Setelah Claudy membuat Nando emosi, Bara mengajaknya pulang karena takut kakaknya melakukan hal yang dapat membahayakan nyawa Claudy.
Sungguh, Bara tak menduga jika Claudy akan mengatakan hal yang bisa membuat kakaknya sangat amat emosi. Untungnya Nando bisa mengontrol emosi tersebut dan tidak mengambil tindakan fatal.
"Claudy, aku cuma bisa anter kamu sampai sini, gapapa kan?" Ucap Bara yang mengantar Claudy hingga SMA Nusantara
"Gapapa kok, lagian ini juga masih sore. Kamu pulang duluan aja, aku ada keperluan bentar"
Mendengar jawaban dari Claudy, Bara menganggukkan kepala dan tersenyum manis kepada Claudy. Sama dengan Bara, Claudy juga tersenyum melihatnya.
Setelah memastikan Bara benar-benar pergi, Claudy melajukan motornya menuju basecamp. Sesampainya di sana, Claudy kaget melihat semua anggotanya kumpul. Bahkan ada ketiga sahabatnya di sana. Kejadian ini sangat jarang ditemui Claudy.
"Kenapa?" Tanya Claudy dengan polosnya
"Lo gila ya Dy! Dateng ke basecamp Nando sendirian? Kalo terjadi hal berbahaya sama lo gimana? Hah?!" Candra marah kepada Claudy yang baru saja ke basecamp musuhnya, sendirian pula.
"Gue khawatir sama lo tau nggak!" Ucap Elang dengan tatapan tajamnya
"Ralat, kita semua khawatir sama lo Dy" sahut Andre
"Bener-bener gila temen kita yang satu ini" Kevin pun ikut membuka suara
Claudy melihat semua wajah anggotanya satu-persatu. Tampak kekhawatiran di setiap mata yang ia pandang. Claudy berjalan melewati Elang, Andre, Kevin, dan juga Candra. Ia duduk di kursi yang biasa ia gunakan saat akan mengatur strategi.
"Pertama, gue ke sana nggak sendirian, gue bareng Bara"
"Apa?!" Teriak Candra karena kaget
"Jangan ada yang motong pembicaraan gue!" Aura menyeramkan keluar saat Claudy membentak Candra.
Semuanya diam, bahkan sekarang Candra sedikit ketakutan akibat bentakan dari Claudy. Sunyi dan menegangkan, itulah suasana yang mereka rasakan saat Claudy mulai mengeluarkan auranya.
"Gue ulang! Pertama, gue ke sana nggak sendirian, karena gue bareng Bara. Kedua, Nando nggak akan nyerang gue langsung karena dia tahu dia berhadapan sama siapa" Claudy berhenti sejenak, membuat semua orang yang mendengarnya merasa penasaran
"Ketiga, jaket yang gue pakai adalah jaket yang kakak gue pakai juga saat dia dikeroyok geng Nando, kenapa gue pake jaket ini? Karena gue pengen tau respon yang Nando beri saat dia tau dan sadar dengan jaket ini" Claudy menjelaskan semuanya kepada seluruh orang yang berada di sini.
"Dan karena gue diajak Bara ke sana, gue jadi tau kalau Bara memang benar adiknya Nando" Claudy mengakhiri ucapannya dengan tarikan napas panjang
"Tapi lo sadar nggak sih kalo apa yang lo lakuin ini bener-bener bikin nyawa lo terancam? Kenapa lo nggak mikir-mikir dulu sih?" Elang kembali membuka suara yang membuat Claudy semakin emosi
Braakk
Claudy menggebrak meja dihadapannya, membuat seisi ruangan ini menjadi sangat ketakutan. Elang memaki mulutnya yang asal ceplos hingga membuat Claudy emosi.
"Saya tidak akan pernah mengambil tindakan sebelum memikirkannya! Dan semua yang saya lakukan tadi sudah saya pikirkan matang-matang" jika Claudy sudah memakai kata Saya, Anda, dan sebagainya. Itu menandakan Claudy benar-benar marah dengan kalimat yang baru saja Elang ucapkan.
"Kalaupun anda semua tidak setuju dengan apa yang saya lakukan, setidaknya jangan merusak rencana yang sudah saya buat selama bertahun-tahun lamanya. Atau tidak, saya akan menghancurkan anda yang menghancurkan rencana saya"
Nada bicara yang tenang, tapi bisa membuat orang disekitarnya menjadi takut.
"Maaf Dy" ucap Elang
Claudy melangkahkan kakinya menuju lantai dua, ia membuka pintu ruang pribadinya dan merebahkan tubuhnya di atas spring bed king size nya. Ia benar-benar sedang menahan emosinya sekarang. Bagaimana bisa Elang mengucapkan kalimat yang seakan menunjukan bahwa ia tak percaya dengan kemampuan yang Claudy miliki.
Karena lelah dengan pikirannya, Claudy pun terlelap. Sedangkan dibawah, teman-temannya sedang menyalahkan Elang yang membuat Claudy marah.
"Aduh Lang, lo kalo ngomong dipikir dulu napa, jadi ngambek kan bocahnya" Candra sangat takut tadi, pasalnya ia baru pertama kali melihat Claudy semarah ini. Dan ia juga baru mengetahui cara marah Claudy yang elegan menurutnya.
"Gue juga nggak tau kenapa ni mulut bisa sampe kelepasan!" Sahut Elang
"Takut banget anjir ngeliat Claudy marah tadi" Ucap Kevin bergidik ngeri saat ia melihat Claudy marah
Andre hanya diam, ia masih memikirkan pesan bernamakan LIANA yang tadi tak sengaja ia baca dari layar handphone Claudy. Apa yang sebenarnya Claudy rencanakan? Sungguh, ia sangat bingung bercampur khawatir dengan akibat yang akan Claudy terima nanti. Ia tidak sanggup jika harus melihat Claudy koma untuk kedua kalinya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Dari pada author nggak ngapa-ngapain, mending upload. Ya nggak?
Huh, jam segini masih seger nih mata
Jangan lupa tekan bintang untuk membuat author semangat lanjutin cerita ini 😭
Luvv kalian❤️
KAMU SEDANG MEMBACA
LEADER GIRL THE DEVIL
Teen Fiction"Gangster The Devil gue cinta sama leader Lo!" Ucap Bara dengan lantang saat berada di kerumunan anggota gangster the devil. Lalu semuanya menertawakan dirinya, dan Claudy pun hanya tersenyum remeh melihatnya. Rank 16 terluka 3 Januari 2021 Rank 16...
