- Ayi POV -
Malam ini aku sedang membereskan beberapa bajuku ke dalam tas. Tidak terlalu besar karena memang aku tidak akan membawa banyak baju lantaran di rumah orangtuaku masih banyak bajuku yg ku tinggalkan, jadi kalo misalkan aku pulang untuk sekedar menginap aku tidak usah repot-repot membawa baju ganti terlalu banyak.
Ketika sedang asyik membereskan bajuku, tiba-tiba terdengar suara dering dari ponselku. Dan itu tandanya ada panggilan masuk. Dan ternyata itu dari Erick. Perlu kalian tahu, Aku sudah memberitahukan nomor baruku kepada Erick karena kurasa dia membutuhkannya. Lagipula aku yakin Erick tidak tahu menahu tentang perihal putusnya hubunganku dengan mas Rayan. Jadi menurutku tidak masalah memberikan nomor ponselku kepada Erick.
Tak lama aku angkat panggilan tersebut.
"Iya kenapa Rick?"
"Mau mastiin aja besok kita ketemuan di stasiun aja apa aku jemput kamu dulu?"
"Eh gausah, langsung ketemu di stasiun aja. Nanti jatohnya aku malah ngerepotin kamu."
"Gapapa sih sebenernya, tapi yaudah kalo itu maunya kamu."
"Hmm."
"Yaudah kalo gitu. Btw kamu udah makan?"
Lah kenapa pertanyaan nya jadi melenceng sih.
"Udah Rick tadi. Kamu sendiri gimana?"
"Aku belum nih. Gaada temen."
"Harus banget?"
"Ga juga sih. Cuman kan kalo ada temen lebih nikmat."
"Heh alasan. Makan sana. Aku mau istirahat, besok kan pergi dari pagi. Kamu awas kesiangan. Kalo kesiangan aku tinggal."
"Iya bawel marah-marah aja. Yaudah selamat istirahat. Mimpi yg indah yaah."
"Iya kamu juga."
***
Di pagi harinya aku sedang mempersiapkan diri untuk segera pergi ke stasiun. Aku sudah memesan taksi secara online untuk mengantarkanku sampai kesana. Aku sedang malas saja naik kendaraan roda dua jadi aku pesannya taksi saja. Kulihat jam kurasa taksi online ku akan segera tiba. Dan akupun segera bergegas menuju keluar dan mengunci pintu.
Setelah tiga menit menunggu akhirnya taksi online ku sampai juga. Dan akupun segera masuk dan menuju ke tempat tujuan ku.
Sesampainya di stasiun aku segera menuju ruang tunggu karena memang jam keberangkatan ku masih sekitar satu jam lagi. Dan lagi pula aku belum menemukan keberadaan Erick disini. Jadi kuputuskan untuk sekedar mengecek ponselku dan mengingatkan Erick untuk segera berangkat.
Tak lama setelah aku mengingatkan Erick, akhirnya muncullah batang hidung orang itu. Dan langsung melambaikan tangannya kepada ku.
"Sorry aku telat yah." Ucapnya sambil duduk di sampingku.
"Ga juga sih. Lagian masih sekitar satu jam lagi. Jadi santai saja."
"Yaudah kamu udah sarapan belum? Kita nyari sarapan yu? Yg deket-deket sini aja."
"Aku sih udah tadi di rumah. Tapi kalo misalkan kamu belum yaudah aku anter."
"Ga ngerepotin nih? Soalnya tadi aku kesiangan bangun jadi ga keburu sarapan deh hehehe."
"Yaudah ayo." Jawabku.
Kami pun berjalan keluar stasiun untuk sekedar mencari sarapan untuk Erick. Dan tak jauh dari situ terdapat gerobak bubur ayam. Dan tanpa membuang waktu lagi aku dan Erick langsung menuju gerobak tersebut.
Singkat cerita Erick telah menghabiskan sarapannya. Dan sebentar lagi jadwal keberangkatan kereta yg akan kami tumpangi segera tiba. Dan tanpa membuang waktu kami pun langsung menuju tempat pemeriksaan tiket dan barang-barang. Setelah itu kami pun masuk dan duduk di kursi yg telah kami pesan sebelumnya.
Diperjalanan tidak ada percakapan yg berarti. Karena memang perjalanan kami hanya memakan waktu kurang lebih 2 jam jadi ya begitulah. Apalagi yg kulihat Erick di sibukkan dengan ponselnya. Yg menandakan dia sedang sibuk. Jadi aku putuskan untuk melihat keluar jendela saja.
Ternyata selama di perjalanan aku ketiduran sehingga aku di sadarkan oleh Erick.
"Maaf membangunkan mu tadi."
"Tidak apa. Kalau kau tidak membangunkan ku kita akan melewati stasiun tujuan kita."
"Iya. Untungnya aku sempat membaca tadi dimana kita akan turun."
"Maaf ya merepotkan."
"Kalau begitu kita saling memaafkan yah hahahaha."
Kemudian kubalas dengan senyuman.
Dari stasiun, kita harus menaiki sebuah angkutan kota untuk menuju ke daerah rumah orang tua ku. Karena memang agak sedikit jauh tapi masih terbilang bisa ditempuh oleh kendaraan.
***
Sesampainya disana aku langsung di sambut oleh kedua orangtuaku. Yg sedikit menatap heran kepada Erick. Akan tetapi masih menyambut Erick dengan ramah dan senang hati.
"Ayi pulang ma, pa. Maaf baru bisa pulang sekarang. Apa kalian baik-baik saja?" Tanyaku.
"Tidak apa-apa sayang. Kami sangat amat baik. Lagipula kami masih bisa menjaga satu sama lain. Iyakan pa." Seru ibuku.
"Iya benar apa yg di katakan mama mu. Oiya siapa yg menemanimu ini." Sambung ayah ku.
"Oiya kenalin ma, pa. Ini Erick temen Ayi di kantor. Dan Erick kenalin ini kedua orang tuaku." Ucapku memperkenalkan mereka.
"Siang om, tante. Senang berkenalan dengan om dan tante." Sambut Erick dengan senang.
"Iya senang bertemu dengan mu nak. Perkenalkan saya Ajeng dan ini suami saya namanya Adi. Ngomong-ngomong jangan sungkan panggil mama dan papa saja. Biar lebih akrab." Jawab ibuku.
"Eumm.. baiklah." Erick sedikit ragu namun akhirnya menyetujui juga.
"Oiya tumben sekali nak Rayan tidak ikut?" Tanya ayahku.
Dorrr pertanyaan yg pasti akan ditanyakan.
"Eeumm.. mas Rayan lagi sibuk pa jadi gabisa ikut kesini bareng Ayi. Dan kebetulan Erick yg sedang ada waktu luang dan ingin ikut menemaniku sekalian berkenalan dengan kalian." Ucapku mencari alasan.
"Oalah begitu rupanya. Yasudah kita masuk yu. Kita makan siang lalu setelah itu kalian beristirahatlah."
"Iya pa." Ujar aku dan Erick berbarengan.
Setelah itu kami berempat pun masuk de dalam rumah. Perlu kalian tahu rumah orangtua ku ini tidak terlalu besar, kami hanya keluarga sederhana yg tentunya hanya cukup di tinggali mereka dan aku saja sebagai anak semata wayang nya. Jadi maafkan aku ya. Rumahnya seadanya.
"Eumm ngomong-ngomong apakah tidak keberatan jika nak Erick berbagi kamar dengan Ayi? Soalnya rumah kami hanya rumah sederhana yg seadanya jadi hanya terdapat dua kamar saja. Apakah tidak masalah?" Tanya ibuku.
Sebenarnya yg bermasalah disini adalah aku. Aku tidak terbiasa berbagi kamar dengan orang lain. Ya kecuali mas Rayan. Jadi aku takut agak sedikit risih. Tapi mau bagaimana lagi aku tidak bisa apa-apa. Aku tidak mungkin membiarkan Erick tidur di sofa sedangkan aku di dalam kamar. Dan aku pun gamau jika aku yg harus tidur di sofa. No no no. Bukannya aku egois tapi.. yasudahlah lupakan.
"Tidak masalah tante.. eh ma. Lagian kita sama-sama laki-laki kan. Jadi tidak ada yg perlu di khawatirkan."
"Sebelumnya apa kamu tahu mengenai Ayi?"
"Tahu dalam hal apa ya ma?" Tanya Erick.
"Maaaaaa." Rajukku.
"Tak apa lupakan saja. Pergi lah ke kamar kalian. Setelah itu segeralah menuju meja makan, kita makan siang bersama."
"Iya ma." Kata kami berbarengan.
Kami pun langsung berjalan menuju kamar dan langsung mengistirahatkan diri masing-masing. Tidak ada percakapan yg berarti (lagi), karena memang aku sedang cape dan tidak ingin banyak bicara. Dan sepertinya Erick peka akan keadaanku.
Setelah kira-kira 30 menit, terdengar suara teriakan ibuku. Yg memanggil untuk makan siang. Lalu kami pun bergegas untuk menuju ruang makan.
Sesampainya di ruang makan kami dihidangkan dengan menu makanan kesukaan ku. Nasi rempah, ayam woku, perkedel jagung dan sambal terasi. Aku sedikit melihat kepada Erick, takutnya dia tidak suka masakan rumahan seperti ini.
"Maaf ya nak Erick, kami hanya bisa menghidangkan ini. Apakah tidak masalah?"
"Tidak masalah kok ma, Erick lihat sepertinya masakan mama sangat menggiurkan. Yaudah tunggu apalagi. Mari berdoa agar cepat makannya hehehe."
Aku lega sekali. Karena memang aku masih belum mengenal Erick lebih jauh. Semoga dengan ini hubungan pertemanan kita terjalin baik.
"Sebelum kita makan alangkah baiknya kita berdoa, agar diberi keberkahan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Berdoa dimulai." Ucap ayahku.
Kami pun berdoa dalam hati masing-masing.
"Berdoa selesai."
"Mari makan." Ucapku hahahaha.
Kami pun makan dengan khidmat. Tanpa ada percakapan sedikitpun. Karena di keluargaku bicara saat makan itu tidak baik jadi makan ya makan, ngobrol ya setelah makan.
Yaudah kita makan dulu ya gais wkwkwkwk
To be continued...
Pencerahanku di pagi hari. Selamat membaca. Maaf agak pendek ya hehehe aku baru kepikirannya itu. Sampai ketemu di chapter selanjutnya ya🤗🤗
Jangan lupa vote dan commet ya. Gratis kok ga bayar hehehe.
Love you❤️❤️
ALE
KAMU SEDANG MEMBACA
Jangan Pergi, Ayi
Romance"Kamu jangan deket-deket terus sama dia." Katanya tiba-tiba. "Kenapa memang? Dia kan temen aku mas." Jawabku menimpali "Pokoknya kamu jangan deket-deket sama dia, mas gasuka." Jawabnya dengan raut muka kesal. "Cemburu ini mah pasti." Kataku dalam ha...
