37. Ada Apa?

492 35 6
                                        

Setelah mendingan, Rachel langsung melerai pelukan antara dia dan Alvin.

"Makasih Vin, oh iya, kamu kok bisa ada disini?" Tanya Rachel.

"Tadi aku cuman lagi jalan-jalan sambil kulineran. Abis bosen di rumah, eh terus gak sengaja liat kamu yang lagi ditarik paksa sama laki-laki tadi." Ujar Alvin.

Rachel terdiam. "Aku bener-bener ngerasa bersalah banget sama Hyuga, harusnya waktu itu aku dengerin oenjelasan dia dan percaya sama kalian."

"Udah, gak apa-apa, yang penting sekarang kamu udah tau kan kalo Hyuga gak mungkin sejahat itu sama kamu?"

Rachel mengangguk, lalu dia teringat sesuatu. "Oh iya! Aku juga sempet foto kemesraan mereka berdua. Ini bisa dijadiin barang bukti kalo sebenernya Keyra itu gak ngandung anak Hyuga!"

Alvin tersenyum tipis. Melihat Rachel yang senang seperti ini, membuat Alvin juga ikutan senang.

Ya, mungkin dia emang lebih pantas bahagia sama Hyuga. Batin Alvin

"Yaudah kalo gitu, tunggu apa lagi? Ayo kita ke rumah Hyuga dan tunjukin ini ke dia dan ibunya kalo dia adalah wanita ular." Ujar Alvin yang masih ogah menyebut nama Keyra.

Rachel mengangguk. "Kamu kesini naik apa Vin?"

"Tadi aku pesen taksi, lagi males nyetir."

"Pas kalo gitu, bareng aja kita ke runah Hyuga."

"Boleh nih?"

"Ya, iyalah, masa gak boleh. Udah ayo naik." Rachel ingin pergi ke bagian kursi pemgemudi, tapi Alvin mencegahnya. "Aku aja yang nyetir."

Tanpa menunggu balasan dari Rachel, Alvin sudah duluan masuk ke bagian kursi pengemudi. Rachel hanya menghela napas pasrah dan masuk ke bagian samping kursi pengemudu.

Mereka pergi ke rumah Hyuga, hanya membutuhkan waktu 15 menit untuk mencapai kesana. Sesampainya disana, mobil yang ditumpangi Rachel dan Alvin masuk setelah diizinkan oleh satpam yang menjaga gerbang utama rumah tersebut. Rachel cukup gugup, Alvin yang menyadari itu hanya memegang tangan Rachel dan tersenyum manis. Tatapannya seakan mengatakan, "kamu pasti bisa."

Rachel balas tersenyum lalu mengangguk dengan mantab. Dia segera keluar dari mobilnya diikuti oleh Alvin, dan berjalan untuk memasuki rumah megah tersebut. Penjaga lain yang berjaga di depan pintu rumah, segera membukakan pintunya sesaat setelah melihat wajah Alvin. Rachel hanya mengekori Alvin dari belakang, sesekali dia tersenyum ramah kepada orang-orang yang bekerja di kediaman rumah orangtua Hyuga.

Alvin berbicara kepada salah satu pelayan yang sepertinya adalah kepala pelayan di rumah ini. "Tolong panggilkan Tante Patricia dan Hyuga, bilang kalau saya udah dateng, saya akan tunggu di ruang tamu."

Kepala pelayan yang sudah berumur kira-kira 50 tahun-an itu mengangguk dan pergi untuk melakukan apa yang disuruh oleh Alvin.

"Yuk sekarang kita ke ruang tamu." Ajak Alvin, Racgel hanya mampu mengangguk. Dirinya masih sangat gugup jika harus bertemu dengan ibu Hyuga. Tapi dirinya juga rindu ingin melihat wajah Hyuga.

Rachel dan Alvin menunggu di ruang tamu sambil duduk, sesaat ada pelayan yang meyuguhi minuman teh kepada Rachel dan Alvin. Rachel segera meminuk teh tersebut setelah berterima kasih kepada pelayan tersebut. Karena selain Rachel haus, dia juga sekalian untuk meredakan rasa gugup yang bergejolak di dalam tubuhnya.

Tiba-tiba pintu terbuka menampilkan seorang wanita paruh baya dengan pakaian yang elegan. Siapa lagi kalau bukan Tante Patricia. Awalnya Patricia tersenyun melihat keponakannya yang memang sudah sangat dekat dengan Hyuga, tapi seketika senyumnya luntur kala melihat orang yang duduk di sebelah keponakannya itu. Patricia langsung melenparkan tatapan benci kearah Rachel. Rachel yang menyadari itu hanya bisa tersenyun tipis walaupun sebenarnya dia sudah ketakutan.

Psycopath And Little GirlCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang