Pada bagian pelatuk hari, kukelarkan setangkai pesan untuk menyentuh pintu-pintu berandamu. Pada selarik kabar yang menyunggi akan kagumnya rasa pun sebingkai pigura tentang lukis perjalanan hati. Nona, seraut paras nan ayumu telah sudi memikat puisiku lewat sebait kata mesra. Anggap saja itu bagian dari sisa mewalakkan hari atas dasar namamu. Agar pengisbatan rasa semakin tergelar di pelataran hati yang tengah dilanda pergantian musim ini. Tak lagi mendirikan kerapuhan, tak lagi membuai asuh akan kesenduan.
Semenjak pelangi dari sisa hujan kemarin berhijrah pada sudut bola matamu, melukis sewarna rindu dalam harap-harap yang mendayung temu. Sejak itu, gelagar rasa berdesak memulangkan engkau pada relung di sebait sajakku.
Ps, 23 Desember 2020
KAMU SEDANG MEMBACA
KUMPULAN SAJAK
PoetryPuisikan Jiwa Liarkan kata Maka, lihatlah! Keindahan sastra
