20. Mengungkapkan Rasa

637 36 1
                                        

  Claudy beserta teman-temannya melanjutkan acara party api unggun mereka. Canda dan tawa menghiasi mereka, hembusan angin malam yang lembut membuat mereka ingin berlama-lama di sana.

"Jam berapa nih?" Tanya Farhan

  Semuanya langsung melihat jam di handphone maupun jam tangan mereka masing-masing.

"Satu" jawab Claudy singkat

"Ngantuk gue" ucap Candra sambil  menguap

"Ikut gue, gue antar kalian ke kamar" ajak Claudy

   Mereka semua mengikuti kemana Claudy melangkah. Beberapa dari mereka sudah mulai mengantuk.

"Ada 11 kamar tamu disini, masing-masing kamar untuk 3 orang" ucap Claudy lalu meninggalkan mereka yang sedang sibuk memilih tidur dengan siapa dan dimana.

  Kini Claudy sedang berada di taman belakang rumahnya. Ia duduk di kursi taman yang menghadapkannya ke kolam ikan. Dan beberapa tanaman bunga mawar merah beserta putih.

"Indah" ucapnya

"Iya, indah, kayak kamu" terdengar suara yang tidak asing bagi Claudy dari arah belakangnya

"Andre? Ngapain lo kesini? Kok belum tidur?" Tanya Claudy dengan ekspresi sedikit kaget melihat keberadaan Andre di belakangnya.

"Lo sendiri? Kenapa belum tidur? Hem?" Andre berjalan mendekati Claudy, lalu ikut duduk di sampingnya.

"Gue ngga bisa tidur" jawabnya

"Gue mau ngomong boleh nggak?"

"Kan dari tadi lo udah ngomong Ndre"

"Nggak gitu juga maksudnya Bambang! Gue mau ngomong serius nih" Andre memukul pelan kening Claudy

"Sakit bego! Yaudah ngomong aja kenapa sih!" Claudy sedikit marah dengan Andre yang memukul keningnya

"Gue suka sama lo"  ucap Andre dengan mata menatap Claudy dalam-dalam

   Claudy kaget dengan apa yang Andre ucapkan. Sebenarnya ia sudah tau kalau Andre suka dengannya. Hanya saja ia tak pernah menanyakannya langsung kepada Andre karena takut salah dugaan. Tapi nyatanya benar, Andre menyukai dirinya.

"Lo mau nggak jadi pacar gue Dy?" Tanya Andre lagi yang semakin membuat Claudy gugup

"Gue nggak bisa Ndre" jawabnya lalu memutus kontak mata dengan Andre

"Kenapa Dy?" Andre menggenggam kedua tangan Claudy erat, seakan tak mau kehilangan gadis tersebut.

"Lo tau apa yang lebih menyakitkan dari ditolaknya cinta?" Tanya Claudy pada Andre yang semakin erat menggenggam tangannya.

"Apa?"

"Hancurnya persahabatan, gue tau kok kalo lo suka sama gue" ucapan Claudy membuat Andre terkejut

"Kenapa lo nggak ngomong kalo lo tau gue suka sama lo?"

"Karena gue nggak pengen persahabatan kita hancur karena ego cinta. Jadi gue mohon, hapus rasa cinta lo ke gue Ndre" Claudy berusaha melepas genggaman Andre dan beranjak pergi meninggalkan Andre.

  Namun baru saja dua langkah, Andre  kembali meraih tangan Claudy dan menggenggamnya lagi. Kini malah semakin erat.

"Tapi gue beneran cinta sama lo" Andre mencoba meyakinkan Claudy bahwa dia benar-benar mencintainya.

"Cinta tidak bisa dipaksakan. Tanpa adanya dua cinta yang sama, tembok hubungan nggak bakal pernah terbangun" Claudy menatap mata Andre dalam-dalam

"Cinta bisa tumbuh seiring berjalannya waktu, kenapa nggak dicoba dulu?" Ucapnya

"Andre, cinta bukanlah permainan yang bisa lo coba seenak hati lo. Cinta adalah keseriusan untuk membangun kepercayaan satu sama lain. Lo nggak bisa memaksakan perasaan lo sama gue Ndre. Gue juga nggak bisa memaksakan cinta sama siapa dan mengapa. Cinta nggak bisa dipaksakan, nggak bisa direncanakan, dan nggak bisa ditebak alurnya. Tolong, jaga persahabatan kita. Gue nggak mau semuanya hancur hanya karena alasan percintaan" Claudy menjelaskan semuanya kepada Andre

   Andre terdiam, perlahan ia melepaskan genggaman tangannya pada tangan Claudy. Ia menunduk sedalam-dalamnya, lalu kembali melihat Claudy yang sudah melangkah jauh darinya.

   Ia melihat tubuh wanita tersebut semakin lama semakin jauh darinya. Matanya berkaca-kaca, ia tak bisa menahan air matanya untuk tidak terjatuh. Ya, kini ia menangis.

   Menangisi cintanya yang ditolak oleh Claudy. Wanita yang benar-benar ia cintai setelah ibunya. Memang benar, cinta tak bisa dipaksakan. Andre juga tak bisa memilih dengan siapa orang yang akan ia cintai.

"Ini sudah takdir Andre, bener apa kata Claudy. Lo nggak boleh maksa Claudy buat cinta balik sama lo" ucap Andre kepada dirinya sendiri

   Ia berusaha melupakan kejadian tadi demi menghapus kecanggungannya jika nanti ia bertemu Claudy lagi.

    Sejak dari tadi ada sepasang mata yang melihat kejadian tersebut dari awal hingga akhir. Awalnya ia terkejut mendengar apa yang Andre katakan. Namun ia sedikit lega dengan jawaban Claudy.

   Dan sialnya, ia menjadi semakin takut untuk mengungkapkan perasaannya kepada Claudy. Ia tak bisa membayangkan betapa hancur hatinya saat Claudy menolaknya seperti Claudy menolak Andre.

"Sebaiknya aku memendam perasaan ini, walaupun rasanya begitu sesak di hatiku"







Siapa tuh yang dengar percakapan Claudy dengan Andre? Yuk tebak yuk
Tekan bintangnya kawann

Jangan lupa bahagia:)

LEADER GIRL THE DEVILTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang