"HAAAATTCCHIIMM!!!!"
Genta menyodorkan tissue yang baru ia beli pada lelaki itu.
"Mending pulang deh, Van. Daripada lo nularin satu kelas" ucap Genta entah sudah keberapa kali.
Revan menarik dua lembar tissue dan membersit ingusnya. Ia menyesal ketiduran di balkon sampai hujan-hujanan kemarin.
"Duh... Nanggung banget, Ta. Gue ga boleh absen matkul ini biar nilai gue perfect!" ucap Revan sambil menopang kepalanya yang berat.
"Ambisi lo ditahan dikit napa sih, Van! Lu tuh lagi sakit. Tar kalo lu mati gimana?" Tanya Genta kesal
"HAAATCHIMMM!!! Ga ada orang pilek sampe meninggal! Omongan lo tuh ga berdasar" balas Revan realistis.
Helaan nafas keluar dari mulut Genta. Disaat ia sedang bermasalah, tiga sahabatnya terus menemani dan menghiburnya. Tapi apa yang bisa ia lakukan saat ketiganya bermasalah sekarang?
"Apa gue jadi amuba aja ya? Membelah diri" Tanya Genta pada dirinya sendiri.
"Kalo lo bisa membelah diri, gue sama Lia ga bakal rebutan" sambar Fio dari arah samping.
Genta merotasikan bola matanya. Kenapa sih ni cewek ajaib banget? Begitu fikirnya.
"Gu—"
"Kalaupun Genta bisa membelah diri, dia juga ga mungkin mau sama lo" Balas Revan jutek.
Fio mendecak, lalu berpura-pura ingin melempar Revan dengan tempat pensilnya.
"Apa?!" Revan balik ingin melempar Fio dengan botol minumnya.
Genta yang berada di tengah langsung frustasi "UDAH WOIIIII! Kalo lo berdua lempar-lemparan yang kena malah gue!"
"Dia duluan tuh!" Adu Fio
"Jelas-jelas lu duluan yang ganjen, anj—"
"Heh! Mulutnya! Inget lo lagi ngomong sama cewek, Van" Genta menahan ucapan Revan.
"Cewek apanya?" gumam Revan.
Ting! Ting!
Revan melirik ponselnya dan jantungnya berdegup lebih kencang begitu membaca siapa pengirimnya
Shasha
Van
Sakit?
"GENTAAAAAA!!!!! PEGANGIN GUE!!" Ucap Revan sambil mencengkram tangan Genta kuat-kuat.
"Lu ngapa anjrit?!" Genta udah siaga satu takut Revan kesurupan.
Revan mengendalikan dirinya dan kembali untuk mengetikan balasan pesan untuk Shasha
Revan
Tau darimana?
Shasha
Yuqi
Lo kenapa teriak-teriak?
Revan langsung menatap sinis Yuqi "Lo ga usah ngasih tau semuanya juga kali, Qi!"
Yuqi tertawa dan mengangkat bahunya.
Revan
Ga ush dibahas -_-
Shasha
Aneh aneh aja 🙄
Gw tadinya mau ngajak ketemu
Tapi kayaknya kapan" aja deh
Revan
Gpp Sha
Bisa kok
Gw pilek doang bukan tifus
Shasha
Bucin!
KAMU SEDANG MEMBACA
Ethereal | Ineffable vol.2 [END]
General Fiction[Ineffable Universe Phase 1] [END] "Dari sini gw belajar, musuh lo bisa jadi temen lo, temen lo bisa jadi musuh lo, dan orang yang ada disisi lo sekarang, belum tentu jadi pendamping masa depan lo" -Abercio Arjuna Danendra from;13 Juli 2020
![Ethereal | Ineffable vol.2 [END]](https://img.wattpad.com/cover/232892578-64-k677704.jpg)