Don't forget to vote and comments ~
Limario terbangun dari tidurnya namun tak menumukan sang istri di sampingnya ia pun meringis merasakan luka di tangannya berkedut senyum di bibirnya pun terukir saat menatap tangannya yang sudah di baluti perban.
Ia pun terbangun dan langsung mencari keberadaan sang istri yang ternyata tengah memasak di dapur.
"Selamat pagi." Ujar limario memeluk jennie dari belakang membuat jennie menolehkan wajahnya dan tersenyum.
"Pagi baby." Jennie membalikan tubuhnya mengalungkan tangannya di bahu limario membuat limario tersenyum lalu mendekatkan wajahnya, limario mengecup bibir jennie begitu lembut membuat jennie memejamkan matanya dan menekan kepala limario agar memperdalam ciumannya.
Dari balik pintu somi menatap apa yang tengah berlangsung ia pun tersenyum lirih niatnya ingin membantu jennie memasak pun ia urungi, somi membalikan tubuhnya ia begitu terperanjat saat seseorang berdiri di hadapannya tengah melipat kedua tangan di depan dadanya.
"Bukan kah itu pemandangan yang indah ? Tanyanya yang somi balas dengan anggukan.
"Ne eonni aku permisi." Ujar somi hendak beranjak pergi namun langkahnya terhenti saat seseorang tersebut menahan lengannya.
"Jangan pernah merusak pemandangan itu." Ujarnya begitu dingin membuat somi terdiam lalu menganggukan kepalanya.
Somi pun melepaskan gengaman tangan seseorang tersebut lalu beranjak pergi, setibanya di kamar somi langsung menutup pintu kamar tersebut lalu terjatuh dengan isak tangisnya yang begitu pilu.
"Bolehkah aku sedikit egois ? Sedikit saja." Lirih somi mengelus perut buncinya.
Somi pun beranjak menuju ranjangnya lalu ia membaringkan tubuhnya dan mulai memejamkan matanya.
Semua sudah berkumpul di meja makan namun jennie mengerutkan dahinya merasa ada yang kurang.
"Sepertinya somi masih tidur aku akan membangunkannya kalian sarapan lebih dulu saja." Ujar jennie beranjak pergi.
Ia membuka pintu kamar somi dahinya pun mengkerut menatap somi yang masih tertidur tidak seperti biasanya.
"Somi sii ...
Jennie duduk di sisi ranjang ia mengelus bahu somi, jennie kembali mengerutkan dahinya merasakan suhu tubuh somi yang terasa panas.
"Somi kamu baik-baik saja ? Tanya jennie membalikan tubuh somi yang tengah meringkuk.
"Ugh eonni aku baik-baik saja." Ucap somi menyipitkan matanya mencoba memperjelas pandangannya.
"Yatuhan somi kamu demam eonni akan memanggilkan dokter tunggu sebentar ne ?."Ujar jennie begitu panik ia pun hendak beranjak namun...
"Eonni boleh aku meminta sesuatu? Tanya somi yang menahan lengan jennie.
"Katakan lah apapun itu...
"Mianhae aku ingin tinggal bersama keluarga ku dan aku janji akan menjaga baby kalian dengan baik." Lirih Somi membuat jennie mengela nafasnya dalam.
"Apa kamu tidak nyaman tinggal disini ? Tanya jennie dengan begitu lembut.
"Tidak seperti itu aku hanya ingin tinggal bersama keluargaku hanya itu saja." Lirih somi menundukan kepalanya.
"Aku akan membicarakannya dengan limario tapi saat ini kamu harus di priksa oleh dokter aku tidak mau sampai terjadi hal yang tidak-tidak padamu serta baby ku." Ujar jennie yang di angguki somi.
"Aku akan membawakan sarapan pagi untuk mu." Ujar jennie kembali di angguki somi.
"Apa somi baik-baik saja sayang? Tanya hye kyo menatap jennie yang tengah mengambil kan makanan untuk somi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Beautiful boys
FantasiKamu itu lelaki tapi kenapa bisa begitu cantik sih ? -kim jennie
