57

1.7K 293 43
                                        

Pagi itu Hana dan para pemain sedang berada di asrama, menunggu bis yang akan menjemput mereka pergi ke tempat pertandingan. Para pemain sedang melakukan ritual mereka sebelum bertanding. Sementara Hana yang sudah menyelesaikan semua pekerjaannya kini sedang diam di ruang tengah sambil menonton tv. Karena bosan, dia pun pergi berkeliling asrama, memperhatikan kegiatan yang dilakukan para pemain. 

Hana pergi menuju ruang makan, lalu dia melihat Junghwan yang sedang asyik makan pisang.

"Lahap banget makannya" kata Hana sambil berjalan menuju Junghwan.

"Iwni kwan rituwal Kwak. Supwaya nwanti pwas twanding kita mwenang" timpal Junghwan disela-sela prosesi mengunyah pisang.

"Alah, bilang aja doyan! Mana ada ritual makan pisang? Gini dong kaya gue, makan kuning telor biar kuat" tiba-tiba Yoshi datang menimpali sambil membawa gelas berisi kuning telur.

"Hoekk. Ga mual gitu Bang minum begituan?" tanya Junghwan sambil menggeser pisang-pisanggnya menjauh dari Yoshi.

"Ih, sehat tau ini. Sumber tenaga" timpal Yoshi cuek sambil mengaduk telurnya.

"Tapi gue juga dulu sebelum tanding suka minum jus belut dulu" kata Hana.

"Uhuk uhuk uhuk..." Junghwan yang sedang memakan pisangnya langsung terbatuk-batuk mendengar ucapan Hana. Yoshi juga yang tadinya sudah mendekatkan gelas ke bibirnya, jadi mengurungkan niatnya untuk meminum kuning telur itu.

"Serius Kak? Enak emang?" tanya Yoshi kaget.

"Ngga lah. Mana ada jus belut enak. Tapi emang beneran nambah tenaga loh" jawab Hana dengan ekspresi yang biasa saja.

"Wah, boleh juga tuh" timpal Yoshi sambil mengangguk-anggukan kepalanya.

"Ish dasar siluman" -Junghwan.

"Bang! Geser ih! Lu lagi meditasi apa ngelamun sih? Kan gue jadi ketinggalan gerakan senamnya mba feni!!" tiba-tiba terdengar teriakan Doyoung dari arah taman belakang. 

Karena penasaran, Hana menghampiri Doyoung ke taman belakang. Tetapi di tengah jalan, dia malah berpapasan dengan Doyoung yang sepertinya akan pindah tempat.

"Ada apa sih Doy? Masih pagi ini" tegur Hana pada Doyoung.

"Noh si Bang Hyunsuk ngeselin banget. Ngalangin mulu" timpal Doyoung sambil berlalu pergi. Hana pun menolehkan kepalanya dan melihat ke arah Hyunsuk. Sepertinya yang dikatakan Doyoung benar. Sepertinya Hyunsuk sedang melamun. Wajahnya juga terlihat sedih. Dengan cepat Hana menghampirinya.

"Suk?" tanya Hana pelan sambil menepuk pundaknya.

"Eh?" Hyunsuk seperti terkejut dan langsung menoleh ke arah Hana.

"Ada apa Han?" tanya Hyunsuk sambil menggeser tubuhya agar Hana bisa duduk di sebelahnya.

"Lo gapapa?" Hana malah bertanya balik sambil duduk di sebelah Hyunsuk.

"Gue.. hmm.. gue lagi ngerasa grogi aja, soalnya hari ini gue bakal ikut main lagi" jawab Hyunsuk pelan sambil tersenyum tipis.

"Grogi sih wajar Suk. Semua juga pasti grogi. Tapi kok muka lu keliatan suram banget?" tanya Hana lagi sambil menatap wajah Hyunsuk.

"Gue takut Han. Gue takut nanti permainan gue ga maksimal dan bikin tim kita kalah" jawab Hyunsuk sambil menundukkan kepalanya.

"Suk, gue yakin lo pasti bisa. Gue udah liat gimana perjuangan lo latihan dan terapi. Gue yakin, perjuangan lo bakal membuahkan hasil. Kalaupun permainan lo ga maksimal, itu wajar aja karena kondisi lo belum fit. Yang penting lo udah ngelakuin yang terbaik yang lo bisa. Gue rasa itu udah cukup" kata Hana berusaha menyemangati sambil memegang lengan Hyunsuk hingga akhirnya Hyunsuk menoleh menatap Hana.

Come To Me || TREASURE (END) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang