19 - TUJUAN

937 129 18
                                    

Selli menumpu tubuhnya di atas wastafel. Rasanya seperti ada yang sesak ketika Juna benar-benar pergi darinya. Ia tau, ia harus menerima resiko dari pilihan yang ia buat, tapi rasa sesak itu tetap ada dan akan sulit untuk hilang.

Ia melihat postingan Juna. Sebelum lelaki itu menghapusnya satu jam kemudian. Jadi dengan kata lain, mereka sama-sama mengorbankan perasaan disini.

Selli segera menghapus airmatanya begitu Nathan keluar dari dalam kamar. Lelaki itu nampak sedikit sempoyongan sambil mengusap wajahnya kasar.

"Did you sleep well?" Tanya Selli sambil memberikan segelas air minum pada Nathan.

Nathan mengerutkan dahinya, namun tetap menerima gelas dari Selli dan menenggaknya hingga habis.

"Kok disini?" Tanyanya akhirnya.

"Orang-orang pada kuliah. Which is ga ada yang ngehibur lo. So here I am, your vitamin~" ucap Selli sambil tersenyum.

Tangan Nathan mengacak-acak rambut Selli "You aren't. Vitamin harusnya ga nangis"

Selli menggembungkan pipinya

"Nangisin apa?"

"... Lo" jawab Selli yang berbohong demi kebaikan. Entah kebaikan siapa.

"Ngapain nangisin gue? Gue belom mati" ucap Nathan datar.

"Ck! Gue tuh ga suka ya liat lo kayak gini! Gue ikutan sedih liatnya" decak Selli sambil menangkup dua pipi Nathan.

Kemudian Nathan melihat baju yang dipakai gadis itu "That's mine... Isn't it?"

Selli ikutan melihat ke arah bajunya "Oh iya, gue tadi mandi, tapi ga bawa baju, dan berhubung baju-baju gue yang ada di lo ga tau dimana, jadi gue asal ngambil. Is it okay?"

"Just take it. It suits you. Emang gue pernah marah kalo lo pake barang gue tanpa izin?" Tanya Nathan balik

"Engga" ucap Selli "—kalo gitu gue mau abisin saldo gopay lo boleh ga?"

Nathan mengeluarkan ponselnya yang masih mati dari semalam "Cuma lo yang gue izinin buat ga tau diri, Sel. Orang lain mana pernah?"

"Hehehe thank youuuu" ucap Selli sambil mengambil ponsel Nathan dan menyalakannya.

"Gue mandi ya. Abisin aja saldonya. Nanti gue top up" ucap Nathan sambil membalikan tubuhnya dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

Selli membuka password handphone Nathan yang belum berubah. Tanggal dia mengadopsi Bongshik. Nathan itu lebih bucin ke Bongshik daripada ke Selli. Ngomong-ngomong kucing Nathan ada di rumah Tante Jes. Ditaruh di ruangan khusus untuk bermain.

Tetapi saat ia mengetikkan password itu, penampakkan keyboard Nathan membuat dahinya berkerut secara otomatis.

Tetapi saat ia mengetikkan password itu, penampakkan keyboard Nathan membuat dahinya berkerut secara otomatis

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ethereal | Ineffable vol.2 [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang