"Enyah kalian!"
Seruan terdengar, iris mata dirinya yang sayu perlahan melotot seketika. Masih dengan melihat kedua lelaki dihadapannya, namun fokusnya tertuju pada anak lelaki yang hampir mirip dengannya itu.
Senyumannya mengembang kala anak lelaki itu justru maju memberontak dan merentangkan tangannya.
Telapak tangan gadis berambut perak itu mengarah tepat di jantung anak lelaki itu, netra milik mereka saling bertubrukan satu sama lain beberapa menit hingga akhirnya sebuah cahaya putih keluar dari telapak tangannya dan mengarah pada anak lelaki itu.
"Kyo!!"
Ruangan yang mendadak terang itu membuat mereka semua memejamkan mata, cukup lama hingga ruangan kembali seperti semula.
Seorang lelaki berambut pirang dengan nafas terengah-engahnya itu menatap tajam gadis berambut perak itu.
Clarissa segera berlari menghampiri Kyo dan memeluk anak lelaki itu, mereka menatap lelaki berambut pirang yang tidak dikenal itu kemudian beberapa langkah terdengar menghampiri mereka.
Tampak tiga orang gadis dan satu orang lelaki yang datang, kedua gadis itu segera berlari menghampiri mereka yang terluka dan mengobatinya. Sementara satu gadis yang lain segera menghampiri Fedha.
Dengan nafas yang terengah-engah Kedha terkekeh melihat lelaki berambut pirang yang menolong saudaranya, kemudian ia jatuh terduduk.
"Siapa kau berani-beraninya!?" Fee berseru sembari menunjuk lelaki berambut pirang yang tidak ia kenal itu.
"Renka! Renka!"
Dirinya panik memanggil sebuah nama, namun sang empunya nama tak kunjung datang. Netranya yang berwarna merah itu melirik kesekitar lalu menemukan seorang lelaki yang sudah sekarat tengah diobati oleh musuh.
Fee terdiam melihat Renka yang justru diobati oleh musuhnya itu, apa yang sebenarnya dewa inginkan padanya.
"Kenapa ...?"
"Kau tanya kenapa?" lelaki berambut pirang itu menyahut membuat decakan terdengar dari gadis dihadapannya ini.
Clarissa melirik Visha juga Ryna meminta penjelasan mengenai lelaki berambut pirang itu namun mereka tidak menjawab sama sekali. Lalu dirinya menanyai Hesha dan Kedha, sama seperti Visha dengan Ryna yang tidak menjawab.
Suasana mendadak hening membuat mereka was-was. Kyo yang masih ada dipelukan Hesha itu meronta dan berjalan gontai menuju tengah-tengah Fee dan lelaki pirang itu.
Lelaki pirang itu menoleh menatap Lees tepat di bola matanya, layaknya mengatakan sesuatu, Lees langsung menganggukkan kepalanya.
Dirinya menarik paksa lengan Clarissa, Hesha, Fedha, Kedha, Visha juga Ryna. Mereka yang ditarik tangannya terlihat kebingungan namun setelah mereka mengerti untuk apa segera saja Clarissa menghampiri lelaki bernama Renka yang sudah tersungkur itu.
"Teleportav!" mereka berteleportasi meninggalkan Anli, Kyo, lelaki pirang dan Fee.
Netra merah milik Fee menyipit kemudian dirinya tertawa terbahak-bahak.
"Kalian kira aku akan tinggal diam saja?" matanya terpejam sesaat kemudian ia mencekik leher Kyo dan mengangkatnya ke langit. Beberapa saat kemudian mereka berdua menghilang.
Lelaki pirang itu menoleh melihat Anli, "apa kau tahu? Aku sudah lama menunggu dirinya ... Aku ingin melihat mereka bertemu."
Anli menggelengkan kepalanya kemudian ia ikut berteleportasi, kemungkinan besar Fee serta Kyo menuju Akademi Claxi sangat besar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Necromancer [END]
Fantasy[Daily Clover Marathon 2021] [Fantasy & (Minor)Romance] Hal-hal yang masih erat kaitannya dengan Claxi Academy. Ia mendengarnya, jeritan orang-orang disana. Jeritan yang memilukan. *** ©2021, -melrielin_ *** Cover by: @SOUYAMILK Start on 2 Februari...
![Necromancer [END]](https://img.wattpad.com/cover/253358371-64-k393072.jpg)