Langit itu memang bohong. Tidak ada kutukan yang didapat karena melihat langit itu, yang mereka lihat saat ini mungkin sebuah ilusi.
Ilusi yang membuat mereka menganggap jika yang didapat oleh Kedha itu karena langit itu.
"Ahh, kesimpulan berarti ... ada sesuatu yang terjadi di masa lalu yang berhubungan dengan langit kah?" Hesha mengangguk menjawab pertanyaan Fedha, sementara Fedha mengangguk-angguk dirinya kemudian mendekati Kedha dan memegang kepala Kedha tak lama dirinya mendekat melihat mata.
"Ohh, kau mulai tertarik dengan kembaranmu sendiri?" cibiran yang dikeluarkan oleh Kedha membuat Fedha segera menepis wajah Kedha membuat Kedha terjatuh karena hempasannya itu.
Mereka kini terdiam, sampai Hesha mengangkat tangannya membuat mereka mengalihkan pandangan kearah gadis itu.
"Kemungkinan hanya perasaanku saja atau entahlah
Kyo itu anak yang turun dari langit untuk mencari tumbal?"
***
Tatapan kagum masih tak luput dari netra hijau emerald milik Athely, ia sangat amat kagum akan sebuah mantera yang diucapkan oleh Resh.
Entah bagaimana caranya, mantera-mantera itu berguna di dunia manusia ini.
"Ah, jadi maksudmu langit itu berbohong karena sebenarnya dunia ini dan dunia tempat Claxi Academy berada itu adalah satu?" pertanyaan yang dilontarkan oleh Lya membuat mereka yang tadinya diam kini melihat kearahnya dengan tatapan bingung tak terkecuali dengan Resh.
Resh mendongak sebentar, "kau tahu mengapa aku bisa kesini? Karena aku dibawa oleh Shadow Master itu." jelas Resh seraya berjalan pelan diikuti Athely, Lya dan AiLin dibelakangnya.
Mereka berempat berhenti dan kembali menoleh melihat Hylle yang sedang memegangi dadanya itu.
Gadis kecil itu melompat beberapa kali membuat mereka kecuali AiLin menghampirinya.
"Hylle kau tidak apa!?"
Hylle menatap nanar, telapak tangan kanannya mengarah mengusap wajah Resh yang lebih dulu menangkapnya itu sebelum ia terjatuh.
"Resh, aku merasakan sesuatu ... mungkin ini aneh tapi aku merasa ada sebagian diriku yang menghilang." lirih Hylle kemudian melirik Athely yang menatapnya khawatir itu.
Athely memegangi kedua wajah Hylle, "katakan apa yang hilang, mungkin setidaknya aku bisa membantumu!"
"Seseorang telah mengambil sebagian jiwaku."
***
"Kyo sangat senang berada disini!!" seorang lelaki dengan tubuh yang rada pendek itu melompat kesana kemari kemudian keluar masuk mengelilingi perpustakaan.
Disela-sela ia memilah rak buku yang menarik perhatiannya itu, ia selalu melihat kearah Fya dan juga Anli yang mengawasi. Tak lama ia mengerucutkan bibirnya.
Fya memiringkan kepalanya kemudian ia melirik Anli. Mereka berdua menganggukkan kepala kemudian meninggalkan lelaki itu sendirian di perpustakaan besar itu.
Senyum merekah diwajahnya, "baiklah aku akan menjelajahi tempat ini sepuasku!" serunya sembari kembali berlari menyusuri rak demi rak yang ada.
Tanpa ia sadari, Anli memasang sebuah sihir pemantau. Sehingga Kyo tidak lepas dari pantauannya.
Kyo terdiam disebuah rak yang paling ujung kemudian dirinya berjinjit dan mengambil sebuah buku.
"Bukunya aneh!" serunya setelah melihat sampul buku yang menyerupai ular itu. "Sebuah catatan?" katanya lagi setelah membaca halaman pertama dari buku itu.
Kini ia membawa buku itu dan duduk disembarang tempat, kemudian ia membacanya. Saking asiknya membaca dirinya sampai terlelap.
Barulah Anli dan Fya memasuki ruangan, mereka mendekati anak itu kemudian mengambil buku yang ia bacanya.
"Buku apa ini?" tanya Fya setelah melihat sampul buku itu.
Anli mengangkat bahu acuh, kemudian menghilang manteranya seraya membopong tubuh Kyo.
"Ayo kita rebahkan dia di kasur."
"Semoga Bu Sefania tidak marah."
TBC 4 Mar 2021
A/n
-
--Rie♡
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.