2 - PARFUM

1.3K 164 33
                                        

"Beneran ga boleh nih, nyet? Walaupun lo gue kasih voucher makan di restoran seafood kesukaan lo itu? Voucher seumur hidup, Ta! Bayangin!"

Entah sudah berapa kali Revan terus memohon pada Genta. Tapi Genta tetap menolak.

"Pacar gue ga seharga voucher seafood seumur hidup. Lagian kenapa sih ga lo ajak aja si tetangga lo itu? Siapa namanya? Sasa? Anjir, kayak mecin." Genta malah merekomendasikan nama makhluk yang bahkan enggan ia lihat walau hanya seujung jari pun.

"Cara bacanya Syasya bukan Sasa." Koreksi Nathan yang tadinya asik main handphone, tapi tidak bisa fokus karena ucapan Genta yang kelewat bodoh "—Tapi lo bener juga, kenapa ga ajak Shasha aja?"

Revan mendelik "Lo berdua tuh sengaja pengen liat arena pertumpahan darah ya? Tau sendiri gue sama dia udah kayak dua kutub yang senama!"

Revan sama Shasha emang selalu ribut kalau ketemu. Padahal mereka tetanggaan, tapi anehnya ga pernah bisa akur. Ya... Mungkin karena kepribadian mereka yang sama-sama savage kali ya? Jadi pas digabungin bukannya nyambung malah salty salty an

"Ya udah kalo engga, lo berdua aja gimana?" Tanya Revan pada dua temannya itu.

"Duh, gue ga bakat masuk organisasi." Ucap Nathan tanpa berfikir.

"Kalo lo?"

"Gue ngelarang Lia buat ikut organisasi biar bisa ketemu gue! Lah kalo gue yang masuk organisasi sama aja boong lah, bego!"

"Oh iya ya..."

"Tanya Juna coba." Ucap Nathan memberi saran.

"Eiya, kemana perginya bodat satu itu? Harusnya dia lagi break kan ya?" Tanya Genta dengan wajah berkerut.

Revan langsung menelfon Juna. Tak butuh waktu lama sampai telfon tersambung ke nomor tujuannya.

"Dimana lo????"

"Lagi di jalan mau ke kampus. Ngapa?"

"Lah? Ngapain lo ke kampus, nyet??" Tanya Genta yang ikut nyambung karena handphone Revan emang sengaja di loudspeaker.

"..."

"Malah diem coba? Ngapain ke kampusssss????" Genta kembali mengulang pertanyaannya.

"I-ini gue nganter Ryn."

"Buruan kesini, Jun! Rapat penting." Ucap Revan.

"Iya iya. Gue tutup ya."

Tut... Tut... Tut...

Genta curiga, cuma dia memilih untuk diam saja. Dia tau Juna berbohong. Tapi untuk apa? Dan kenapa?

"Si Juna punya cewek ya?" Tanya Revan dengan alis tertaut.

"Kenapa? Lo pernah liat dia jalan sama cewek?" Tanya Nathan yang tiba-tiba penasaran.

Revan menggeleng "Suaranya kayak lagi ngumpetin cewek. Ya kan, Ta?"

Genta malah mengangkat tinggi kedua alisnya, tapi sedetik kemudian ia menggeleng "Ga mungkin. Juna udah insyaf"

"Tapi bukannya dia lagi deket sama sepupu lo ya, Nath? Kemaren gue denger cewek-cewek pada ngomongin Juna." Ucap Revan.

Nathan mengerdikkan bahunya "Sella sih bakal seneng banget kalo gosipnya jadi kenyataan."

Sudah kudugong – Batin Genta diiringi musik dramatis.

Daripada salty, mendingan Genta diem aja kan?

Diam-diam Nathan juga mengamini agar gosip tersebut betulan kejadian. Ya gimana ya? Namanya juga dia masih sayang Selli banget. Pacar pertamanya itu emang beneran ga bisa dia lupain.

Ethereal | Ineffable vol.2 [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang