Kembalilah bersamaku.

5.7K 614 56
                                        

Don't forget to vote and comments ~

"ASTAGA SOMI...

Somi bangunlah." Isak limario memangku tubuh somi dan mepuk lembut wajah somi perlahan mata somi terbuka ia menatap limario dengan lirih.

"Maafkan aku." Lirih somi menyentuh wajah limario namun limario hanya membalasnya dengan gelengan serta isakan.

"Lim bahagialah, A-aku mencintaimu." Lirih somi tanpa kata limario memeluk tubuh somi dan semakin terisak.

"Mianhae somi jeongmal mianhae." Isak limario mengeratkan pelukannya hal itu membuat somi tersenyum namun perlahan limario merasakan tubuh somi melemas ia pun melepaskan pelukannya.

"SOMIIIIIIIII....

....

Dengan pakaian serba hitam limario tengah berdiri di depan peti dan bingkai foto wanita yang sangat mencintainya, ia hanya terdiam dengan air mata terus mengalir di pipinya sementara keluarga somi tengah menangis tersedu-sedu, matthew hanya bisa memeluk anak dan istrinya dan mencoba menenangkan mereka namun nihil eomma serta adik somi malah semakin terisak.

Limario menolehkan wajahnya saat mendengar suara tangisan orang yang sangat ia kenali.

Nini...

Jennie tengah menangis di samping limario sebari memberikan penghormatan terakhir di hadapan peti mati dan foto somi, ia tak membenci somi bagaimana pun wanita itu memiliki arti penting di hidupnya, karenanya lah liam hadir di hidupnya.

"Kenapa kau lakukan ini somi." Isak jennie sebari menghapus air matanya.

Sebuah sapu tangan terulur dihadapannya mambuatnya menolehkan wajah.

"Mianhae aku tak bisa menjaganya." Lirih limario sebari mengulurkan sapu tangan di hadapan mantan istrinya.

Jennie pun mengambil sapu tangan tersebut dan mulai menghapus air matanya.

...

Pukul 10 pagi somi pun telah di bawa ke krematorium untuk di kebumi kan, setelah semuanya selesai perlahan orang-orang pun beranjak pergi namun limario dan keluarga somi masih terdiam di hadapan makam somi.

Limario menunduk ia kembali terisak ia merasa sangat bersalah atas kematian somi.

"Hapus air matamu." Ujar seseorang mengulurkan sapu tangan, hal itu membuat limario menolehkan wajahnya.

"Nini...

"Tuan limario anda harus ikut kami." Ujar seseorang membuat limario dan jennie menolehkan wajahnya.

"Kami ingin kamu bertanggung jawab atas kematian putri kami." Ujar eomma somi begitu dingin.

Limario menghembuskan nafasnya lirih ia pun menatap dua petugas kepolisian di hadapannya sementara jennie begitu terkejut atas ucapan eomma somi.

"Maaf bibi tapi somi meninggal dengan bunuh diri tentu hal itu bukan salah lim." Ujar jennie menatap eomma somi.

"Biarkan petugas kepolisian yang memutuskan." Ujar eomma somi beranjak pergi.

Jennie menatap limario dengan mata berkaca-kaca sementara limario yang sudah di tahan oleh kedua petugaspun hanya tersenyum.

"Aku akan bertanggung jawab." Ujar limario membuat air mata jennie perlahan terjatuh.

Limario pun di bawa pergi oleh petugas kepolisian dan jennie hanya bisa terisak menatap punggung lelaki yang masih sangat ia cintai itu.

...

"Apa kamu berada dengannya saat kejadian ? Ujar petugas mengintrogasi limario.

"Tidak, kami memang bertengkar malam itu tapi aku pergi dan saat kembali aku melihatnya sudah tergeletak di lantai." Jujur limario.

Beautiful boys Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang