Siang berganti sore, Claudy masih dalam keadaan tertidur pulas di atas sofa. Tak ada yang berani membangunkan perempuan itu. Claudy adalah tipe orang yang tidurnya tidak bisa diganggu, atau tidak ia akan memarahi orang yang membangunkan tidur nyenyak nya.
"Udah sore nih, gue pulang dulu ya. Jagain tuh bocah" Aldi berpamit untuk pulang dan ia juga berpesan kepada Candra, Kevin, dan Andre untuk menjaga Claudy.
"Ho'oh tenang aja, Claudy aman sama gue" jawab Candra dengan mata yang terfokuskan pada handphonenya
"Awas lu kalo sampe tu bocah bonyok lagi" timpal Aldi
"Iya tenang ajaaaa, dah sono pergi lu" Sahut Kevin yang juga disibukkan dengan layar handphonenya
"Yaudah semuanya gue pulang dulu ya!"
"Yo'i" jawab semua orang yang berada di warung babe Ujang
Aldi pun pulang, tak lama setelah kepergian Aldi ada seseorang yang datang kemari. Matanya menangkap orang yang ia cari berada di atas sofa dengan mata terpejam.
"Eh Elang, ngapain kesini Lang?" Tanya Candra basa-basi kepada Elang
"Nyari Claudy" jawabnya singkat lalu berjalan mendekati perempuan yang tertidur pulas tersebut.
Ia melihat ada beberapa lebam di wajah Claudy, lebih tepatnya di bagian sudut kanan dan kiri bibirnya, sebelah kanan mata Claudy, dan juga hidungnya yang terlihat bengkak.
"Claudy habis berantem sama siapa?" Tanya Elang kepada semua orang yang ada dihadapannya
"Nggak tau, dateng-dateng udah begitu keadaannya" jawab Han
"Tadi gue denger dari temen gue kalo ada empat orang pingsan sama satu orang lagi meninggal dengan luka tembakan di kepalanya" sahut Nathan
"Dimana Nat? Serem amat ditembak kepalanya" ucap Candra
"Di jalan Asoka, tapi nggak tau sih mereka siapa, soalnya pake topeng. Dan pas salah satu orang yang pingsan topengnya mau dibuka, tiba-tiba dia sadar dan langsung nyadarin temen-temennya terus yang meninggal dia bawa bareng-bareng sama temennya" Nathan menjelaskan kepada mereka
"Apa jangan-jangan" Kevin menggantungkan ucapannya lalu menatap Candra dan Andre secara bergantian.
"Jangan-jangan apa?" Sahut Elang
"Jangan-jangan tadi Claudy berantem sama mereka?" Sambung Kevin
Setelah berbicara seperti itu, tiba-tiba Claudy terbangun dari tidurnya. Semuanya kaget saat melihat Claudy yang tiba-tiba saja bangun.
"Kenapa pada liatin gue?" Ucap Claudy saat semua pandangan mata tertuju padanya
"Tadi lo dikeroyok berapa orang Dy?" Tanya Candra
"Lima" jawabnya singkat
"Hah!" Ucap Kevin
"Kenapa sih!" Claudy jadi semakin bingung
"Dimana lo dikeroyok?" Sahut Nathan
"Jalan Asoka" jawabnya singkat
"WHAT THE F*CK! LO BUNUH SALAH SATU DARI MEREKA KAN? LO TEMBAK KAN?" Tanpa sadar Candra berteriak saat mendengar jawaban yang keluar dari mulut Claudy
"Iya, kenapa emang?" Jawab Claudy dengan tampang tak berdosanya
"Astaga, kenapa gue punya temen hobi ngebunuh orang sih!" Sahut Kevin sambil mengusap kasar wajahnya
"Dih, aneh lo semua! Dah lah mau mandi gue!" Claudy berjalan meninggalkan teman-temannya yang masih tak percaya jika dalam waktu yang singkat Claudy kembali menghilangkan nyawa seseorang.
"Babe! Numpang mandi yak!"
"Iya neng!" Babe Ujang yang sedari tadi menyimak pembicaraan anak-anak muda dihadapannya ini ikut kaget dengan reaksi Claudy yang sangat tenang setelah membunuh orang
"Enteng bet habis bunuh orang kek merasa gada dosa ya tuh orang" Ucap Candra sambil menggeleng-gelengkan kepalanya
"Kayaknya Claudy nggak sadar deh kalo dia itu sebenarnya psikopat!" Sahut Kevin dengan mata yang masih menatap tubuh Claudy yang semakin lama semakin tak terlihat dari pandangannya
"Gue rasa sih begitu" timpal Elang yang seharusnya marah kepada Candra dan Kevin yang menyebut Claudy sebagai seorang psikopat
Tapi memang kenyataannya seperti itu kan? Walaupun Elang sudah mencoba untuk membuang pikiran buruknya kepada Claudy. Tapi tetap saja jika ia melihat cara perempuan tersebut membunuh dan menyiksa korbannya, Elang semakin yakin jika Claudy memang tak menyadari bahwa dirinya sudah terlanjur menjadi psikopat.
"Kok bisa kita dapet temen kayak gitu ya?" Andre kembali membuka suara
"Jadi ngeri gua" sahut Candra
.
.
.
.
.
.
.
Yey! Masih ada satu part lagi ya! Upload nanti malam. Stay tune!
Jangan lupa tekan bintang untuk membuat author semangat lanjutin cerita ini 😭
Luvv kalian❣️
Jangan lupa bahagia 💫
KAMU SEDANG MEMBACA
LEADER GIRL THE DEVIL
Teen Fiction"Gangster The Devil gue cinta sama leader Lo!" Ucap Bara dengan lantang saat berada di kerumunan anggota gangster the devil. Lalu semuanya menertawakan dirinya, dan Claudy pun hanya tersenyum remeh melihatnya. Rank 16 terluka 3 Januari 2021 Rank 16...
