Dikisahkan dataran ini memiliki 12 klan, para pemimpin klan bersepakat untuk berdamai. Dan karena itulah dibangun sebuah akademi, dan mereka memanggil seorang manusia untuk menjadi penengah mereka.
Sefania, si anak manusia yang beruntung bisa memijaki tanah ini. Dunia fantasi itu tidak seperti yang orang bilang, begitulah pikirnya saat ia mengetahui sebuah perang akan terjadi tak lama lagi.
Dirinya bersembunyi dengan seorang anak dari Sage. Ia mendengar dari seekor burung merpati yang selalu memberinya kabar kalau klan Necromancer telah membumihanguskan wilayah milik klan Magician.
Sefania tertegun, apa yang menyebabkan pemimpin Necromancer tega membumihanguskan wilayah temannya sendiri(?). Bukankah mereka sudah berdamai(?).
Sampai sekarang pertanyaan-pertanyaan itu belum terjawab. Hingga sebuah kabar yang dibawa oleh burung merpati itu membuatnya hampir kehilangan nafasnya, karena saking terkejutnya.
Orang-orang klan Magician seluruhnya sudah tewas. Dan seluruh klan Necromancer juga dihukum mati atas perbuatannya.
Sefania tak habis pikir bagaimana jalan pikiran pemimpin Necromancer tersebut. Maksudnya seharusnya ia menyetujui pernyataan yang dibuat ke-11 temannya yang lain, atau sebuah kemungkinan yang tidak mau Sefania terima kenyataannya. Necromancer tidak pernah menyetujui kontrak itu.
Lalu setelah musnahnya kedua klan itu, para klan yang lain berduka sedalam-dalamnya dan mereka akhirnya memutuskan membuat perjanjian baru.
Dengan itulah, dibangun istana-istana dari berbagai klan.
***
Di suatu hari, dimulailah kehidupan sekolah seperti biasanya. Sefania yang biasanya tidak pernah menerima murid dari klan Warlock, kini ia menerima seorang siswi yang berasal dari klan Warlock.
Seorang gadis dengan rambut pirang yang netranya berwarna ungu bercampur merah jambu itu memberontak saat pertama kali dimasukkan ke dalam akademi.
"Aku tidak mau ke sekolah! Apa Ayah tidak bisa menyamakanku dengan kakak-kakak lelakiku yang lain!" netra miliknya bersinar, gadis itu menghentakkan kaki dihadapan pria parubaya yang ia panggil Ayah.
Sefania terkekeh melihat gadis itu, ia lalu menghampiri gadis itu dan menepuk pundaknya membuat si gadis menoleh dan mengangkat alisnya.
"Ao, patuhilah kepala sekolah. Dan belajarlah dengan benar!" sebuah seruan terdengar dari mulut pria parubaya itu membuat si gadis terkejut kaget.
Ia hanya menunduk dalam diam hingga kepergian ayahnya itu, "kenapa hanya seorang gadis saja bisa merusak citra ayahku?" ia perlahan mendongak sembari berbalik dan menatap Sefania lurus.
Gadis bernama Ao itu kembali tertunduk, Sefania mengangkat wajahnya dan tersenyum.
"Mungkin, Ayahmu ingin kau lebih hebat dari kakak-kakakmu yang lain."
***
Beberapa minggu setelah Ao diterima, Ao yang seorang Warlockdengan kepribadian suram itu berjalan dengan angkuhnya kedalam kelas ramuan.
Ia mendapat peringkat tertinggi dalam penerimaan murid baru tahun ini. Beberapa bisikan terdengar saat dirinya baru pertama kali memijakkan kaki di kelas gabungan itu.
Kelas ramuan adalah kelas gabungan dan mungkin dirinya akan menunjukkan akan kebolehannya itu.
Dua orang gadis kembar dengan rambut pirangnya itu melirik Ao dengan penuh hati-hati, sesekali mereka berbisik mengenai Ao.
Ao tidak memperdulikan itu dan ia terus saja memasukkan botol-botol ramuan tanpa mengikuti anjuran dari guru dan buku panduan.
Semua murid yang berada didalam ruangan itu mulai berbisik—ah lebih tepatnya membicarakan warna yang mulai timbul setelah Ao mencampurkan seluruh ramuan.
Guru kelas ramuan sudah pergi entah kemana.
Warna yang timbul adalah warna hitam bercampur merah pekat. Beberapa dari mereka terperangah dan beberapa lainnya yang sudah membaca ramuan apakah itu dari buku mulai menjauh dari kelas ramuan dan mereka berlarian kesana-kemari.
Ramuan itu perlahan mulai timbul asap dan warna hitam kemerahan pekat itu perlahan berubah menjadi sepenuhnya hitam.
'DHUARR'
Ramuan itu meledak hingga menyebabkan Claxi hancur sebagian. Dan Ao yang baru saja mempelajari sebuah mantera kini menghilang. Dan dia di cap sebagai buronan Claxi.
TBC 11 Mar 2021
A/n
Dengan ini DCM-kuh selesai, tapi ... cerita ini masih belum selesai!
--Rie♡
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.