39. Aksi Teror II

490 28 0
                                        

Sam POV
"Bang dimana sih barang yang disebut bos tadi?"

"Di gudang katanya"

Ah sial! Gue denger percakapan mereka dan katanya mereka bakal ambil barang di gudang. Langkah kaki mereka semakin lama semakin mendekat. Kita semua lihat ke arah pintu, tiba-tiba gagang pintunya memutar ke bawah DAAAANNNN!!!!

Brraaakkk

"Shit!" Ucap Claudy

Astagaaa salah satu anggota gue nggak sengaja nyenggol barang disampingnya dan barangnya jatuh. Semoga aja anak buah Nando nggak sadar.

"Suara apaan tuh bang?"

"Jangan-jangan hantu?"

"Bang balik yuk, takut gua"

Nah sip gue punya ide bagus.

"Hi hi hi hi hi, abaaangggg" gue mencoba membuat suara buat nakutin mereka

"Bang kabur baaangggg"

Akhirnya ide gue berhasil dan mereka nggak jadi buka gudang. Gue dan seluruh anggota gue kembali mendatangi pintu kuning itu. Kami berusaha mencari cara agar bisa membuka pintu tersebut.

"Ada yang punya peniti atau kawat gitu?" Ucap Tino salah satu anggota geng gue

"Gue ada" Setiap mau melakukan hal kayak gini gue emang selalu bawa peniti, karena siapa tau bisa dimanfaatin.

Setelah mengotak-atik pintu tersebut, akhirnya kita bisa masuk juga. Satu-persatu anggota gue mengambil tongkat baseball. Baik yang biasa maupun yang bergerigi paku. Dan karena gue nggak kebagian tongkat baseball, jadinya gue ambil satu samurai buat jaga-jaga.

"Halo Dy, kita udah selesai ngambil beberapa tongkat baseball dan juga samurai. Terus kita harus kemana lagi?" Gue mencoba bertanya pada Claudy yang terus memantau pergerakan gue

"Jalan ke kiri lagi dan cari pintu warna merah, kalo udah ketemu lo bisa matiin listrik setelah anggota lo nyebar dan juga masuk ke ventilasinya" jawab Claudy dari basecamp

"Oke guys kita jalan ke kiri dan cari pintu warna merah"

Semua anggota gue mengerti apa yang gue ucapkan dan segera melaksanakannya. Kita terus jalan ke arah kiri dan beberapa langkah kemudian di samping kita ada pintu warna merah.

"Oke Sam, suruh anggota lo nyebar, tapi jangan sampe ketauan"

"Oke Dy"

"Oh iya satu lagi, bawa 4 orang anggota lo buat nemenin lo masuk ke ruang inti Nando"

"Jaka, Hito, Marsel, Erdin, lo ikut gue masuk ke ruang inti. Riko, lo pimpin mereka semua buat nyebar ke seluruh ruangan sebelum listrik ini gue padamin oke?"

"Oke bos, guys! Ayo kita nyebar, jangan sampe kalian ketauan dan jangan sampe kalian salah serang atau nyerang temen kalian sendiri" Riko menjelaskan rencana Claudy kepada seluruh anggota gue yang akan ikut nyebar

"Kalian harus kompak!"

"Siap bos!" Jawab mereka semua kompak tapi pelan

Setelah itu mereka semua nyebar ke seluruh ruangan. Gue rasa mereka udah di tempatnya masing-masing. Jadi gue padamin listriknya dan masuk ke ventilasi bergantian.

"Dy, dimana ruang intinya?"

"Lurus terus aja sampe mentok"

"Oke guys kita lurus terus gausah belok"

"Siap bos"

Gue berusaha merangkak terus sampai akhirnya kita mentok dan ada penutup ventilasi lagi. Perlahan gue mencoba untuk membuka ventilasinya. Sebelum turun gue melihat kondisinya terlebih dahulu. Kelihatannya nggak ada suara-suara pergerakan dari bawah. Ini waktunya kami buat turun dan ambil senjata.

"Gelap banget anjing"

"Ho'oh Rak, kaya masa depan lo"

"Bangsat lu To"

"Bos dimana senjatanya"

"Bentar dulu gue juga nggak bisa lihat ini"

"Senjatanya tepat di depan muka lo dodol!"

"Hah? Kok lo tau Dy?"

"Hanya orang-orang terpilih yang bisa lihat"

"Anjing lu" Kesel banget gua sama Claudy

Tapi nggak apa-apa, yang penting gue udah tau posisi senjatanya dan segera mengambil senjata tersebut. Satu-persatu anggota gue udah dapet senjata, sekarang giliran nyari dimana pelurunya.

"Bos, ini udah ada pelurunya belum?"

"Ya mana gue tau Sel"

"Coba gue tembakin ke badan lo ya Din"

"Gada akhlak lo Sel!"

"Jangan ribut! Berisik! Lo jalan ke kanan disitu ada meja"

"Terus pelurunya dimana?"

"Jalan aja dulu kenapa sih!"

"Kena lagi!"

Daripada kena semprot Claudy mending gue turutin aja permintaannya. Gue terus jalan sampe badan gue kepentok sesuatu, kayaknya itu mejanya deh.

"Jalan ke kiri dua langkah"

Gue ngikutin perintah Claudy dan jalan ke kiri dua langkah.

"Coba lo raba"

Setelah gue raba benda yang ada di depan gue. Gue menemukan pegangan berbentuk bulat dan mencoba untuk menariknya. Pasti ini laci, gue raba terus dan ada kotak didalamnya.

"Itu pelurunya, karena semua senjata yang lo ambil sama, jadi lo bisa sharing peluru yang lo ambil itu. Masukin ke magazine nya, kurang lebih muat 20 peluru"

Saat gue mencoba untuk memasukkan peluru ke magazine, tiba-tiba lampunya nyala. Dan saat gue lihat, didepan gue udah ada 3 orang lengkap membawa senjata.

"Letakkan pistol itu!" Ancamnya

"Gue itung 5 mundur kalo lo semua nggak lepas tu senjata, kita bakal tembak lo semua!"

Ah sial! Kita kurang cepet masuknya. Mana gue belum sempet ngisi peluru lagi, semoga aja ada anggota gue yang dateng ke sini.

Doooorrr

Dooorrr

Dooorrr

.
.
.
.
.
.
Maaf nih author gantung🤣 biar seru aja gitu..
Jangan lupa tekan bintang untuk membuat author semangat lanjutin cerita ini 😭

Tunggu kelanjutannya ya!

Luvvv kalian✨

Note : vote dulu kalo mau cepet upload

LEADER GIRL THE DEVILTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang