31

1.8K 314 27
                                        

Sudah lebih dari 1 jam Hana berjalan tanpa arah. Dia hanya mengikuti kemana kakinya berjalan. Semua memori masa lalu yang sangat ingin dia lupakan kini muncul kembali. Adegan demi adegan muncul berurutan. Kini bukan ingatan samar yang dia miliki. Kini semua terlihat sangat nyata.

Tak berapa lama, kakinya berhenti melangkah. Dia berusaha kembali ke kenyataan. Setelah melihat sekitar,dia menyadari, kakinya membawanya pergi kembali ke rumah lamanya. Tempat dimana dia menghabiskan masa mudanya dulu.

Tiba-tiba seseorang datang menghampirinya.

"Dek Hana kan?" tanya seorang pria tua sambil menatapnya.

"Eh iya Pak. Ini Bapak Wiryo kan ya?" jawab Hana.

"Iya betul. Ternyata dek Hana masih ingat sama saya. Sudah lama sekali saya tidak melihat dek Hana. Bagaimana kabarnya?" lanjut Pak Wiryo.

"Saya baik Pak. Iya, udah lama banget saya ga kesini. Saya kangen, makannya mungkin tanpa sadar saya tiba-tiba sampai disini" jawab Hana lagi. Matanya menjelajah setiap sudut bangunan itu.

"Dek Hana mau berenang?" tanya Pak Wiryo tiba-tiba.

"Eh? Hmm saya... Saya gabawa baju renang" jawab Hana ragu-ragu.

Tiba-tiba Pak Wiryo pergi meninggalkan Hana. Tak berapa lama dia kembali sambil menenteng sebuah kunci dengan gantungan lumba-lumba. Kunci yang sudah sangat dikenal Hana. Kunci yang sudah dia buang bertahun-tahun lalu.

"Dulu, bapa nemu ini di tong sampah. Terus bapa ambil dan bapa simpen. Takutnya nanti dek Hana balik lagi" kata Pak Wiryo sambil menyodorkan kunci itu pada Hana.

Hana hanya diam, masih ragu, haruskah dia mengambil kunci itu atau tidak.

"Ini, ambil aja. Isinya tetep sama kok, gapernah bapa apa-apain" kata Pak Wiryo lagi sambil menggoyang-goyangkan kunci di tangannya.

"Iya, makasih Pak" kata Hana akhirnya lalu mengambil kunci itu.

"Sebetulnya hari ini kolamnya tutup. Tapi kalo dek Hana mau berenang, masuk aja gapapa. Biar bapak tunggu di pos" lanjut Pak Wiryo lalu pergi meninggalkan Hana yang masih termenung menatap kunci di tangannya.

Hana terdiam cukup lama, hingga akhirnya memutuskan untuk masuk. Gedung itu merupakan kolam renang dalam ruangan dengan panjang kolam 50m dan lebar 25m. Di kanan kiri kolam terdapat beberapa ruangan yang digunakan sebagai ruangan loker, kamar ganti, kamar mandi dan ada beberapa ruangan khusus lainnya. 

Hana sedikit terperangah ketika sudah berada di dalam sana. Matanya menjelajahi setiap sudut tempat itu. Semakin dia melihat, semakin besar rasa rindu yang dia rasakan. Dengan pelan dia melangkahkan kakinya ke ruang loker. Saat masuk, dia melihat ada 4 rak loker yang berjajar dengan kapasitas 30 kotak loker untuk setiap rak. Warna kuning yang sudah memucat dari loker-loker itu menandakan bahwa loker itu masih merupakan loker lama yang dia ingat dulu dia gunakan. 

Hana berjalan mengelilingi loker-loker itu menuju ke rak 4 yang berada di sudut ruangan. Dengan cermat dia mencari nomor loker yang dahulu dia gunakan. Setelah beberapa menit, akhirnya dia menemukan lokernya. Loker nomor 22. Betapa terkejutnya dia saat dia melihat banyak sekali kertas yang menempel di puntu lokernya. Banyak pesan yang memberinya semangat. Ada pula yang menulis kalau mereka merindukan Hana dan ingin Hana segera kembali. Hana tersenyum melihat pesan-pesan yang ada disana. 

Setelah membaca semua pesan, Hana mencoba membuka pintu loker dengan kunci yang sudah diberikan Pak Wiryo sebelumnya. Dan ternyata pintu loker itu berhasil terbuka. Didalamnya, dia melihat alat-alat renang yang dulu dia gunakan. Seperti kacamata renang, topi renang dan beberapa peralatan lainnya. Disana juga masih tersimpan tas berisi baju renang, handuk, dan alat mandi yang dahulu sering dia gunakan. Hana mengambil semua peralatan renangnya dan pergi berganti pakaian.

Come To Me || TREASURE (END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang