26

2.1K 332 69
                                        

Setelah pertemuan sore itu dengan Coach Taeyang, di minggu selanjutnya mereka langsung memulai program pelatihan khusus mereka. Mereka benar-benar berlatih dengan sangat bersemangat. Saat Hana melihat program latihan yang disusun Taeyang, Hana langsung menyadari, kenapa para pemain menyebut program ini sebagai program latihan neraka.

Pernah di suatu sesi latihan, Hana melihat mereka melakukan program yang paling melelahkan dibanding sesi yang lainnya. Hingga saat program itu selesai, semua langsung terjatuh di tanah.

"Hah hah hah. Coach. Hah hah. Astagaaa" kata Jihoon yang sedang membungkuk sambil memegang lututnya. Nafasnya tersenggal-senggal.

"Huaaaaaaa capek bangettt aaaaaarrrggh" teriak Junkyu yang sedang terlentang di tanah.

Hana tersenyum, seketika mengingat masa lalu. Dahulu dia juga sering berteriak seperti Junkyu ketika sudah merasa sangat lelah hingga sulit bernafas. Berteriak kencang bisa sedikit membuat nafas kembali lega.

"Coach cape banget gue. Huft. Sampe mual. Pengen.... hoekkk" tiba-tiba Haruto sudah muntah di tempatnya.

"Ruto lu kalo mau muntah di wc jir jangan disini! Kan gue jadi ikutan mu.... hoekkk" Jeongwo yang melihat Haruto juga ikutan muntah.

Hana segera pergi mengambil air, sementara Hyunsuk dan Yoshi pergi menghampiri Haruto dan Jeongwoo lalu menepuk-nepuk punggung mereka.

"Makannya kalian jangan langsung berhenti gitu, cepet sana pada jalan pelan-pelan sambil lemesin otot-otot kalian. Kalo langsung diem pasti mual" teriak Coach Daesung. Pemain lainnya yang tadinya sedang duduk dan tidur telentang, langsung bangun dan mulai menuruti arahan Daesung.

"Eh itu si Asahi kok diem aja sih?" tanya Jaehyuk sambil menunjuk Asahi yang tidur terlentang agak jauh dari yang lainnya.

"Gak kedengeran kali. Bangunin gih" kata Jihoon pada Jaehyuk. Lalu Jaehyuk pergi menghampiri Asahi.

"Bang ini mah Asahi pingsan!" teriak Jaehyuk. Seketika semua orang langsung berlari menghampiri Asahi dengan wajah khawatir.

"Minggir-minggir gue cek dulu" titah manager Yoon, lalu semua orang mulai melangkah mundur dan memberi jalan untuknya.

Yoon menempelkan jarinya di sekitar leher Asahi selama beberapa detik lalu mendengus keras.

"Euhh si kampret! Tidur ini mah bukan pingsan. Bangun-bangun! Tidurnya nanti di asrama jangan disini. Bangun!" teriak Yoon sambil menepuk-nepuk pipi Asahi. Tapi Asahi tetap bergeming.

"Bukan gitu cara bangunin Asahi Bang. Minggir. Biar gue aja" kata Jihoon. Lalu Yoon menurut dan memberikan ruang untuk Jihoon.

PLAKK!!

Jihoon menampar keras dahi Asahi.

Asahi yang terkejut langsung bangun dan duduk. Lalu meringis sambil memegang dahinya.

"Gila lo! Sadis banget!" kata Yoon sambil terperangah.

"Tapi emang gitu caranya" jawab Jihoon sambil mundur memberi ruang untuk Asahi.

"JIr sampe merah gitu ngebentuk tangan Jihoon. Hahaha" kata Junkyu sambil tertawa.

"Perih banget ini woy! Siapa yang mukul gue??!!" teriak Asahi marah sambil mengusap-usap dahinya.

"Gue! Kenapa emang hah?! Suruh siapa tidur? Bangun cepet! Pendinginan dulu" jawab Jihoon. Dia balas berteriak kepada Asahi. Malah teriakannya lebih keras dan kejam dibanding teriakan Asahi.

Semua orang langsung pergi sambil tersenyum dan mengeleng-gelengkan kepala, meningalkan Asahi yang masih mengerjap-ngerjapkan matanya bingung.

"Dia yang  mukul kok dia yang marah sih anjir? Aishhh" kata Asahi kesal, lalu bangkit berdiri dan menyusul teman-temannya.

Come To Me || TREASURE (END) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang