Malam, Sayang!
Layaknya senja sore tadi
Perkumpulan sajak masih menyemak dalam catatan harianku
Pun bait-bait rindu masih terecap pada seduhan kopi yang gerimis.
Perjalanan yang dibaluri sepeda butut
Mendung memayungi
Matahari yang kuyup
Rintik melentikkan pipi
Tak menjadi soal!
Kita masih asyik menari-nari dalam belaian air hujan.
Sayang!
Dalam waktu yang bersikeras memutar lipatan rindu
Senja di sore tadi, kurangkai dalam larik-larik sajak namamu.
Mdr. 5 Des 2020
Ps
KAMU SEDANG MEMBACA
KUMPULAN SAJAK
PoetryPuisikan Jiwa Liarkan kata Maka, lihatlah! Keindahan sastra
