Lelaki itu kini membuka matanya dengan perlahan, hal yang pertama kali ia lihat adalah wajah Ibunya dan beberapa wajah orang yang tidak dikenalinya itu menatapnya khawatir itu.
Perlahan ia bangun dari tempat tidurnya itu sambil memegangi kepalanya yang teramat sakit itu.
"A-apa yang terjadi, Bu?" Ia melirik wanita parubaya disampingnya meminta penjelasan.
Wanita parubaya itu berdeham kemudian menjelaskan singkat alasan ia bisa berada di kasur saat ini.
Orang yang sempat menanyainya itu menundukkan kepalanya kemudian ia berjalan keluar dari kamar lelaki itu dibarengi wanita parubaya yang dipanggilnya Ibu itu.
Ia masih memegangi kepala memikirkan kejadian yang baru saja terjadi itu. Ia melihat siluet dirinya bersama dengan seorang gadis yang ia rasa mirip dengan gadis didalam foto itu.
Tatapannya lurus menatap kedua orang yang perlahan menghilang dari balik pintu itu. Merasa sudah baik, dirinya pun bangun dan berjalan keluar kamarnya itu.
Belum benar-benar keluar dari kamarnya ia kembali memegangi kepalanya yang terasa sakit sekali itu.
Akhirnya ia kembali tergeletak di lantai, sebuah foto yang entah darimana itu melayang kemudian terjatuh tepat digenggamannya.
***
"Cyaen?" tatapannya terkejut kala gadis berambut cokelat itu memeluknya dari belakang.
Seharusnya mereka sudah berpisah dipersimpangan jalan tadi, namun ... lelaki itu menggarukkan kepalanya bingung ia pun memutar badannya dan memutar badan gadis itu juga dan melepaskan pelukannya
Xyzae meliriknya bingung kemudian menepuk-nepuk pundaknya pelan, "sudah kubilang 'kan? Aku ingin kita berteman baik, jika aku memimpikanmu dengan rambut panjang lagi, mungkin aku akan segera memberitahumu."
Penjelasan yang diberikan Xyzae membuat gadis itu mendongak dan menghela nafasnya, kini ia tersenyum lebar dan menganggukkan kepalanya.
Beberapa setelahnya ia menunduk kemudian melambaikan tangannya dan berjalan berlawanan arah dari Xyzae.
Xyzae terdiam beberapa saat, ia mengingat perkataannya tadi. Bertemu dengan Cyaen rambut panjang didalam mimpinya? Itu amat sangat tidak masuk akal menurutnya.
Apalagi gadis itu bukan memanggil namanya dengan benar, Xyzae. Ia malah memanggil sebuah nama yang terdengar asing ditelinganya.
"Siapa Kuroto?"
***
Lagi-lagi, begitu membuka matanya ia hanya mendapati dirinya sendiri didalam ruangan yang serba putih itu.
Merasa sedikit deja-vu dengan situasi ini, ia hanya mampu memejamkan matanya saja dan berharap tidak lagi melihat orang yang mirip dengannya melakukan tindakan diluar imajinasinya. Seperti bergandengan tangan dengan seorang gadis.
Perlahan ia membuka mata berharap kembali ke kamarnya namun yang ia dapati masih sama, ruangan serba putih ini.
Kini ia berjalan dengan pelan sambil membayangkan ia menemukan gadis yang siluetnya gandeng itu. Ia ingin menanyakan beberapa hal padanya.
Beberapa selang setelah ia melangkah maju, ia menemukan sebuah sosok yang membelakanginya itu.
Sosok itu berbalik menampakan seorang gadis yang sama dengan yang digandeng siluetnya itu memperlihatkan senyumannya dari kejauhan.
Laki-laki itu berlari menghampiri gadis yang tak diketahui namanya, begitu pula sebaliknya.
Ketika mereka berhadapan, hal pertama yang dilakukan gadis itu adalah menangis dan memeluk dirinya.
"Kuroto, ku benar 'kan kau Kuroto?" isak tangis terdengar membuat lelaki itu mau tak mau menenangkannya terlebih dahulu.
Setelah beberapa menit akhirnya gadis itu berhenti menangis, "Kuroto ... aku rindu padamu!"
Lelaki itu memiringkan kepalanya bingung, entah darimana gadis ini mengetahui namanya. Ia belum pernah bertemu dengan gadis ini sebelumnya.
"Kau ... siapa?"
Sebuah pertanyaan yang dilontarkan oleh Kuroto membuat gadis itu membulatkan matanya kini ia berjalan mundur menjaga jarak dari Kuroto.
"Kau tak salah, memang benar namaku Kuroto lengkapnya Kuroto Geronimo, tapi maaf aku tidak mengetahui siapa dirimu.
Apa kita pernah bertemu sebelumnya?"
Senyum merekah kala Kuroto mengatakan penjelasannya mengenai ia tidak mengetahui gadis itu sama sekali. Alih-alih menjawab, gadis itu malah tersenyum membuat Kuroto berpikir ribuan kali berusaha mengingat siapa gadis ini sebenarnya.
"Aku, aku ...."
TBC 30 Apr 2021
A/n
Khusus hari ini, akan di update 5 chapter lagi demi memenuhi target biar gak minus //slap ⊙﹏⊙
--Rie♡
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.