Bagian 3 : Sebuah Toko Antik, Gadis Gotik, dan Sebuah Suara yang Misterius

41 14 2
                                        

"Selamat datang di toko milikku, silahkan masuk."

Sambutan dari gadis kecil yang mengenakan pakaian gotik berwarna ungu itu membuat Athely dan kedua kakak-beradik itu mematung.

Athely melihat gadis kecil itu dengan seksama lalu mulai menaruh tangannya di pucuk kepala gadis kecil itu dan mengusap-usapnya.

"Hei! Atas nama yang kuasa kau terkutuk!!" pernyataan panik yang ditorehkan gadis itu membuat Lya yang masih diam mulai tertawa mendengarnya diikuti AiLin yang tertawa.

Athely yang masih menaruh tangan dikepala gadis kecil itu pun akhirnya melepaskannya. Gadis kecil itu mundur beberapa langkah memasang kuda-kuda. "Benar-benar kalian akan aku kutuk!" pernyataan yang kembali ditorehkan gadis kecil itu membuat Lya maju kedepan dan memukul dahi gadis kecil itu pelan.

"Maafkan! Maafkan aku!" gadis kecil itu berdeham lalu membungkukkan badannya, "silahkan masuk."

***

"Kalian berada di toko antik ku. Namaku adalah Hylle Yein, jadi kalian berada di toko antik milik Hylle!" senyum merekah gadis itu menggoyangkan tubuhnya.

Pakaian yang menyerupai bentuk gaun itu bergoyang-goyang mengikuti gerakan tubuh, kemudian berhenti gaun itu melebar ketika gadis bernama Hylle itu menjatuhkan dirinya untuk duduk di lantai.

Athely yang kagum itu masih melihat-lihat benda toko ditemani Lya ia mengabaikan gadis kecil yang tengah berceloteh sendiri, sementara AiLin berada didepan memperhatikan jalanan kota.

"Hei! Kalian tidak sopan mengabaikan Hylle saat Hylle berbicara!" gadis kecil itu bangun lalu menghentakkan kakinya beberapa kali kemudian ia menghampiri Athely juga Lya yang berada di sebuah rak buku. Hylle menarik-narik pakaian yang dikenakan Athely juga Lya.

Athely diam kemudian menunduk melihat Hylle, "maafkan aku." ucapnya seraya menyentuh pucuk kepala gadis itu. Hylle langsung menjauh dan kembali memasang kuda-kuda.

Dirinya terdiam beberapa saat kemudian menghela nafasnya, "dengarkan Hylle berbicara!" seruan yang diberikan oleh Hylle membuat Athely terkekeh sedikit kemudian ia memasang pose untuk menyimak apa yang akan dibicarakan oleh gadis itu.

Berbeda dengan Athely, Lya malah asik menyusuri rak buku yang terdapat tulisan-tulisan antik.

Penjelasan dari gadis kecil itu dimulai, Athely menyimaknya namun sesekali ia ikut menyahuti Lya yang berseru menemukan buku aneh. Penjelasan yang membutuhkan banyak waktu hingga AiLin yang jenuh menunggu didepan toko ikut masuk.

***

Matahari hampir terbenam, penjelasan dari gadis kecil itu mengenai toko antiknya belum juga selesai. Hingga Athely memberhentikannya.

Ia berdeham kemudian menghela nafasnya, "maaf, kami lapar." katanya yang membuat Hylle tersipu malu.

Memang benar, Hylle sampai lupa menyajikan makanan kecil untuk mereka yang berkunjung, dikarenakan hanya sedikit sekali yang mengunjungi toko antiknya itu.

Sementara ia pergi ke dapur untuk mengambil makanan, Lya mendekati Athely kemudian membisikkannya suatu hal yang ditemukannya di rak buku.

Sebuah foto seorang gadis dengan rambut pirang, iris berwarna merah muda dengan kilatan ungu itu terkesan sendu.

"Bukankah dia Ao?"

Athely menoleh ke AiLin yang mengucapkan sebuah nama. Kemudian ia melirik Lya, Lya menganggukkan kepalanya kemudian kembali menyimpan foto itu ke tempat semula. Dan mengembalikan buku itu.

"Apa Hylle ada hubungannya dengan penyihir yang membuatku menderita?" Athely memicingkan matanya yang tertuju pada Hylle yang baru saja keluar dengan nampan berisi makanan ringan.

Hylle tersenyum ia lalu berlari kearah mereka dan sesampainya ia, ia langsung meletakkan nampan itu di lantai. Mereka duduk mengitari nampan itu.

"Maafkan Hylle. Hylle sangat jarang kedatangan tamu, Hylle lupa menyajikan makanan untuk kalian!" Hylle membungkuk beberapa kali mengucapkan kata maaf yang terus terulang.

Athely dan yang lainnya hanya tersenyum memaklumi gadis kecil itu. Sebuah toko antik, siapa yang mau datang ke toko antik sementara di sekelilingmu terdapat banyak sekali toko dengan hiasan lebih indah.

Interior toko antik memang sangat antik berbeda dengan interior toko yang lainnya, toko antik memiliki kesan sendiri. Ditambah pemilik dari toko antik itu adalah seorang gadis kecil yang memakai gaun gotik berwarna ungu, mungkin sudah sepatutnya dicurigai.

Tapi kalau memang benar, apakah Hylle ada hubungannya dengan kejadian di masa lalu itu.

Athely diam ia sedang memikirkan sesuatu, sebuah kemungkinan yang terburuk terpintas dipikirannya saat ia kembali mendengar sebuah jeritan meminta tolong.

"Tolong aku! Cepatlah kembali kesini, Adhel!"

TBC
12 Feb 2021

A/n

Adhel? Siapa lagi tuh🌝

--Rie♡

--Rie♡

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Necromancer [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang