omel dan berakhir mengurung Jungkook di rumah. Itu demi kesehatan Jungkook, pikir Hoseok.
Guk Guk Guk
"Wah kau lapar ya? Ini makanlah." Seru Jungkook seraya menyodorkan tempat makan Mickey yang dipenuhi dengan makanan basah. Mickey langsung melahapnya dengan rakus. Entah sudah sejak kapan Mickey tidak diberi makanan basah.
Mickey mengibas-ngibaskan ekor panjangnya. Jungkook yang gemas langsung mengusak bulu kepalanya. Mickey menghentikan makannya dan mengendus wajah Jungkook. Jungkook membalas menciumi wajah Mickey dengan brutal.
Tak selang beberapa lama, siluet Hoseok terlihat dari kejauhan.
"Aigoo Jungkook-ah. Hyung kan sudah bilang jangan keluar, udaranya sangat dingin. Hyung tidak mau kau masuk angin lagi. Cepat masuk." Tegur Hoseok. Tetapi sepertinya Jungkook mengabaikan musim dingin kali ini yang sebentar lagi tiba.
"Hyung, aku sudah memakai jaket tebal dan syal. Kau lihat kan, aku tidak kedinginan hyung." Bela Jungkook yang sudah memanyunkan bibirnya kedepan.
"Sudah mulai membantah ya? Mau hyung gelitiki lagi biar kau mau masuk?" Seringai ngeri Hoseok membuat Jungkook bergidik. Hoseok sudah bersiap untuk menggelitiki pinggang Jungkook. Seketika Jungkook teringat jari lentik Hoseok lebih menggelikan dibanding ekor cicak.
Jungkook segera berlari, namun bukan kedalam rumah, melainkan semakin menjauh dari rumah. Hoseok lantas mengejar. Dengan tentengan ikan beberapa ekor di tangannya dia berlari mendekati Jungkook yang sudah sangat jauh dari keberadaannya.
"Yak Jungkook-ah. Berhentilah. Jangan lari-lari. Nanti kau capek."
Namun Jungkook seolah tak mendengar. Dia terus berlari menghindar dari Hoseok.
"Ayo hyung kejar aku. Masak baru segitu saja sudah nyerah." Jungkook bersedekap sambil memandang Hoseok yang jaraknya sangat jauh darinya dan sudah membungkuk kelelahan.
Hoseok kembali berlari mengejar Jungkook. Kini Jungkook bertambah menyebalkan, dia meledek Hoseok dengan menggerakkan pantatnya lalu menjulurkan mulutnya dengan tangan disamping telinga.
"Awas ya kau. Tidak hyung kasih ikan bakar madu nanti."
Seketika mata Jungkook berbinar. Dia menghentikan langkahnya dan mulai mendekat.
"Mauuuuu..." Rengek Jungkook seraya berlari mendekati Hoseok. Hoseok berubah bersikap pura-pura sombong.
"Kalau mau, minta maaf dulu sama hyung." Hoseok beracak pinggang. Sementara Jungkook sudah memasang wajah kesal.
"Mianhae hyungnim." Ucap Jungkook malas seraya mengatupkan kedua telapak tangannya dan menggosok-gosoknya. Hoseok terkekeh. Dia mengusak surai Jungkook yang kembali menjadi anak penurut.
"Anak manis"
Merekapun berjalan bersama ke rumah dan membersihkan diri.
Setelah selesai membersihkan diri masing-masing, Hoseok dan Jungkook mulai mempersiapkan menu makan malam. Mereka akan membuat ikan bakar madu kesukaan Jungkook dari hasil tangkap Hoseok. Hoseok sang kakak bertugas membuat bara api dan meracik bumbu, sedangkan Jungkook menyisik ikan dan mencucinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
5 Years Ago
FanfictionTiga dokter muda tengah mengabdi disebuah desa terpencil, terdalam, dan terpelosok jauh di daerah Busan dekat pegunungan. Mereka adalah Kim Seokjin, Min Yoongi, dan Park Jimin. Mereka tak menyangka berkat pengabdian mereka disana menjadi sebuah benc...
