Matahari pagi menyapa, samar-samar sinarnya menembus dedaunan hutan meski samar itu dapat membangunkan tiga orang yang masih terlelap itu.
Athely bangun pertama kali, ia meregangkan tubuhnya sebentar lalu segera berdiri dan membereskan sisa api unggun yang mereka buat. Ia melihat kedua kakak-adik itu kemudian ia tertawa melihatnya.
Ia masih sama seperti dulu, masih Atha yang dikenal oleh mereka, seorang gadis yang tidak mengetahui apa-apa dan selalu meng-klaim orang berdasarkan tingkat perkataannya. "Bangun, Lya." gadis yang masih terlelap itu mengerang lalu dirinya melonjak kaget saat mendapati seorang lelaki yang kepalanya terletak di bagian kakinya. Membuat kepala lelaki itu membentur tanah.
"Hoi!" lelaki itu yang ikut bangun menatap Lya dengan perempatan kesal diwajahnya. Ia kemudian melirik Athely yang masih terdiam mengerjapkan mata, kemudian tertawa. "Kau juga!"
Lya berdeham, "AiLin, kenapa kau tidur di kakiku?"
AiLin diam sebentar lalu tertawa membuat Lya kembali mendekatinya dan memukul kepalanya.
Keadaan hutanpun hening seketika, tidak ada yang berbicara selain suara ranting-ranting yang bergesekan akibat dari angin berhembus.
Diantara ranting-ranting itu terdapat suara aneh, asalnya dari balik semak. Athely yang menyadarinya perlahan mendekati semak itu, dirinya tersentak ketika mendengar sebuah suara teriakan memanggil namanya untuk menyuruh kembali.
***
"
Atha! Sadarlah!"
Netra hijau emerald nya menatap sekelilingnya kemudian ia terlonjak dan memeluk Lya lalu ia menangis.
Setelah beberapa saat, sampai matahari sudah berada di puncaknya, barulah ia berhenti menangis dan mulai menceritakan tentang apa yang berada di balik semak itu. Bukan seekor hewan ataupun manusia melainkan sebuah jeritan.
Lya terdiam sesaat mendengar ia bercerita, kemudian menepuk-nepuk punggung Athely. "Sudah, sudah. Mungkin itu hanya khayalan."
AiLin yang menyimak penjelasan dari Athely hanya bisa diam sebentar sebelum akhirnya ia membuka suaranya untuk berpendapat.
"Mereka mengatakan tentang akademi?"
Melihat jawaban yang ditorehkan Athely membuat dirinya mendengus akhirnya AiLin kembali duduk didekat kedua gadis itu.
Tangannya ia angkat keatas seraya mengepalkan tangannya ia kembali berceloteh tidak masuk akal mengenai akademi dan mahkluk fantasi yang berada didalamnya.
Lya tidak bisa membawa mereka kembali ke dunia itu, memerlukan sihir tingkat lanjut untuk berteleportasi antar dimensi. Sedangkan sisa sihirnya hanya beberapa saja.
Dibandingkan dengan Athely, mungkin sihir yang dimiliki Athely sudah ludes bersamaan kemampuan khususnya dalam hal melenyapkan itu.
Lya menghela nafasnya kemudian melirik Athely. Athely yang sudah tenang itu balik meliriknya kemudian kembali menangis.
Beberapa menit hingga suara perut membuat mereka tertawa. Mereka saling lirik dan berhenti melihat AiLin yang sedang memegang perutnya.
"Ah ah ahaha."
AiLin menggaruk kepalanya yang tidak gatal sembari menyengir.
"Sebelum itu mari kita cari makanan atau pekerjaan, kalau kita mengandalkan hutan dalam beberapa hari kedepan pasti kita akan jadi manusia hutan."
***
Setelah berjalan agak jauh dari hutan itu, mereka menemukan sebuah kota. Kota yang asri, banyak sekali tanaman hijau dan pepohonan disana.
Seperti biasa, Athely yang agak norak itu menatap kagum kota itu. Mengabaikan suara yang membuatnya menangis ia langsung memasuki kota dan melihat-lihat. Tak henti-hentinya ia berdecak kagum melihat desain kota yang begitu mempesona.
Sampai akhirnya ia berhenti disalah satu toko, sebuah tulisan aneh terpampang jelas di depannya. Ditambah ada beberapa huruf yang tidak bisa dibaca, matanya kini tertuju pada sebuah bola kristal.
"Lya, AiLin! Cepat!" Ia kemudian menoleh dan melambaikan tangannya pada kakak-beradik yang sedang berlari dari kejauhan itu.
Mereka menarik nafas sebanyak-banyaknya begitu sampai ditempat Athely berhenti.
Lya berkacak pinggang hendak mengomeli Athely namun niatnya diurungkan begitu pintu toko terbuka menampakkan seorang gadis kecil dengan pakaian gotik berwarna ungu.
"Selamat datang di toko milikku, silahkan masuk."
TBC 11 Feb 2021
A/n
Welkum in my shop!
Ayok beli! Gak beli Rie tabok /gak/
--Rie♡
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.