Nando meminumkan obat tidur kepada
Claudy yang masih pingsan. Dengan cara itu
Claudy akan tetap tak sadarkan diri dalam
jangka waktu yang lumayan lama.
"Selanjutnya gimana?" Ucap Haren, anak
buah Nando
"Terserah mau kalian apain" jawabnya
dengan enteng
"Bisa nih kita nyicip?"
"Terserah kalian, berapa orang si? Satu dua,
oh enam, yaudah gantian aja" ucap Nando
lalu pergi meninggalkan kamar tersebut.
"Siapa dulu nih?" Ucap Haren
Lalu semua mata tertuju kepada Claudy yang
tak berdaya.
"Aduh mana bodynya cakep banget lagi, ga tahan gua, gua duluan ya" Ucap salah satu diantara mereka yang sudah tidak tahan melihat Claudy.
"Yaudah, dia bukan tipe gua si, ga nafsu gua" Saut Haren
Mereka agak kaget dengan jawaban Haren, tapi apa boleh buat? Ada santapan lezat ya di icip, itu pikiran mereka
Mereka mendekati Claudy, perlahan kancing baju Claudy dibuka satu persatu. Tak hanya itu mereka bahkan berusaha melepas kancing dan resleting celana jeans yang dikenakan Claudy.
"Anjir sedap banget ini kayanya"
"Sabar ege bukain dulu satu satu, susah nih bukanya"
Haren masih terdiam dan hanya melihat teman-temannya melancarkan aksi joroknya. Ia tampak memikirkan sesuatu yang tak dapat dideskripsikan dengan pandangan mata.
"Tunggu" Ucap Haren secara tiba tiba
"Apa lagi si, udah dipuncak ini anjir tinggal dikit lagi"
"Diem" bantah Haren
"Gua kaya denger sesuatu, coba lu semua diem" sambung Haren
Mereka semua terdiam dan sejenak melupakan aksi mereka yang akan membuka pakaian Claudy. Iya, seperti ada suara yang entah apa, mereka juga tidak tau sumber suara itu dari mana.
Tak lama kemudian pintu kamar itu terbuka.
"BANGSAT" Ucap mereka semua
"Halo, yakin banget nih rencananya berhasil" Seseorang tersebut bersandar pada pintu yang berhasil ia buka
"Gausah ikut campur lo, HAJAR" Perintah Haren pada teman temannya
"Sabar dong pemanasan dulu gua" Ejeknya serasa mengepalkan tangan
Haren dan temam temannya langsung menghujami pukulan pada seseorang tersebut, bukan layaknya orang biasa, ia pun membalas pukulan mereka dan
"Udah nih gitu doang? Ah elah masa mukul 6 orang lebih cepet dari gua makan ayam geprek" ucapnya sombong
"Bangsat lu Angkasa"
"Kenapa sih Ren, sensi banget. Masa anak buah Nando kemampuannya gini doang? Cupu"
Ya, orang tersebut adalah Angkasa alias Raka, sahabat Claudy yang menjauhi Claudy karna merasa Luna kekasihnya meninggal akibat ulah Claudy. Angkasa yang sedari tadi minum di club dan tak sengaja melihat Claudy di sebrang mejanya.
FLASHBACK ON
"Aduh enak banget nih minuman, beb thanks ya udah melayani akuh dengan penuh cintahh" Ucap Nio, teman Angkasa
"Yes babe" Jawab Lona, wanita yang bekerja di club tersebut
"Diem bae lu, kenapa si" tanya Nio
"Gue lihat dia" Angkasa menunjuk ke arah Claudy yang sedang kebingungan berada di club
"ANJING, CLAUDY GA SI?" Nio mengeraskan suaranya karna reflek kaget
KAMU SEDANG MEMBACA
LEADER GIRL THE DEVIL
Teen Fiction"Gangster The Devil gue cinta sama leader Lo!" Ucap Bara dengan lantang saat berada di kerumunan anggota gangster the devil. Lalu semuanya menertawakan dirinya, dan Claudy pun hanya tersenyum remeh melihatnya. Rank 16 terluka 3 Januari 2021 Rank 16...
