Gadis itu terbangun dengan air mata yang ada di pelupuknya itu perlahan menetes. Pandangannya yang kabur kini melihat beberapa pasang mata yang menatapnya khawatir itu.
"Eh, kenapa aku menangis?" tanya gadis itu membuat keempat orang didepannya memasang raut aneh.
"Harusnya kami yang bertanya seperti itu, Atha!" Lya mengguncangkan tubuh Athely beberapa kali membuat gadis dengan rambut cokelat panjang itu meneteskan air matanya lagi.
Netra hijau emerald miliknya kini melihat AiLin yang juga menatapnya khawatir, "A-aku bertemu dengannya di ruangan putih itu
Maksudku, Kuroto masih hidup!" seruan yang diberikan oleh Athely membuat Lya melepaskan guncangannya ia kemudian memeluk Athely erat.
"Sadar, kau harus sadar! Dia menghilang bersamaan dengan mantera sihirmu itu!" bentak Lya yang tambah mengeratkan pelukannya itu.
Athely berusaha melepaskan pelukannya kemudian membuat ia menggerakkan tubuh Lya dengan paksa melihat Hylle.
"Hylle yang kemungkinan adalah Ao. Berarti, masih ada kemungkinan kalau itu adalah dirinya 'kan?"
***
"Apa maksudmu!!" Anli berteriak membuat Fya menutup telinganya.
Fya kini melirik keluar jendela, petir masih terus menyambar tiada hentinya itu. Kemudian tatapannya menunduk melihat sepatunya itu.
Kedha yang sedaritadi hanya diam menatap luar jendela kini bersuara, "kita berlima akan kembali ke rumah kita." katanya membuat Clarissa dengan cepat menoleh kearahnya.
Kedha hanya mengangkat tangannya sembari melirik Clarissa sebentar sebelum akhirnya ia kembali melihat keluar jendela besar itu.
"Kau tidak masalah meninggalkan Ibu disaat seperti ini?" pertanyaan yang diajukan oleh Kedha membuat Clarissa membulatkan matanya.
Akhirnya setelah mereka berpamitan dengan Fya juga Anli, mereka berteleportasi ke rumah pohon itu.
"Mereka tidak mendengarkan kita sama sekali 'kah?" Fya yang menunduk itu kini mendongak melihat Anli yang tengah memegang kaca itu.
Tak lama Anli menolehkan kepalanya, "kau salah, mereka mendengarkan makanya mereka memutuskan untuk kembali untuk melindungi Ibu mereka." seraya berjalan mendekati Fya.
Beberapa menit yang lalu, Sefania sang kepala sekolah itu datang membawa berita buruk. Beberapa monster yang entah mengapa bisa ada kembali itu, menyerang wilayah Shapeshifter dan meminta mereka berlima untuk berdiam diri di akademi ini.
Namun dikarenakan ucapan yang diberikan oleh kepala sekolah itu membuat kelima orang itu hanya terdiam sebelum tadi Kedha yang mengerahkan mereka untuk pulang.
"Bagaimana jika terjadi sesuatu pada mahkluk setengah hewan itu!??"
***
"Pffttt hahahaha!
Akhirnya, AKHIRNYA!" sebuah erangan terdengar disusuli beberapa ledakan yang terjadi di wilayah Shapeshifter itu.
Seseorang berjubah itu tengah tertawa didalam kegelapan, hatinya yang diselimuti oleh kegelapan itu menelan dirinya lebih dalam hingga akhirnya seekor monster yang berada didepannya itu datang.
Hendak melahapnya namun tangan seseorang berjubah itu mengangkat tangannya, kemudian mengarahkan tangannya kearah sebuah rumah pohon, didekat pohon itu ada sebuah lubang.
"T-terlambat!!" Kedha berteriak sekencang-kencangnya begitu mereka memijakkan kaki didekat rumah pohon itu.
Pohon sudah terbakar, dan lubang yang sudah dipenuhi oleh beberapa goresan monster yang kini berada dihadapan mereka.
Monster yang menyerupai bentuk hewan itu mengerang begitu tatapan monster itu menangkap lima orang yang mungkin akan jadi santapannya.
"Jahat sekali, mereka mirip dengan hewan." kata Hesha sembari merubah wujudnya menjadi kucing hitam diikuti oleh Fedha yang menjadi kucing putih itu.
Sementara Kedha menjadi seekor rubah, Lees menjadi seekor serigala. Dan Clarissa yang masih tetap pada sosok manusia nya.
"Kalahkan semua monsternya! Aku akan mencari dalang mereka, pasti ada yang mengendalikan mereka dari jauh!" Clarissa berseru sembari mengarahkan tangannya membuat keempat adiknya itu menganggukkan kepala.
Seseorang berjubah itu membelagakan matanya, ia seperti merasakan sesuatu yang begitu aneh dalam dadanya itu.
Sesuatu yang mungkin telah lama hilang.
TBC 1 Mar 2021
A/n
Hepi march!
--Rie♡
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.