"Apa kau berhasil?" pertanyaan yang ditorehkan AiLin membuat dirinya mendapati pukulan dari kakaknya itu.
Athely hanya menggeleng pelan kembali membaca buku dan mulai mengurutkan kejadian-kejadian janggal yang memungkinkan dan mengurutkan mereka satu persatu.
"A-
'BRUK!'
"CARI KE SEGALA ARAH MEREKA PASTI ADA DIRUANG BAWAH TANAH INI!!" sebuah suara yang menggelegar itu membuat mereka berempat bergidik ngeri kecuali Resh, ia berjalan melirik warga kota yang sudah menjelajahi setengah ruang bawah tanah.
Resh menoleh seraya mengintip keluar, "Kita harus cepat." katanya membuat kepala Athely pusing seketika.
"A, a emm aaaaaaaa ini mustahil kita akan mati disini!" Athely mengecilkan suaranya, ia memegangi kepalanya setengah frustasi itu.
Lya memeluk Athely dan menepuk-nepuk pundaknya, "dimana Atha yang aku kenal selalu optimis?"
Ucapan yang diberikan oleh Lya membuat Athely berbinar kini ia kembali membuka acak halaman-halaman buku itu dan akhirnya sampai pada satu titik ia menyuruh mereka semua berpegangan tangan dengan dirinya. Membentuk sebuah lingkaran.
"ApparateDisapparate!"
Sebuah cahaya putih yang menyilaukan itu membuat warga kota dengan segera menghampiri ruangan itu, namun begitu mereka sampai di sana bertepatan dengan cahaya putih yang menghilang, mereka dibuat terkejut saat mendapati ruangan itu kosong.
***
"Harap kepada seluruh siswa dan siswi segera berkumpul di ruang olahraga, saya selaku kepala sekolah ingin memberitahu sesuatu yang amat penting."
'Ding Ding Ding'
"Harap kepada seluruh siswa dan siswi segera berkumpul di ruang olahraga, saya selaku kepala sekolah ingin memberitahu sesuatu yang amat penting."
'Ding Ding Ding'
Sebuah suara speaker berbunyi dua kali membuat salah satu dari ketiga orang yang sedang menikmati makanannya itu mendengus.
"Ada apa dengan Bu Sefania sebenarnya?" lenguh Fya seraya bangun dan merapikan seragamnya, ia pun menuntun Kyo dan menarik Anli yang masih tetap makan itu.
Sesampainya diruang olahraga, sudah ada banyak sekali murid yang datang, dan sepertinya mereka bertiga adalah murid yang terakhir datang.
"Saya mendapat panggilan dari Istana Shapeshifter sedang diserang, dan kemungkinannya akan menyer-"
Belum benar-benar menyelesaikan pidatonya, keadaan ricuh itu tercipta membuat Anli menepuk dahinya. Ia lalu berjalan keatas panggung dan mengambil alih.
"Tolong kalian jangan terlalu panik, kita kali ini mungkin akan selamat jika kalian mau ikut membantu dalam menyembunyikan diri dengan baik di ruangan yang sudah kami siapkan, dan jika kalian bersedia, kami akan sangat tertolong jika kalian membantu dalam melakukan serangan balasan." pidato yang dilanjutkan Anli itu membuat keadaan agak sedikit tenang.
Beberapa dari mereka maju dan beberapa yang lainnya mundur kebelakang, Fya maju paling depan dan Kyo yang berada dibelakangnya itu.
"Baiklah kalian yang berada dibelakang silahkan ikuti Bu Sefania untuk bersembunyi."
Ruangan itu pun seketika kosong, hanya beberapa orang saja yang bersedia. Ada kisaran 5 orang yang ingin ikut membantu, termasuk Fya dan Kyo tentunya.
Seorang lelaki dengan rambut pirang itu mengibaskan rambutnya, "apa kau yakin ingin membawa anak kecil ini ikut serta?" tanyanya kepada Fya.
Kyo yang merasa dibicarakanpun mengembungkan pipinya kesal karena kemampuannya diremehkan.
"Ya aku sangat yakin karena aku mungkin lebih hebat darimu, humph!" Kyo membuang mukanya kesal.
"Selagi kita tertawa, mereka punya kesempatan menghancurkan wilayah Shapeshifter kita harus segera kesana."
Mereka berenam berteleportasi ke istana Shapeshifter, betapa terkejutnya mereka mendapati istana itu sudah hancur sebagian.
Para monster tak berupa itu terus saja merusak kesana kemari.
"Aku punya rencana." usulan yang diajukan lelaki rambut pirang tadi diterima oleh Fya, Kyo, Anli dan kedua gadis yang ikut bersamanya itu.
Kyo mengangkat jarinya dan menanyakan apa yang dimaksud rencana yang diajukan oleh lelaki pirang itu.
"Aku, Visha, dan Ryna akan mengurus monster-monster ini dan kalian akan mencari ratu dan kelima anaknya itu."
Begitu mendapat penjelasan, Kyo hanya menganggukkan kepalanya, dan akhirnya mereka berpisah.
"Hei, Anli apa kau yakin dengan rencana yang dibuat oleh lelaki pirang itu? Entah mengapa aku meragukannya." ucap Fya sembari terus berjalan sesekali merapa mantera saat monster ingin menerkamnya.
Anli mengangkat bahunya, "kita harus menyelamatkan Ratu dan mungkin jika bisa kita selamatkan rakyatnya.
Apa perang yang sama akan terulang kembali?"
TBC 30 Apr 2021
A/n
-
--Rie♡
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.