25 - "BAHAGIA"

1K 121 15
                                        

Selepas pulang bersama 3 temannya, Juna segera mengganti baju dan datang ke Starbucks sesuai permintaan Farra. Ia sempat ditanya-tanya beberapa hal oleh Genta, dan semuanya ia jawab dengan jujur apa adanya.

Begitu ia sampai di Starbucks, ternyata Farra benar-benar ada disana. Seorang diri dengan kacamata yang sepertinya berfungsi untuk menutupi matanya yang sembab.

Juna duduk di depan gadis itu sambil menerka-nerka apa tujuannya memanggilnya kesini.

"Udah lama?" Tanya Juna basa-basi.

Farra menggeleng "Pesen kopi dulu sana"

Juna menggeleng "Skip dulu deh."

"Ya udah pesen apa kek sana. Gue ga mau lo kesini ga minum apa-apa" ucap Farra sambil menunjuk tempat mengorder dengan dagunya.

Helaan nafas keluar dari mulut Juna dan ia langsung berdiri. Farra baru ingin mengeluarkan credit card nya sebelum Juna berbicara "Gue ga bakal ngizinin lo bayarin minuman gue."

Farra kembali memasukan credit cardnya karena malas berdebat.

Akhirnya Juna kembali dengan Americano beracunnya.

"Gue udah mikir berkali-kali. Tapi masih ga bisa nebak kenapa lo ngajakin ketemu. Seinget gue lo benci banget sama gue" ucap Juna sambil menyedot Americanonya.

"Emang"

Juna tersedak hingga terbatuk

"Lo tuh kebanyakan bergaul sama Revan sampe jujur banget mulutnya" protes Juna.

Mendengar nama Revan membuat mata Farra sedikit bergetar untuk sepersekian detik.

"Jadi lo ngajak gue ketemu buat apa?" Tanya Juna dengan gelas yang sudah berpindah ke atas meja.

"Gue yakin lo udah tau masalah gue sama Revan" ucap Farra sambil menyibakkan rambutnya ke belakang hingga membuat mata sembabnya terlihat seluruhnya.

Juna diam, dan Farra menganggap itu sebagai jawaban iya.

"Gue takut"

Jemari Farra mulai saling bertaut dan mengelupas kukunya sendiri. Sebagai orang yang mempelajari dunia psikologi, tentu Juna tau yang sedang dirasakan gadis ini.

Juna langsung memisahkan dua tangan Farra agar ia tidak terluka "Takut kenapa?" Tanya Juna dengan nada yang membuat siapa saja menjadi tenang.

"... Gue takut Shasha jadi kayak lo" ucap Farra yang membuat Juna mengerutkan dahinya.

"Maksudnya? Gue ga ngerti"

"Sama kayak lo yang tau masalah gue, gue juga tau soal masalah lo"

"....?"

"Tapi disini posisinya gue itu Nathan, Revan Sellinya dan Shashanya lo." Ucap Farra yang membuat Juna mulai paham masalah gadis ini.

Kemudian gadis itu menggeleng "Gue ga mau Revan milih gue karena kondisi gue lebih mengenaskan dibandingin Shasha"

"... Lo yakin bakal bahagia?" Tanya Juna mencoba membayangkan perempuan di depannya ini adalah Nathan.

Farra menunduk "maybe I'll feel hurt. Tapi kalau gue ngehalangin kebahagiaan mereka, gue malah jauh lebih ga bahagia"

Juna tersenyum lalu memakaikan topinya pada kepala Farra dan menepuknya beberapa kali untuk menyalurkan semangat.

"Lo perempuan baik, Far. Kalaupun lo ga ditakdirin buat sama gue, atau sama Revan, mungkin itu karena kita berdua ga pantes buat cewek sebaik lo." Ucap Juna masih dengan senyumnya.

Ethereal | Ineffable vol.2 [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang