36. Pembantaian

548 29 0
                                        

Setelah menyelesaikan ritual mandinya, Claudy pamit pulang kepada teman-temannya. Candra, Kevin, dan Andre juga pamit pulang beberapa menit setelah Claudy pergi. Sore berganti malam, Claudy masih harus melewati hutan lebat untuk menuju rumahnya.

Hanya diterangi oleh lampu motornya dan cahaya bulan, ia melaju dengan kecepatan sedang. Angin malam seakan memeluk erat tubuh Claudy. Namun ditengah-tengah perjalanannya Claudy kembali dihadang oleh sekelompok orang dengan topeng yang sama dengan orang yang mengeroyok dirinya tadi.

Kira-kira ada 15 orang yang kini menghalangi jalannya. Bagaimana bisa orang-orang itu tahu arah jalan pulang Claudy? Oh ayolah! Ia baru saja dikeroyok oleh 5 orang, dan sekarang ia harus berhadapan dengan 15 orang dari geng yang sama.

"Lagi dan lagi" ucap Claudy pelan

Salah satu dari mereka maju mendekati Claudy. Walaupun ia hanya seorang diri, akan tetapi tak ada raut ketakutan dari wajah Claudy. Ia hanya diam di atas motornya dan memperlihatkan setiap gerak-gerik lawannya.

"Turun!" Ucap seseorang tersebut

Claudy melepas helmnya dan meletakkannya di atas tangki bensin motor ninjanya. Perlahan ia mengangkat salah satu sudut bibirnya hingga senyuman smirk menghiasi wajah cantik Claudy.

"Lo mau nyusul temen lo ke neraka?" Sahut Claudy dengan nada bicara yang tenang namun menusuk

Kruuttukk

"Aaaaa"

Terdengar suara retakan dari tulang tangan orang dihadapannya. Claudy memutar tangan lawannya saat dirinya akan dicekik. Melihat kegesitan Claudy, lawannya yang lain sempat ragu untuk melawan Claudy.

"APA YANG AKAN KAU LAKUKAN!" Salah satu dari mereka berteriak saat melihat Claudy mengambil pistol dari balik jaketnya.

"Mengantar temanmu ke nereka!" Jawabnya dengan senyuman mematikan

"Jika ada yang maju selangkah, nyawa temanmu ini akan hilang" ancam Claudy

Ia mengangkat pistolnya dan diarahkan ke kepala orang yang berada tepat dihadapannya ini. Perlahan Claudy membuka topeng orang tersebut. Wajahnya tak asing bagi Claudy, ah iya! Ia pernah melihat wajah ini saat ia berada di basecamp Nando.

"Siapa yang menyuruh kalian untuk kemari?" Tanya Claudy dengan nada yang sangat tenang

"Kita nggak akan kasih tau lo!" Bantah orang tersebut

Claudy semakin menekankan ujung pistolnya ke kepala orang yang membantahnya.

"Baiklah, tapi jangan salahkan aku jika nyawa mu melayang"

"GUE NGGAK TAKUT!"

Dooorrrr

Claudy yang geram dengan perilaku orang tersebut langsung menembaknya. Betapa kagetnya saat mereka melihat temannya ditembak oleh Claudy.

"SERANG!"

Dooorrr

Satu tembakan mendarat di kaki orang kedua, ia menjerit kesakitan saat peluru Claudy mengenai kakinya.

Dooorrr

Tembakan kedua mengenai dada sebelah kiri orang ketiga hingga mengakibatkan orang tersebut sedikit terpental dan langsung tak sadarkan diri.

Dooorrr

Tembakan selanjutnya ia arahkan tepat mengenai kepala orang keempat dan langsung membuat nyawa orang tersebut melayang.

"Majulah! Aku akan bersenang-senang dengan jasat kalian nanti" Ucap Claudy dengan senyum smirknya yang membuat nyali mereka semua menciut.

Masih ada 11 orang lagi dihadapannya, Claudy tidak akan mungkin menyisakan nyawa mereka semua. Oh, mungkin akan ada satu diantara mereka yang Claudy biarkan hidup agar orang yang menyuruh mereka tahu bagaimana saat Claudy mulai beraksi.

Dooorrr

Dooorrr

Dooorrr

Dooorrr

Dooorrr

Dooorrr

Dooorrr

Dooorrr

12 orang telah Claudy tembak hingga meninggal, kini tersisa 3 orang dengan raut wajah sangat ketakutan. Claudy mendekatkan dirinya ke arah mereka bertiga. Satu langkah maju dari Claudy dibalas satu langkah mundur dari mereka.

"Pergilah, sebelum aku berubah pikiran. Dan ingat! Jangan berbicara apapun atau aku akan mencari kalian dan akan membunuh kalian satu per satu" Ucap Claudy yang dibalas anggukan oleh mereka bertiga.

Dengan bodohnya mereka berlari dan meninggalkan motornya. Mungkin mereka lupa jika mereka mempunyai alat transportasi yang disebut motor dan jauh lebih cepat melaju dari pada mereka berlari.

"BODOHNYA! HAHAHA"

Dooorrr

Dooorrr

Dooorrr

Claudy menembak dua orang tepat di bagian kepala belakangnya. Dan satu peluru lagi sengaja Claudy arahkan ke kaki orang terakhir. Agar orang tersebut tersiksa saat harus berlari dengan satu kaki yang terdapat peluru bersarang di sana.

"AKU BENAR-BENAR PUAS SEKARANG! HAHAHAHAHA!" Claudy sengaja berteriak sangat keras agar korban terakhirnya semakin ketakutan.

"Bawa motor-motor ini dan jualah!"

"..."

"Jalan menuju pulang ke rumah ku"

"..."

Setelah Claudy menelpon anak buahnya, ia segera naik ke motornya dan melaju untuk pulang. Mayat demi mayat ia lewati. Beberapa menit kemudian orang suruhan Claudy datang dan melihat kondisi mayat-mayat tersebut.

"Astaga, aku tidak berani melihat ini" ucapnya dengan tangan yang menutupi matanya. Mereka membawa 15 motor tersebut tanpa mempedulikan mayat-mayat korban Claudy. Karena mereka hanya melakukan hal yang Claudy perintahkan.

.
.
.
.
.
.
.
.
Gimana? Udah sadis belum? Wkwkwkwk
Lunaasss🥳
Jangan lupa tekan bintang untuk membuat author semangat lanjutin cerita ini 😭

Jangan lupa bahagia💖

Luuuvvv kalian semuaa😘

LEADER GIRL THE DEVILTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang