Sore berganti malam, Claudy terbangun dan memutuskan untuk mandi dan menginap disini. Setelah itu ia turun kebawah dan melihat semua anggotanya masih lengkap dan tak ada yang pulang satu orang pun.
"Kenapa belum pulang?"
"Eh Claudy, iya nih kayaknya kita mau nginep disini" sahut Candra sambil makan camilan yang tadi dibeli oleh Kevin
"Ohh"
Claudy ikut duduk bersama teman-temannya, menonton film dan memakan camilan. Suasananya masih canggung karena mereka semua masih takut dengan marahnya Claudy tadi.
"Dy gue minta maaf ya udah buat lo marah" sahut Elang tiba-tiba, ia tidak enak jika tak meminta maaf pada Claudy.
Claudy memandang Elang sejenak, beberapa detik kemudian ia baru menjawabnya.
"Lupain aja" jawabnya singkat padat dan jelas
Mereka semua merasa lebih tenang mendengar jawaban dari leadernya. Di saat sedang asik-asiknya menonton film mereka dikagetkan dengan suara motor yang semakin lama semakin dekat. Kelihatannya lebih dari lima motor, karena suaranya sangat kencang.
"WOY GABRIL! KELUAR LO BANGSAT!"
Claudy tak asing dengan suara itu, saat ia mencoba untuk bangkit Elang menahan dirinya. Dilihatnya wajah Elang yang khawatir. Andre merasa sedikit cemburu dengan pemandangan yang ada di hadapannya.
"KELUAR ANJING!"
Terdengar suara teriakan lagi dari luar. Claudy masih saling tatap dengan Elang, seakan mereka sedang berbincang lewat pikiran. Beberapa detik kemudian Elang menganggukkan kepala dan melepas genggaman tangannya dari Claudy.
Claudy yang sudah mendapat lampu hijau dari Elang pun melangkahkan kakinya dan membuka pintu. Ternyata ada banyak orang di depan basecampnya. Mereka semua tampak menggunakan penutup wajah.
"Akhirnya lo keluar juga" Ucap seseorang yang jika dilihat dari cara bicaranya ia adalah ketua dari sekelompok orang-orang tersebut.
"Ada perlu apa kalian datang ke sini?" Tanya Claudy baik-baik
"Ya buat bunuh lo lah! Ya nggak bro?" Ia bertanya kepada teman-temannya yang berada di belakang
"Yoi!" Jawab mereka kompak
"Anda tau anda berhadapan dengan siapa kan?"
Aura mematikan keluar dari ucapan Claudy. Namun mereka semua mencoba untuk tetap berani.
"Alah gausah banyak bacot! SERANG!!"
Satu-persatu anggota The Devil keluar dari basecamp dan mulai adu pukul dengan sekelompok orang tak dikenal ini. Claudy menyerang semua orang yang mencoba menghalangi jalannya menuju ketua geng tersebut.
Bughhh
Dari arah belakang ada yang memukul punggung Claudy menggunakan tongkat baseball. Claudy sempat terjatuh, namun dengan gesit ia kembali bangkit dan memukul perut orang tersebut hingga terpental sedikit jauh dari Claudy.
"ANJING LO BANGSAT!" Claudy benar-benar dipuncak emosinya. Ia membabi buta orang yang memukul punggungnya tadi. Pertengkaran sempat terhenti, mereka melihat Claudy yang sudah tak bisa mengontrol emosinya.
Buughhh
Satu pukulan mendarat di hidung orang tersebut, darah segar mengalir deras. Mungkin tulang hidungnya patah.
Bugghhhh
Pukulan yang kedua mengenai mata kanan orang tersebut
"Aargghhhh ampuuunnn"
"AMPUN KATA LO HAH?! INI AMPUN!"
Buughhh
Claudy kembali mendaratkan pukulannya ke mata kiri orang tersebut hingga darahnya mengenai baju Claudy. Cipratan darahnya terlihat jelas karena Claudy memakai baju putih.
Semua orang yang berada di sana memundurkan dirinya beberapa langkah dari Claudy. Ketua geng tersebut pun kaget disertai takut melihat Claudy yang seakan-akan dirasuki iblis.
"CLAUDY JANGAN!" Elang berteriak saat melihat Claudy mengeluarkan pisau yang biasa Claudy gunakan untuk membunuh lawannya.
Claudy menatap tajam ke arah Elang, terlihat jelas raut haus darah dari wajah Claudy. Padahal wajah cantiknya kini sudah dipenuhi bintik-bintik merah dari darah lawannya yang sudah tak sadarkan diri.
Claudy tak menghiraukan ucapan Elang, ia tetap membuka pisau lipatnya dan
Jreeebbb
Kraakkk
Claudy menusuk dada orang tersebut dan mengoyaknya. Anggota The Devil beserta kelompok orang tak dikenal itu melihat jantung beserta organ yang lainnya keluar dari tubuh orang tersebut. Dengan cepat Claudy meremas jantungnya dan menusuk-nusuk paru-paru lawannya.
Setelah puas bermain-main dengan korbannya, ia berdiri dan melihat orang-orang dihadapannya. Bajunya sudah berubah warna menjadi merah darah. Semuanya takut dengan aura dan tatapan membunuh dari Claudy.
Sekelompok orang bermasker wajah itupun segera melarikan diri sebelum menjadi korban kedua Claudy. Bahkan teman-temannya ketakutan saat ditatap Claudy. Tak ada yang berani mendekati dirinya satu langkah pun.
Ia melangkahkan kakinya memasuki basecamp dan menuju ruang pribadinya. Setelah itu Claudy membersihkan tubuhnya dari noda darah korbannya.
"Iblis itu kembali merasuki diriku lagi" ucap Claudy saat sadar tubuhnya penuh darah.
Sedangkan teman-temannya masih tak percaya dengan kejadian yang mereka lihat tadi.
"Gue mimpi nggak sih?" Tanya Candra kepada Kevin yang sama terkejutnya dengan dirinya.
Plakkk
"Sakit Vin" ucap Candra
"Berarti kita nggak lagi mimpi" balasnya
"Tadi bukan Claudy" sahut Elang
"Maksud lo?" Andre tak mengerti dengan maksud dari ucapan Elang
"Kalian nggak tau tentang ini?"
Andre, Candra, dan juga Kevin menggelengkan kepalanya
"Lo pernah dengar orang berkepribadian ganda?" Tanya Elang
"Pernah" jawab mereka bersamaan
"Claudy salah satu orang yang berkepribadian ganda. Yang benar-benar Claudy adalah dia yang selalu bersikap cuek dan dingin. Sedangkan yang satunya, saat Claudy nggak bisa mengontrol emosinya, Claudy bakalan berubah jadi layaknya seorang iblis" jelas Elang
"Serem anjir!" Sahut Candra
"Ho'oh serem" ucap Kevin
Andre diam, mengapa Claudy tidak memberitahu ia tentang dirinya ini?
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Makanya jangan buat Claudy emosi! Jadi iblis kan! Kamu sih!
Yuk tekan bintangnya agar author semangat lanjutin cerita ini 😭
Jangan lupa bahagia kawan
Luuvvv kalian❤️
KAMU SEDANG MEMBACA
LEADER GIRL THE DEVIL
Teen Fiction"Gangster The Devil gue cinta sama leader Lo!" Ucap Bara dengan lantang saat berada di kerumunan anggota gangster the devil. Lalu semuanya menertawakan dirinya, dan Claudy pun hanya tersenyum remeh melihatnya. Rank 16 terluka 3 Januari 2021 Rank 16...
