Ia sudah bosan. Bosan dengan semuanya, ia bosan hidup, namun takdir berkata lain ... ia tidak bisa mati.
Seorang Necromancer tidak bisa mati. Mereka abadi. Dan itulah yang membuat seorang gadis dengan surai perak menatap kosong sebuah bola yang memperlihatkan sebuah akademi hancur mulai bangkit kembali dari kehancurannya.
Ia menggeram, hiburannya kali ini tidak berjalan lancar. Lalu gadis itu mendudukkan dirinya kasar diatas sofa, dan perlahan mulai menidurkan dirinya.
"Nona, jika berkenan aku akan membawakan minuman." seorang pelayan laki-laki yang berdiri setia itu menawarkan gadis itu 'tuk minum.
Gadis itu menggelengkan kepalanya pelan. "Tidak." lalu menjawabnya dengan singkat.
Iris semerah darahnya itu memutar menatap pelayan laki-laki itu, ia tak lama menarik senyum tipis.
"Berikan aku, sebuah tumbal."
***
Pandangannya menggelap, kilasan balik masa lalu yang kelam terlintas dipikirannya.
Seseorang yang berteriak histeris melihat yang lain tergeletak tak berdaya.
Hembusan angin ditambah beberapa bunga yang ikut membuat suasana runyam. Sebenarnya dimana ia sekarang?
Apa yang terjadi disini?
Pikirannya berkecamuk. Ia mengangkat tangannya, melihat telapak tangan yang berlumur darah segar.
"Ah tidak bukan aku pelakunya!"
Orang yang tergeletak itu tiba-tiba membalikkan tubuhnya, mereka menatap tajam orang itu. Sangat tajam seolah mengatakan bahwa ia yang membunuh mereka.
"Tidak!!"
***
"Atha sadarlah!"
Gadis itu bangun dan mengerjapkan matanya beberapa kali kemudian ia menatap sekelilingnya ada seorang gadis dengan rambut pirang panjang menatapnya khawatir dan seorang lelaki dengan rambut coklat tersenyum riang.
Lelaki itu menggenggam tangannya erat, "akhirnya!" ia berseru seraya memeluk Atha dengan erat.
"AiLin, jangan sembarang memeluk orang." ucap gadis bersurai pirang itu seraya mengibaskan rambutnya dan menatap lelaki itu tajam.
"Baik-baik, Lya."
AiLin lalu terkekeh mendengarnya, melepaskan pelukan dan berdiri berkacak pinggang. "Jadi, apa yang kau lihat?"
"Tidak. Tidak. Tidak."
Gadis itu melonjak bangun dari kasur dan mundur menjauhi AiLin juga Lya yang ingin mendekatinya. Sampai dinding menyentuh, ia membungkuk memeluk lututnya. "Jangan salahkan aku lagi ... bukan aku pelakunya," lirihan terdengar setelahnya lampu di ruangan berkedap-kedip seolah ingin mengatakan sesuatu.
"Eh?" AiLin memiringkan kepalanya sembari melirik Lya seolah meminta penjelasan, "perlukah kita membawanya kembali?"
Lya menggeleng pelan.
"Untuk apa kembali? Tidak ada yang terjadi disana. Ini mungkin hanya bayangan waktu itu tentang ia yang menyalahkan dirinya sendiri." penjelasan yang keluar dari Lya membuat lelaki itu mengangguk. Tapi ekspresinya masih sama, cemas.
Helaan nafas terdengar disusul langkahan kaki menuju mereka bertiga.
"Siapa disana!?"
Mereka kecuali gadis itu memasang kuda-kuda bersiap mengeluarkan jurus yang bukan sihir tentunya.
Tak lama dari balik tirai yang menutupi pintu masuk muncullah kepala bersurai putih disusul iris mata berwarna biru dan senyum tipis.
"Yahoo."
***
"Jadi, bagaimana kau bisa kemari?" AiLin terus-menerus menanyakan bagaimana gadis itu datang ke dunia nyata. Sangat mustahil sebenarnya.
Gadis itu memiringkan kepalanya, "sudah kubilang. Aku lewat lubang keluarga Antenuao untuk kemari," ia mengerucutkan bibirnya kesal dengan pertanyaan AiLin.
"Clarissa?"
Gadis bernama Clarissa itu menengok melihat gadis yang sudah mendongakkan kepalanya, "kau masih bisa melihatku? Berarti kau masih bisa melihat lubang yang dibuat untuk kemari?" Clarissa tersenyum senang seraya memegang tangan Atha dan melompat beberapa kali sebelum ia membawa dirinya keluar dari rumah menuju belakang rumah.
Sesampainya disana, benar ia melihatnya. "Apa yang membuatmu kemari?"
Clarissa menyengir.
"Sebenarnya ...."
Gadis kelinci bernama Clarissa itu menjelaskan apa yang terjadi di akademi itu dan mengapa ia harus membawa Atha kembali.
TBC 10 Feb 2021
A/n
Yahoo!
Kembali lagi bersama Atha dan kawannya~
Jadi gini, untuk selama 29 hari kedepan, kalian harus menggelapkan tampilan wattpad-nya, kenapa? YA BIAR BANNER RIE UNYUH LAH MUAHAAHAH. (┛✧Д✧))┛
Sekian:v
--Rie♡
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.