Bagian 5: Hari ke-Lima

28 11 3
                                        

Sesuatu tengah terjadi disana. Di Akademi itu pasti sedang terjadi sesuatu, begitulah pikir Athely saat terakhir kali ia mendengar jeritan seorang gadis yang amat nyaring itu.

Ia masih menatap kosong jendela toko, sampai sebuah siluet bayangan mengagetkannya. Agak menjerit, ia mencoba mengusap-usap matanya beberapa kali kemudian kesadarannya kembali, kini ia menatap lurus jalanan yang sepi itu, hanya beberapa toko yang buka dan beberapa orang yang masih lalu lalang.

"A-apa aku harus kesana?" lirihnya seraya menatap langit-langit toko kemudian melihat Lya dan AiLin yang masih terlelap.

Tatapannya berhenti pada Renuel yang masih terjaga, lelaki itu tengah membaca sebuah buku. Dengan perlahan, Athely mendekati lelaki itu kemudian duduk disebelahnya dan ikut membaca apa yang dibaca olehnya.

***

Keesokan harinya, Athely dan kakak-beradik itu pamit, Hylle sempat menahan tangan Athely namun Athely melepaskannya. Dan berkata ia harus pergi.

"Aku harus pergi, Hylle." katanya sambil mengusap pucuk kepala Hylle. Mereka lalu pergi meninggalkan gadis dengan gaun gotik berwarna ungu itu sendiri di depan toko antik.

Hylle tersenyum manis kemudian melambaikan tangannya kearah mereka yang kian menjauh.

Athely balas melambaikan tangannya sekilas, kemudian ia mencengkram lengan Lya dengan mendadak membuat gadis berambut pirang itu terkejut.

"Ada apa, Atha!" ia berseru kala cengkraman tangan Athely makin kuat.

AiLin yang melihatnya segera melerai mereka, dengan cara ia yang menggantikan posisi Lya. begitu tangan Athely mencengkramnya, ia menjerit saat cengkraman yang begitu kuat.

"Suara itu!"

Mereka dengan bersaman menanyai suara apa yang membuat Athely kian waktu panik.

"Akademinya!" Athely melepas cengkramannya, ia lalu memegangi kepalanya dan berjongkok menahan jeritan yang sangat ia ingin keluarkan.

Lya yang sadar mendapati tatapan aneh dari beberapa pasang mata yang berlalu lalang itu mulai menarik Athely serta AiLin ke ujung jalanan kota.

Mereka akhirnya sampai disebuah taman, "tenang tenang." Lya memeluk Athely mengusap punggungnya.

Athely yang terlihat gelisah itu mulai tenang, tak lama ia meneteskan air matanya, ia kemudian terisak dipelukan Lya.

Beberapa jam kemudian, setelah Athely berhenti menangis. Matahari siang menyinari menembus kulit, matahari sudah sampai kepuncak dan Athely baru saja menyelesaikan ceritanya.

Ia bercerita sangat panjang membuat Lya hanya bisa mengusap-usap punggung Athely. Sementara AiLin yang tengah bersandar dibawah rindangnya pohon didekat mereka, AiLin bersenandung kecil sembari menatap lalu lalang para warga kota.

"Aku akan mencari beberapa informasi." katanya sebelum ia benar-benar menghilang dari pandangan mereka berdua.

Tersisa-lah Athely yang sudah diam dengan Lya yang masih mengusap punggungnya, "Lya, benar 'kan kalau Claxi Academy tidak ada yang terjadi?" Athely melepas pelukan Lya kemudian melihatnya dengan tatapan khawatir.

Lya bangun kemudian berkacak pinggang, "tenang saja! Kita baru empat ah mungkin lima hari setelah kita kembali ke dunia ini. Tidak secepat itu terjadi sesuatu disana." penjelasan yang diberikan Lya membuat Athely menundukkan kepalanya, kemudian ia mendongak dan melihat matahari siang itu dari balik jemari-jemarinya.

Ia menghela nafas panjang, "ya, kita baru lima hari sampai sini. Jika tidak terjadi apapun. Kita selamat, dan mereka juga selamat."

Lya mengangguk-angguk, ia kembali mendekati Athely dan duduk disampingnya.

Tak lama AiLin datang dengan senyum merekah diwajahnya. Ia melambaikan tangan dari jauh sampai ia sampai didekat mereka berdua, ia langsung berjongkok dihadapan kedua gadis itu. Senyumnya yang tak lepas dari wajahnya yang polos menyiratkan kebahagiaan yang baru saja ia temui.

"Kabar baik! Kita mendapat tempat menginap."

TBC
14 Feb 2021

A/n

Hepi palentin-!

--Rie♡

--Rie♡

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Necromancer [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang