H-3
"Kita sebenernya mau kemana sih?" Tanya Juna sambil menoleh pada Selli yang masih asik scrolling twitter.
Selli menatap kekasihnya itu dan tersenyum "Jalan-jalan kan?"
"Ya iya tau jalan-jalan... Tapi kemana? Masa ga ada tujuannya?" Tanya Juna sambil memberengut.
"Ga usah gitu mukanya. Gemes." Selli mencubit pipi Juna hingga sedikit membuat lelaki itu hilang fokus.
Mereka sudah berjalan selama kurang lebih satu jam, kalau dari rutenya sih Juna kira tujuannya pasti ke Jakarta. Tapi masalahnya, Jakarta itu ga sesempit itu cuy!
Dari tadi dia cuma ikutin arahannya Selli, tapi ga tau mau dibawa kemana.
"Ini lo ga mau nyulik gue kan?" Tanya Juna curiga.
"Spekulasi di otak lo ga bisa lebih thriller lagi Jun?" Tanya Selli kesal.
"Ya siapa tau gitu lo terobsesi sama gue." Juna mengerdikkan bahunya dan langsung mendapat jitakkan di kepala.
"Otak loooooo!"
Benar tebakan Juna, Selli mengarahkan mereka menuju ke Jakarta. Tempat tinggal mereka dulu.
"Bentar bentar... Ini kita mau ke..."
"Iya" jawab Selli sambil tersenyum "Ke sekolah"
Juna mengerutkan dahinya "Ini lo ga impulsif kan?"
"Ya engga lahh... Gue kangen aja suasana sekolah. Emang lo ga kangen? Eh, lupa, lo udah pernah ke sekolah kan ya? Terus ketemu Kak Cesil tersayang" sindir Selli dengan kedua lengan yang terlipat di depan dada.
Juna memutar bola matanya "Demen banget bahas gituan"
"Kak Cesil cantik ya Jun?" Goda Selli.
"Cantik lah"
"Cantikan mana sama gue?"
Lelaki itu langsung memasang wajah datar. Ini namanya pertanyaan bunuh diri, jawab apapun pasti salah.
"Cantikan lo."
"Ih kok lama jawabnya? Mikir dulu? Oh, jadi sebenernya bagi lo kak Cesil tuh lebih cantik tapi lo ga berani bilang kan? Kan? Kan? Kan?" Tanya Selli dengan nada mengancam.
"Sel, mending lo bunuh gue aja deh" ucap Juna pasrah.
Selli tertawa terbahak-bahak mendengar penuturan Juna. Memang sih, kalau difikir-fikir pertanyaannya tadi agak menyebalkan.
Juna memarkirkan mobilnya di parkiran. Lalu ia keluar dan membukakan pintu untuk Selli.
Begitu Selli keluar, ia langsung melihat banyak perubahan setelah mereka lulus dari sekolah ini.
Juna tanpa ragu menggandeng tangan Selli melewati lorong yang sedang sepi. Mungkin para siswa sedang belajar. Tapi ada pula kelas yang tengah melakukan pelajaran olahraga di lapangan basket.
"Lu lebih suka suasana SMA atau kampus?" Tanya Selli sambil mendongak untuk menatap Juna.
Juna makin mendekatkan tubuh Selli padanya "Waktu SMA gue bikin lo nangis terus. Waktu kuliah lo juga ga ada di deket gue. Jadi kesimpulannya gue ga suka dua-duanya. Enakan jadi anak SD"
Selli mendecak "Dasar"
Tiba-tiba seorang perempuan berpakaian guru dengan pita di rambutnya keluar dari dalam kelas.
"Kak!" Panggil Juna reflek.
Cesil menoleh dan senyumnya langsung merekah "Haiiii! Kok kesini lagi?" gadis itu bahkan cipika-cipiki tanpa menyadari kehadiran Selli di sebelah Juna.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ethereal | Ineffable vol.2 [END]
General Fiction[Ineffable Universe Phase 1] [END] "Dari sini gw belajar, musuh lo bisa jadi temen lo, temen lo bisa jadi musuh lo, dan orang yang ada disisi lo sekarang, belum tentu jadi pendamping masa depan lo" -Abercio Arjuna Danendra from;13 Juli 2020
![Ethereal | Ineffable vol.2 [END]](https://img.wattpad.com/cover/232892578-64-k677704.jpg)