Bara menengok ke arah belakang, dan benar saja. Ada tiga kurcaci yang sedang mengikuti mereka, siapa lagi kalau bukan Candra, Andre, dan juga Kevin.
"Mereka kan temen aku sayang, gapapa kan mereka ikut kita?" Tanya Bara kepada Claudy
"Em.. yaudah deh gapapa, yang penting ada kamu aku seneng" Jawab Claudy disertai senyuman manisnya
Mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju kantin. Banyak mata menatap mereka dengan berbagai arti. Ada yang iri, ada juga yang kagum karena Bara bisa merubah sifat dan sikap Claudy. Belum aja mereka tau kalo si Claudy hilang ingatan ye kan..
"Sayang aku laper" ucap Claudy dengan suara yang dibuat-buat seperti anak kecil
Mendengar suara Claudy yang imut, Bara menjadi tak fokus. Sedangkan ketiga teman Claudy hanya bisa pasrah melihat perilaku sahabatnya yang sedang hilang ingatan itu.
"Kamu mau makan apa? Hmm?" Tanya Bara
"Terserah"
"Nasi goreng?"
"Nggak mau yang berminyak"
"Bakso?"
"Emm males"
"Terus apa sayangkuu?"
"Terserah"
Bara menghela nafas panjang, ternyata Claudy jauh lebih menyebalkan saat ia sedang hilang ingatan. Candra mencoba menahan tawanya yang sebentar lagi akan pecah karena mendengar jawaban Claudy.
"Buset dah bisa gitu ya?" Ucap Kevin pelan
"Pengen gue tampol" ucap Andre sambil membayangkan ia sedang menampol Claudy
"Namanya juga insomnia" sahut Candra
"Amnesia tolol!" Ucap Andre dan Kevin secara bersamaan
"Ciee barengan.. jangan jangaaan"
"Apa?" Tanya Andre dengan tatapan tajam
"Tangan kanan rumah sakit, tangan kiri kuburan, mau pilih yang mana?" Ucap Kevin sambil mengepalkan kedua tangannya
"Canda doang canda" jawab Candra
Sedangkan sedari tadi Bara bingung harus memesankan makanan apa untuk Claudy.
"Yaudah kamu duduk di sana dulu ya, aku pesenin kamu makanan, oke?" Ucap Bara kepada Claudy
"Oke sayang" jawabnya dengan senyum merekah
Claudy pun duduk ditemani Candra, Andre, dan juga Kevin. Namun Claudy tak menghiraukan ketiga sahabatnya itu, ia lebih menyibukkan diri dengan handphonenya. Entah apa yang sedang ia lakukan saat itu yang jelas ketika Andre sengaja mengintip layarnya, Claudy segera menjauhkan diri dari Andre. Ia tampak seperti sedang menyembunyikan sesuatu.
"Sttt" Kevin menyenggol lengan Andre pelan
"Apaan?" Tanya Andre
"Ngapain lu ngintip ngintip?"
"Kaga, orang ga sengaja liat tadi" Jawab Andre dengan gugup
"Ohhh" Ucap Kevin singkat
Bara kembali dengan semangkuk mie ayam dan segelas eh teh. Ia segera menghampiri Claudy dan menyuruhnya untuk makan.
"Nih, aku bawain kamu mie ayam" Ucap Bara dengan senyuman menghiasi wajahnya
"Ihh makasih sayang, kok kamu bisa tau kalo aku lagi pengen makan mie ayam?" Tanya Claudy dengan wajah bahagianya
Lah? Padahal gue ngasal tadi -batin Bara
"Ya tau dong, kan kita sehati hehehe" Jawab Bara sambil menggaruk tengkuknya
"Emmm jadi sayaang" Ucap Claudy lalu segera mendekatkan diri ke Bara dan memeluk Bara dengan erat.
Candra, Andre, dan Kevin yang melihat adegan didepannya pun kaget. Mereka tak menyangka jika Claudy akan melakukan hal seperti ini.
"Heh! Ditempat umum malah pelukan!" Candra meneriaki Claudy dan Bara
Mendengar teriakkan sahabatnya, Andre dan Kevin kompak memukul punggung Candra.
"Aduh" Ucap Candra menahan sakit
"Apa? Iri?" Claudy menatap Candra dengan sinis
"Eh? E-Enggak kok, yaa ga enak aja masa di tempat umum kaya gini kalian malah pelukan" Jawab Candra
"Sayang, mie ayamnya dimakan dulu ya, keburu dingin nanti" Bara mencoba mencegah keributan
Claudy segera melepaskan pelukannya dan ia kembali ke posisi awalnya, lalu mulai memakan mie ayam yang dibawakan oleh Bara. Sedangkan Bara, kini pipinya memerah padam. Ia jadi salah tingkah setelah mendapat pelukan dari Claudy.
"Kamu nggak makan sayang?" Tanya Claudy pada Bara
"Aku belum laper sih" Jawabnya singkat
"Sini aku suapin"
Bara tak bisa menolak, dan akhirnya mereka makan semangkuk berdua. Siswa siswi yang lalu lalang pun terheran-heran melihat Claudy sedang menyuapi Bara. Mereka tampak sangat romantis.
Padahal jika diingat-ingat, dulunya Claudy adalah siswi yang sangat cuek dan terkesan tidak tertarik dengan yang namanya pacaran. Tapi setelah kedatangan Bara di sekolah ini, Claudy jadi berubah 180 derajat. Ia lebih banyak bicara dan tak sungkan melakukan hal romantis didepan umum.
Itu si Bara pake pelet apaan ya?
Beh sejak kapan Bara jadi pawang macan?
Enak betul mereka makan mie ayam, lah gua makan ati liatnya
Kantin milik mereka berdua, yang lain cuma numpang makan!
Ya ampun sweet banget sih mereka berdua
Dih! Ceweknya aja tuh yang kegatelan
Claudy gatel banget sih
Seperti itulah bisikan dari siswa siswi yang ada di kantin saat ini.
"Kalo kaya gini Bara menang banyak dong?" Ucap Kevin
"Ya gimana lagi, kita ga bisa cegah sikap Claudy" Sahut Andre
"Apa gue bilang, mending kita rukiah aja tuh Claudy" Timpal Candra
"Woy kampret! Tu bocah ilang ingatan bukan kerasukan!" Kevin memukul pelan kepala Candra
"Ya siapa tau nanti dia balik normal"
"Gimana kalo lo aja yang gue rukiah?" Tanya Andre kesal
"Kan gue normal normal aja, ngapain dirukiah?" Ucap Candra seperti tak ada dosa
"Otak lu yang ga normal!" Sahut Kevin
.
.
.
.
.
.
Cie nungguin ya?
Maaf banget nih uploadnya lama, soalnya author lagi banyak urusan.
Maklum lah orang sibuk, iyaaa sibuk tidur wkwkwkwk
Jangan lupa tekan bintang! Jangan tekan matahari, panas.
KAMU SEDANG MEMBACA
LEADER GIRL THE DEVIL
Roman pour Adolescents"Gangster The Devil gue cinta sama leader Lo!" Ucap Bara dengan lantang saat berada di kerumunan anggota gangster the devil. Lalu semuanya menertawakan dirinya, dan Claudy pun hanya tersenyum remeh melihatnya. Rank 16 terluka 3 Januari 2021 Rank 16...
