Bagian 18 : Petir Menyambar

15 9 5
                                        

Cokelat dari orang asing itu membuat dirinya bingung. Ia baru saja mendaftar disekolah ini itu membuatnya terkesan aneh.

Ia lalu menulis sebuah surat dan memberikannya pada gadis yang berada didepan tempat duduknya.

Gadis itu menoleh kemudian membuka surat itu, "oh aku tahu siapa yang menaruh cokelat itu." kata gadis itu membuat si lelaki mengerjapkan matanya.

Wajah gadis itu rasanya tidak asing baginya, ia seperti mendapatkan hidup kembali. Rasa ingin menyentuh wajah gadis itu tapi ia tersadar kalau itu sangat amat tidak sopan, mengingat dirinya baru saja pindah ke sekolah ini.

"Xyzae ya?" lelaki dengan nama Xyzae menganggukkan kepalanya beberapa kali, lalu tak lama setelahnya gadis itu mengulurkan tangannya, "perkenalkan namaku adalah Cyaen." lanjut gadis itu.

Xyzae dengan ragu menjabat tangan Cyaen membuat gadis berambut cokelat itu tersenyum manis.

"Semoga kita jadi teman baik ya?"

***

Beberapa hari setelahnya, kedekatan Xyzae dan Cyaen menimbulkan beberapa gosip hangat. Diantaranya adalah banyak yang mengira mereka berpacaran.

Xyzae juga tak menyangka ia berteman dengan anak yang cukup populer dikalangan gadis maupun para lelaki. Dan dari rumor yang Xyzae dengar, bahwa Cyaen itu sudah hampir sepuluh kali menolak para siswa yang ingin menjadi kekasihnya.

Setengah bersyukur dan tidak bersyukur karena yang ia kenal pertama kali adalah gadis itu. Xyzae menghela nafasnya saat gadis itu melambaikan tangannya menyuruh dirinya untuk menghampiri.

"Bagaimana?" tanya gadis itu membuat Xyzae memberi gadis itu beberapa kaleng minuman dengan rasa yang berbeda, "ehehe, kau baik sekali!" seru Cyaen sembari memberi dirinya beberapa lembar uang.

Xyzae menggelengkan kepalanya pelan kemudian menyesap kaleng minuman yang ia beli untuk dirinya sendiri.

"Ada apa kau tidak mau uangmu ku ganti?"

Xyzae menolehkan kepalanya, sesaat mereka saling tatap untuk waktu yang cukup lama itu sampai Xyzae berdeham dan ia mengalihkan pandangannya, "h-hanya ... aku mungkin mentraktirmu." kata Xyzae gugup.

Bisa dirinya yakini kalau wajahnya sudah sangat panas sekarang, Cyaen ikut berdeham dan melirik Xyzae dari ekor matanya.

"T-teri

WAHH! Rumor yang dikatakan benar!" sebuah seruan memotong ucapan terima kasih Cyaen. Gadis itu reflek berdiri dan melihat beberapa siswi tengah berbisik-bisik memperhatikan mereka berdua.

Cyaen mengernyit menatap para siswi itu dengan pandangan yang sulit dimengerti membuat salah satu dari mereka maju, "kau memang benar-benar sampah!" cibir gadis yang maju itu kemudian meludah tepat didepan sepatu Cyaen membuat Cyaen tambah menaikkan alisnya.

"Apa maksudmu dengan sampah?" Cyaen beberapa kali menghentakkan kakinya membuat gadis yang berada didepannya itu agak bergidik ngeri.

Beberapa yang lainnya hanya bisa menonton dan berbisik menentukan siapa yang akan memenangkan dari debat tidak penting ini.

"Kau merebut semua lelaki!" tunjuk gadis itu tepat kearah wajah Cyaen membuat Cyaen segera menurunkan telunjuk gadis itu.

Kini dirinya menunduk sedikit dan membaca name tag gadis itu, "oh kenapa kau tahu kalau aku memiliki para fans padahal jarak kelas kita cukup jauh." Cyaen tersenyum tipis membuat gadis didepannya agak mundur beberapa langkah.

Necromancer [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang