P.S Debut Mama Ellyana
///
Juna menatap hamparan rerumputan yang ada di depannya. Ia tidak tau sudah berapa lama ada di 'tempat' ini. Tapi yang jelas, ia juga tidak tau ia ada dimana.
Jika ia bilang ini surga, nyatanya ia tidak sebahagia itu berada disini. Ia justru merasa... Bingung? Ia seperti tidak tau arah tujuan. Tapi tempat ini juga tidak bisa dibilang sebagai neraka, karena kenyataannya tidak seperti neraka yang sering ia dengar.
Disaat ia sedang berdiam tanpa tau harus melakukan apa, sebuah suara yang terasa familiar menyambut telinganya.
"You shouldn't be here"
Juna mencari sumber suara tersebut, hingga ia menjumpai perempuan berkulit seputih salju dan rambut panjangnya yang selalu punya tempat khusus di lubuk hatinya.
"....Ra?"
Ketika perempuan itu tersenyum, Juna kehilangan kemampuannya untuk berbicara. Perempuan itu mendekat ke arahnya, dan berdiri tepat di hadapannya.
"Kenapa kamu bisa ada disini?" Tanya Lentera dengan wajah sedih.
Airmata mulai berkumpul di kedua pelupuk mata Juna. Tetapi yang bisa lelaki itu lakukan hanya menggeleng lemah.
Gadis itu memegang pipinya dan menampakkan wajah yang seolah menyesal melihat Juna ada di tempat yang tidak seharusnya.
"So... am I die?" Tanya Juna pelan dengan suara bergetar.
Lentera menggeleng "Belum. Tapi hampir. You have to go back to where you should be, as soon as possible."
Juna mencoba menarik kembali airmatanya agar tidak menetes "I can't... I don't know how to do it"
Gadis itu memandangnya teduh "Ga ada yang ga bisa kamu lakuin, Jun..." Lalu jemarinya mencoba menggandeng tangan Juna.
"Let me show you something"
Juna mencoba mengikuti langkah Lentera yang tiba-tiba membawanya ke sebuah lorong waktu dan tiba-tiba ia muncul di sebuah ruangan, dimana ada tubuhnya yang terbaring disana.
"... That's me" ucap Juna
Lentera mengangguk, lalu ia menunjuk perempuan yang duduk di sisi ranjang Juna dengan tangan terkatup.
"Aku bahagia liat kamu sama Selli." Ucap Lentera dengan senyum tulus seperti biasanya.
Juna ikut menatap Selli yang tengah menangis itu.
"Can I tell you the truth?" Tanya Lentera sambil menatap Juna. Lelaki itu mengangguk.
"Aku bahagia kamu masih inget sama aku... Aku juga bahagia kamu masih nyimpen semua memori kita walaupun udah lama banget aku pergi dari kamu. Tapi..."
Juna diam, menunggu lanjutan yang akan gadis itu katakan.
"... Aku lebih suka kalo kamu lanjutin hidup kamu tanpa harus inget-inget aku terus" ucapnya sambil mempererat genggamannya pada tangan Juna.
"Kenapa?" Tanya Juna dengan dahi berkerut "—Kenapa kamu ga minta aku buat ikut kamu aja?"
Wajah Lentera berubah menjadi terluka "Aku ga suka kamu ngomong gitu."
"Maaf..."
"Pokoknya kamu ga boleh ikut aku! Ga boleh! Aku ga bakal tega liat siapapun kehilangan kamu. Kamu mau ngebiarin Genta nangis terus dan ngerasa bersalah seumur hidupnya?" Tanya Lentera dengan wajah marah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ethereal | Ineffable vol.2 [END]
General Fiction[Ineffable Universe Phase 1] [END] "Dari sini gw belajar, musuh lo bisa jadi temen lo, temen lo bisa jadi musuh lo, dan orang yang ada disisi lo sekarang, belum tentu jadi pendamping masa depan lo" -Abercio Arjuna Danendra from;13 Juli 2020
![Ethereal | Ineffable vol.2 [END]](https://img.wattpad.com/cover/232892578-64-k677704.jpg)