26. Kembalinya Leader

617 34 2
                                        

Elang tak mampu menolak permintaan Claudy, ia berjalan melewati lorong demi lorong untuk menuju parkiran rumah sakit. Setiap langkahnya diikuti oleh pikiran bagaimana jawaban jika nanti Claudy bertanya mengenai Farhan.

Ia tahu, setelah mendengar jawaban darinya pasti Claudy sangat merasa bersalah. Claudy pasti menganggap dirinya sendiri telah membunuh Farhan. Padahal tidak, disini tak ada yang dibunuh dan membunuh.

Sibuk bergelut dengan pikirannya, Elang tak sadar bahwa ia telah sampai didepan motornya. Elang segera menaiki motornya dan melakukannya menuju basecamp The Devil.

"Suruh teman-teman kalian ke basecamp sekarang juga" Elang memasuki basecamp, dan mereka yang ada di sana menuruti perintah Elang

Setelah menunggu beberapa menit akhirnya seluruh anggota The Devil berkumpul di basecamp mereka.

"Claudy sadar dari koma" ucap Elang kepada mereka

Mereka yang mendengar ucapan Elang bahwa Claudy telah sadar sangat amat bersyukur. Seluruh anggota The Devil berbahagia leadernya terbangun dari koma.

"Tapi, Claudy minta kita semua buat jenguk dia ke rumah sakit" Elang berbicara dengan lesu

"Bagus dong, kita juga pengen jenguk Claudy" sahut Andika dengan semangat yang di angguki seluruh anggota The Devil

"Bukan itu yang jadi permasalahannya" Ucap Elang

"Maksudnya gimana sih Lang?" Tanya Edward

"Gimana cara kita menjelaskan tentang Farhan yang mendonorkan jantungnya buat Claudy?"

"Ya kita tinggal jelasin yang sebenarnya kan?" Sahut Edo

"CK! Kenapa kalian nggak ngerti sih! Kalo nanti Claudy tau Farhan donorin jantungnya, Claudy pasti merasa bersalah! Dia bakal menganggap dirinya membunuh temannya sendiri!"

Mereka baru sadar dengan hal tersebut, pasti Claudy sangat merasa bersalah. Apalagi ia dengan Farhan cukup dekat dibanding dengan anggotanya yang lain.

Seluruh anggotanya dibuat bingung, bagaimana jika nanti Claudy sadar dengan hilangnya keberadaan Farhan? Ah! Ini sangat kacau

"Bilang aja kalo Farhan lagi ada urusan sama keluarganya yang di kampung" sahut Reno dengan suara yang tenang

"Boleh juga tuh Lang, dan untuk alasan selanjutnya kita pikirin nanti" Andika setuju dengan perkataan Reno

Elang mengangguk pasrah. Setelah memikirkan alasan untuk menjawab Claudy, mereka semua segera menuju rumah sakit dan menemui leadernya.

"Hello what's up bro!" Edward mengajak Claudy untuk high five, Claudy pun membalasnya

"Woah!! Leader kok tumbang!" Ucap Andika dengan gaya tengilnya

"Gue juga manusia!" Jawab Claudy pura-pura marah

"Lo sih Dik!" Bisik Edo pelan

"Gue bercanda kali! Hahaha" Claudy tak bisa menahan tawanya saat melihat Andika ketakutan mendengar jawaban darinya.

Mereka semua senang mendengar Claudy yang sudah bisa tertawa. Sungguh, mereka benar-benar rindu dengan suara tawa Claudy yang renyah. Hingga tawa mereka terhenti sesaat ketika Claudy bertanya.

"Dimana Farhan?"

Semuanya saling menatap satu sama lain, seakan berbicara dalam pikiran. Elang yang ditatap oleh Claudy menjadi gugup.

"Eee, Farhan lagi ada urusan keluarga di kampungnya. Tapi sebelum pergi dia titip salam kok sama gue. Katanya dia bahagia kalo lo sadar dari koma" Andika mencoba menjawab pertanyaan Claudy yang membuat teman-teman merasa gugup

"Ohh, kapan dia balik?" Tanya Claudy lagi dan lagi membuat seisi ruangan kebingungan untuk menjawab

"Nggak tau, dia nggak bilang" sahut Edo

Claudy membalas jawaban Edo dengan anggukan kepala. Membuat semuanya menjadi tenang kembali. Elang sangat bersyukur memiliki teman-teman yang bisa diajak kompromi.

Setelah suasana tegang tadi, mereka kembali bersenang-senang dan berbagi canda tawa untuk merayakan Claudy yang sadar dari komanya.

Gue nggak siap kalo lo tau apa yang sebenarnya Dy. Batin Elang sambil melihat wanita dihadapannya itu tertawa bahagia

.
.
.
.
.
.
.
Ini bonus🥳
Jangan lupa tekan bintang untuk membuat author semangat buat lanjutin cerita ini 😭

"Aku akan tetap bersantai, meski itu akan membunuhku."
- Squidward Tentacles

LEADER GIRL THE DEVILTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang