Alih-alih mereka khawatir akan keadaannya Hylle, AiLin justru mengatakan topik yang membuat Athely memegangi kepalanya sakit.
Berbagai pertanyaan mulai muncul dibenak Athely hingga akhirnya mereka ditegur oleh Lya.
"Hei, lihat ada sesuatu yang janggal disana!" kata Lya setelah menepuk pundak Athely dan juga AiLin.
Athely mengerjapkan matanya beberapa kali, ia melirik sekitar sebentar hingga matanya terpaku melihat Hylle yang nampaknya sudah baik-baik saja.
Mendengus gadis berambut pirang itu ia memutar kepala Athely tuk membuat gadis itu melihat ujung ruangan yang nampak aneh tersebut.
"Ayo, kita kesana."
Mereka berlima berjalan pelan mendekati ujung ruangan itu dengan Lya yang memimpin. Lalu gadis itu memegang dinding tersebut dan sebuah getaran yang cukup keras pun timbul akibat ia menyentuh dinding itu.
Dinding itu terus menerus bergetar hingga terbuka 'lah sebuah ruangan dengan tangga yang menuju kebawah.
Saat Lya ingin masuk lebih dalam, Athely mencegahnya ia lalu mengarahkan sebuah benda yang diambilnya tadi dan melemparnya.
Mata mereka membelagak ketika melihat benda itu terbelah menjadi dua.
"Menunduk!"
Hylle berseru ketika matanya menangkap sesuatu, dan benar saja ketika mereka menunduk, benda yang terbelah dua itu memunculkan serpihan kaca dan mengarah kembali kearah mereka.
***
Di lain tempat seperti apa yang dikatakan oleh lelaki berambut pirang itu, Visha, Ryna dan dirinya mengurus monster-monster dan mereka bertiga kini sudah memasuki istana.
"Anli, entah kenapa aku tidak yakin dengan yang dikatakannya tadi. Terlebih aku merasakan sesuatu yang aneh dari lelaki itu." Fya bergumam seraya berjalan menyamakan langkahnya dengan Anli.
Anli berdeham beberapa kali kemudian melirik Kyo sekilas dan ia berhenti melangkah, "jika lelaki itu memiliki rencana yang lainnya, pasti Visha dan Ryna akan menahannya." jelas Anli lalu berjalan lagi menyusul Kyo.
Keheningan kemudian terjadi diantara mereka, hanya ada langkah kaki yang mengisi keheningan itu.
"Kyo mendengar sesuatu diujung sana!" anak kecil itu berteriak membuat Anli langsung merentangkan tangannya dan menyuruh mereka untuk diam.
Begitu ingin membaca mantra, suara seseorang yang sedang menyemangati itu terdengar dari ujung sana membuat Anli mengurungkan niatnya karena ia mengetahui suara itu.
Tak lama muncullah empat anak yang mereka cari dan seorang ratu.
"Syukurlah Anda baik-baik saja." ucap Anli seraya membungkukkan setengah badannya.
Ratu itu tersenyum tipis, "Kedha membutuhkan pertolongan kalian." balasan yang diberikan oleh Ratu membuat Anli membulatkan matanya. Sepertinya rencana yang disusun oleh lelaki pirang itu telah membuat sepasang jebakan.
"Ohh, ayo kita berteleportasi ketempat Kedha!" Fedha mengusulkan seraya meraih tangan yang lainnya dan mereka menghilang setelah Fedha mengucap mantera.
Tersisa-lah Ratu, Fya, Hesha dan Kyo, Fya mengawal Ratu dari belakang dan Kyo serta Hesha yang berada didepan menuntun mereka untuk keluar.
***
"Seperti itu, Nona Rysilla." setelah mendengar penjelasan dari Sefania, Athely ingin segera menghampiri mereka tapi dengan kekuatannya yang belum pulih ia tidak mungkin bisa melakukan menahan serangan anak bernama Fee itu.
Klan Necroro itu abadi jika memiliki sebuah tumbal, lalu apa jadinya jika ia tidak memiliki tumbal? Atau mungkin ada yang menyebabkan Klan Necroro itu musnah, tapi ... dengan apa(?).
Athely memegangi kepalanya yang sudah sakit tidak bisa mencerna lagi, ia melirik sekitarnya ada banyak sekali orang di ruangan putih ini.
Ia setidaknya harus melindungi setengahnya, dan mungkin jika ia mampu ia ingin menyelamatkan semuanya.
"Apa yang kau katakan?!"
"Itu seseorang yang pernah melawan kita, ia datang!"
"Tapi ada yang aneh dengannya ...."
Beberapa suara tidak terdengar begitu jelas, hingga debuman demi debuman terdengar dari ruang persembunyian mereka.
Para siswi berteriak takut, sementara Sefania berusaha menenangkan mereka semua untuk tidak panik, Athely perlahan menyelinap keluar.
Begitu ia sampai di pekarangan akademi itu, ia menutup mulutnya tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Dua orang yang ia kenali sedang bertarung. Dua orang yang memiliki rupa yang sama itu, dan suara mereka yang sama. Satunya seperti sangat kewalahan sedangkan yang satunya sangat lihai.
Iris mata emerald miliknya mengerjap beberapa kali ia melirik sekitar, tidak adakah yang bisa ia perbuat(?).
Akalnya mungkin saat ini sudah hilang saat ia berjalan ketengah-tengah mereka dan merentangkan tangan.
"Berhenti, kalian!"
Dengan mata yang terpejam, Athely menyerukan isi hatinya, namun yang satunya bukannya justru diam mematung ia malah ingin melempari Athely dengan beberapa bola api.
"Athely, ini aku yang asli! Kau sangat aneh ingin memisahkan aku dengan seseorang yang meniru rupaku."
TBC 31 Mei 2021
A/n
-
--Rie♡
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.