Bagian 35 : Racun Kucing

9 6 0
                                        

"Bukankah sudah kubilang, ada lapisan penghalang sihir?"

Hesha dan Clarissa terkekeh mendengar pertanyaan yang dibuat oleh Renuel. Mereka menyuruh Ratu Shapeshifter mundur dan mereka menjadi penghalang untuk Renuel yang sudah siap bertarung itu.

"Ingin bermain denganku sebentar, Kucing Manis?" ajakan dari Renuel itu membuat Clarissa merentangkan tangannya sementara Hesha menepuk-nepuk pundak Clarissa mengatakan tidak akan ada yang terjadi.

Tatapannya menyipit kala gadis itu tersenyum lebar, "Kau yakin ingin bermain dengan seekor kucing sepertiku?" pertanyaan yang diajukan Hesha membuat lelaki itu terkejut bukan main saat gadis itu merubah dirinya menjadi seekor kucing putih.

"Seharusnya, kau tidak bisa melakukan transformasi wu—

Ah, ini kemampuan khusus keturunan Shapeshifter, merubah wujud tanpa rapalan sihir." Ratu itu terkekeh setelah melihat ekspresi tidak percaya yang ditunjukan oleh Renuel.

"Hei, jangan mengabaikanku nyaw!"

Sebuah cakaran tercipta membuat Renuel mundur beberapa langkah memegangi pipinya yang sudah tergores itu, "tidak mungkin seharusnya kalian tidak bisa menggunakan sihir."

Clarissa menepuk dahinya tak habis pikir apa yang diperbuat oleh Hesha untuk mengulur waktu hingga Fedha dan Lees datang menyelamatkan mereka.

Hingga beberapa menit Renuel yang tak bisa menyerang menggunakan sihirnya itu hanya bisa menghindari cakaran yang diberikan Hesha terus menerus sambil mencari cara bagaimana ia akan menyerang Ratu.

Beberapa pisau yang entah darimana itu melayang kearah Ratu namun berhasil Clarissa tangkis semuanya. Cara menangkis yang sungguh tidak masuk akal.

Renuel yang bermain dengan bayangan itu agak sedikit kesulitan karena mereka terus menghindari cahaya dan berada ditempat gelap, apalagi dengan Hesha yang sangat lincah menyerang itu.

"Maaf menunggu!

Lavie de Rehsuu."

***

Beberapa waktu sebelum-sebelumnya ....

"Apa tidak apa kita memakai rencanamu, Kedha?" tatapan khawatir ditorehkan oleh Fedha yang merupakan kembarannya itu.

Mereka saling tatap satu sama lain, dan berbicara menggunakan pikiran mereka.

"Sebenarnya aku tidak begitu yakin, tapi sepertinya hanya beberapa kemungkinan hingga gadis berengsek itu sadar dimana titik butaku."

Penjelasan yang diberikan oleh Kedha membuat Lees hanya menganggukkan kepalanya saja.

"Aku menemukan bau mereka, ruang bawah tanah!" setelah diam beberapa saat Lees menyerukan bahwa ia menemukan Hesha dan Clarissa.

Fedha kembali menatap Kedha, "apapun yang terjadi, kau harus tetap selamat!"

Sebuah tiruan dibuat menyerupai mereka bertiga dengan ilusi milik Kedha. Ia hanya perlu membuat ilusi itu kian nyata ketika mereka bergandengan tangan membentuk lingkaran.

Dan dari jauh, Fedha dan Lees meledakkan ilusi-nya itu. Kedha yang agak kesal itu merelakan ilusi yang ia buat. Dan berjalan ke titik buta dan bermain dengan Fee.

Namun tak disangkanya, gadis berambut perak itu memanggil seorang gadis yang sangat mirip dengan Athely hanya saja ia berambut pendek.

Setelah ia mengatakan sesuatu, ditariknya lah telinga Kedha membuat seluruh ilusi menghilang.

Fee tertawa puas melihat gadis itu melakukan pekerjaannya dengan baik.

***

"Apa bisa kita mempercayai ilusi yang dibuat Kedha untuk mengalihkan perhatian?" Lees yang tidak percaya kemampuan Kedha meragukannya bisa selamat dari titik buta itu.

Mereka berdua terus berjalan mengikuti bau dari Clarissa dan Hesha yang diendus oleh Lees.

Hingga akhirnya mereka bisa terhubung dengan Hesha, tak lama setelahnya, Fedha melihat ruangan penjara itu dari dalam diri Hesha membuatnya mengucap mantera penghilang lapisan sihir itu.

Beberapa saat setelahnya, ia tahu Hesha suka sekali bermain dan mungkin saat ini Hesha sedang mengulur waktu Renuel demi dirinya.

Mereka berdua sampai, dihadapan pintu penjara dengan langkah yang mengendap-endap itu.

Fedha melirik kearah Lees, Lees hanya menganggukkan kepalanya pelan. Iapun mendobrak pintu penjara.

"Lavie de Rehsuu!"

Sebuah asap hijau perlahan menyebar membuat siapapun yang menghirupnya selain ras Shapeshifter akan terjatuh pingsan.

Dan benar saja, Renuel jatuh pingsan saat itu juga. Terakhir yang dirinya lihat adalah keempat anak itu tersenyum penuh kemenangan.

"Ayo kita kembali keatas, Kedha butuh pertolongan!"

TBC
30 Apr 2021

A/n

-

--Rie♡

--Rie♡

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Necromancer [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang