"Kenapa jadi gini sih" Ucap Candra pelan agar tak terdengar oleh Claudy
"Bingung gue Can" Ujar Kevin sambil memijat kepalanya
"Em, gue cabut dulu. Ada urusan" Sahut Jordan
"Thanks udah nolongin Claudy"
Jordan mengangguki ucapan Elang. Sebelum keluar dari ruangan, Jordan menyempatkan untuk melihat Claudy yang ternyata sudah terlelap. Tanpa sadar, ia tersenyum namun beberapa detik kemudian ia merubah ekspresinya kembali datar.
Sesaat setelah kepulangan Jordan, Bara kembali dengan sebungkus sate ditangannya. Ia melihat Claudy yang sedang tidur, tak tega membangunkannya Bara memilih untuk menyimpan sate itu dan memberikannya kepada Claudy saat wanita itu bangun.
"Kenapa lo cuma beli satu? Gue kan pengen juga!" Ucap Candra saat mengetahui Bara hanya membeli satu bungkus sate
"Lu kan bisa beli sendiri dodol!" Sahut Kevin
"Ih! Kalian jahat sama aku!" Rengek Candra seperti anak kecil yang tak dibelikan lollipop oleh ibunya
"Dih! Sopan kah begitu?" Sahut Andre yang merasa jijik mendengar nada bicara Candra
"Thanks udah beliin sate buat Claudy" Ucap Elang kepada Bara
"Hm" jawabnya singkat disertai anggukan
"Sayang, kamu udah selesai beli satenya? Kok nggak bangunin aku sih?" Claudy terbangun karena mendengar keributan dari teman-temannya dan saat ia menengok, ternyata Bara sudah ada di sana.
Bara tersenyum, ia membuka bungkusan sate tersebut dan meletakkannya ke piring. Ia melangkah mendekati Claudy dan duduk di kursi sebelah ranjang wanita tersebut.
"Mau makan sekarang?" Tanya Bara pada Claudy
Claudy mengangguk dan tersenyum manis, membuat keempat lelaki di belakang mereka cemburu ketika melihat pemandangan tersebut. Jika Claudy bukan perempuan, Candra pasti sudah membenturkan kepala Claudy ke tembok agar ia dapat mengingat siapa dirinya.
"Suapin ya" Ucap Claudy
"Iya sayang" jawab Bara lalu menyuapi Claudy dengan romantis
Jujur saja, Elang cemburu saat wanita didepannya memanggil laki-laki lain dengan sebutan sayang. Tapi ia juga tau ia tak punya hak untuk melarang Claudy berpasangan dengan siapa saja. Karena Claudy bukan miliknya, ia hanya berperan sebagai pelindung untuk Claudy, bukan pendamping.
"Sayang, kepala kamu kenapa? Kok diperban?" Tanya Claudy saat menyadari kepala Bara yang dibalut perban
"Jatuh di got!" Sahut Candra sinis
"Terjatuh dan terjungkal di empang kalik" Timpal Kevin
"Diem lu!" Bentak Claudy
"Dih? Nggak ilang guys galaknya!" Bisik Candra kepada Elang, Kevin, dan juga Andre
"Ho'oh, malah makin serem" Timpal Kevin
Elang dan Andre hanya menggelengkan kepala saat melihat kelakuan konyol Candra dan Kevin. Kenapa mereka bisa mempunyai teman seperti itu? Huh, tanyakan saja pada rumput yang bergoyang. Oke balik ke cerita.
"Sayang jawab aku, aku takut kamu kenapa-kenapa" Ucap Claudy lagi
"Beneran dah, kalo Claudy bukan cewek pasti udah gue jedotin tuh palanya ke tembok, gedek banget gue" ucap Candra pelan yang mendapat tatapan tajam dari Elang
"Mampus lu dipelototin" Kevin mengejek Candra
"Becanda doang Lang! Beneran dah" Ucap Candra
"Aku gapapa sayang, ini cuma luka biasa" Jawab Bara disertai senyum manisnya
"Beneran gapapa? Sakit nggak?" Tanya Claudy sambil menatap dalam mata Bara
"Gapapa sayang" Bara yang gemas pun mencubit pelan pipi Claudy
"Ihh sayang!"
Keempat teman-teman Claudy hanya bisa menatap pasrah pemandangan ini. Ya walaupun terkadang mereka agak jijik dengan nada bicara Claudy yang manja itu. Sangat berbanding terbalik dengan dirinya yang sebenarnya.
Sedangkan Jordan, ia tak benar-benar pulang kerumahnya. Melainkan menuju basecamp dan memilih untuk menginap di sana agar ia dapat mengumumkan langsung berita ini besok. Namun ternyata, Samudra masih berada di basecamp juga. Jordan mengetahui itu saat melihat seseorang keluar dari ruangan dapur.
"Buset dah gue kira dedemit lu" Ucap Samudra yang kaget dengan kemunculan Jordan secara tiba-tiba
"Ada berita buruk Sam"
"Berita buruk?"
"Hm, pulang dari sini tadi Claudy ketemu adiknya Nando yang habis di keroyok sama orang bertopeng tengkorak merah. Dan waktu Claudy mau nolongin, dia dipukul sama mereka. Sekarang dia lagi di rumah sakit" Jordan menjelaskan kejadian tadi
"WHAT?! terus sekarang gimana keadaan Claudy?"
"Hilang ingatan" jawabnya singkat
"Hah?! Yang bener lu? Astagaa bisa rusak rencana Claudy kalo dia hilang ingatan!"
"Dan yang lebih buruk lagi, saat Claudy sadar, dia malah manggil adiknya Nando dengan panggilan sayang" Sambungnya
"Nanti kalo Nando cari kesempatan gimana?" Tanya Samudra yang dibalas gelengan kepala oleh Jordan
Mereka benar-benar takut jika Nando menggunakan kesempatan ini untuk menghancurkan Claudy. Sungguh, ini adalah bencana besar yang sangat membahayakan nyawa Claudy. Semoga saja Bara tidak memberitahu kabar ini kepada kakaknya itu.
.
.
.
.
.
.
Upload!!Yang baca 30 orang lebih tapi yang kasih author bintang cuma 2 orang. Ayolah, tekan bintangnya agar author semangat lanjutin cerita ini 😭
Author capek-capek buat alur cerita ini sebagus mungkin, masa kalian nggak vote sih😭
Yuk tekan bintang yuk😭

KAMU SEDANG MEMBACA
LEADER GIRL THE DEVIL
Ficção Adolescente"Gangster The Devil gue cinta sama leader Lo!" Ucap Bara dengan lantang saat berada di kerumunan anggota gangster the devil. Lalu semuanya menertawakan dirinya, dan Claudy pun hanya tersenyum remeh melihatnya. Rank 16 terluka 3 Januari 2021 Rank 16...