Bagian 4 : Gadis Gotik, Seorang Lelaki dan Suara Misterius

43 12 0
                                        

Suara yang tiba-tiba terlintas di kepalanya itu membuat Athely terdiam. Alih-alih menikmati sajian yang diberikan oleh Hylle. Athely justru memikirkan suara yang terus memanggil nama 'Adhel' pikirannya kini terjebak di masa lalu.

Saat dimana ia mengunjungi rumah keluarga klan Shapeshifter dirinya disanjung oleh lima anak dengan telinga hewan itu. Lalu kalau tidak salah seseorang menyebutnya 'Adhel', seorang lelaki yang kurang sopan menurutnya.

"Kau dengar, Atha?" dirinya mengerjapkan mata beberapa kali kemudian melihat Lya yang sedang mengibaskan tangannya didepan matanya.

Athely memiringkan kepalanya bingung kemudian meminta Lya untuk berbicara ulang. Soal gadis gotik itu, ia pamit pergi keluar untuk membeli beberapa barang antik atau sejenisnya mungkin.

AiLin yang masih asik menikmati kue-kue kering itu mulai tersedak saat dirinya merasa ada yang aneh dengan perubahan hawa yang tiba-tiba itu. Dirinya melihat sekeliling kemudian berhenti didepan Athely. "Athely-- di belakangmu!" ia berseru sambil menunjuk belakang Athely.

Athely menunjuk dirinya sendiri kemudian perlahan ia menoleh dan tercengang melihat suatu benda-ah lebih tepatnya siluet bayangan berbentuk seorang lelaki. Lya yang gemas akan tingkah dari Athely yang bukannya kabur malah berdiam diri itu, kemudian menarik lengannya dan mereka berlari kedepan pintu.

"Pintunya tidak bisa dibuka!" AiLin menggebrak pintu itu saat gagangnya macet. Kemudian dari siluet cahaya itu muncullah sebuah cahaya yang amat menyilaukan yang membuat mereka terpaksa menoleh dan kemudian menutup mata saat sinar itu kian terang.

"Hylle dimana?"

***

Renuel Kagumi. Begitulah ia menyebut namanya, seorang lelaki dengan rambut berwarna abu-abu disertai netra berwarna jingga itu. Dirinya kini sedang duduk diantara Athely dan Lya, ia berada di tengah-tengah para gadis dan merangkul mereka.

"He-hei! Mau sampai kapan kau merangkul Athely!" seruan tidak terima dikeluarkan AiLin saat lelaki itu kian mendekati Athely.

Athely tersenyum miring kemudian terkekeh mendengarnya, "h-harusnya aku yang marah, AiLin."

Renuel tertawa kemudian dirinya melepaskan rangkulannya dan berdiri, kini ia berjalan menuju jendela toko dan melihat kota yang sangat sibuk menjelang malam itu.

Hylle belum juga kembali dari acara belanjanya membuat lelaki itu bebas melakukan apapun yang ia inginkan termasuk menggoda mereka.

Athely bangun kemudian menghampiri Renuel, ia memegang pundak lelaki itu kemudian menyebut namanya. Melihat respon dari Renuel membuatnya sedikit terkekeh akan dirinya yang tiba-tiba terlonjak kaget itu.

"Kau dan Hylle ada hubungan apa memang?" tanyanya kemudian setelah terjadi keheningan beberapa saat itu.

Renuel berdeham beberapa kali kemudian mengarahkan tangan kirinya 'tuk menutup mata kanannya, "kami adalah orang yang terikat oleh Dewa. Kami adalah belahan jiwa yang terpisah untuk melayani Dewa yang sudah lama hilang, setelahnya kami berpisah, dan sekarang kami hanyalah sebuah raga tanpa jiwa. Jiwa kami sudah dimakan oleh kegelapan hahahahaha!"

Lya ikut berdiri dan menghampiri kedua orang itu kemudian ia menyentil dahi Renuel yang tingginya tak jauh darinya.

"Apa yang kau katakan tidak masuk akal!"

Renuel mengaduh sakit kemudian ia menutup seluruh mukanya dan kembali tertawa aneh.

"Wahai kau jiwa yang tersesat diantara kabut! Yang kukatakan tidaklah benar namun tidaklah salah! Hahaha!"

Necromancer [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang