Semenjak kepulangan Athely atau yang sering dipanggil Atha ke dunia asalnya, para mahkluk yang mendiami dunia itu mulai bersimpati dan memiliki pertanyaan yang besar mengapa akademi itu bisa hancur.
"Hahhh, lelah sekali!" seorang gadis dengan rambut pirang sebahunya itu meregangkan tubuhnya kala selesai mengangkat beberapa buku kembali ke tempatnya.
Tak jauh darinya, terlihat seorang lelaki berambut hitam, iris matanya yang berwarna pelangi itu menatap tajam gadis yang tengah bersantai itu.
"Fya, cepat bereskan!"
"Aku sudah membereskannya wahai Sage yang agung!" balasan yang ditorehkan gadis itu membuat perempatan siku-siku muncul di dahi lelaki itu, seraya menghentak-hentakkan kakinya ia kembali melayangkan tatapan yang kian menajam seakan siap menusuk gadis itu kapan saja.
Gadis bernama Fya itu mendengus kemudian kembali merapikan buku-buku itu.
Mulutnya tak berhenti menyumpah serapahi lelaki yang dipanggilnya Sage itu. Ia menyudahi sumpah serapahnya saat merasakan sebuah aura yang sangat membahayakan keluar dibelakangnya.
"A-ANLII!!"
***
Telinga kelincinya bergerak-gerak kemudian ia menolehkan kepalanya mendapati seorang gadis dan lelaki yang bertelinga kucing tengah bersantai di ujung ruangan.
"Hesha, Fedha, Kedha, Lees jangan bermalas-malasan!" katanya menyebutkan keempat nama saudara-saudarinya itu. Kedua lelaki lainnya itu mendengus kemudian melemparkan sebuah sapu kearah gadis bertelinga kelinci itu.
"Apa yang kau bilang, Claris?"
"Apa yang kau bilang, Clarissa?"
Kata mereka dengan berbarengan, lalu lelaki dengan telinga rubah kemudian keluar dari rumah pohon yang tengah di bersihkan itu, sesampainya didepan pintu, wujudnya berubah menjadi rubah sepenuhnya kemudian ia melompat dan menghilang diantara kabut yang entah kapan munculnya itu.
Gadis bertelinga kelinci bernama Clarissa itu menghela nafasnya panjang, kemudian ia kembali melihat lelaki yang melempari sapu itu, ia berjalan kearahnya kemudian tersenyum. "Lees, maaf." katanya seraya mengelus pucuk kepala lelaki serigala itu.
Kemudian setelahnya ia berkacak pinggang dan mengarahkan ujung sapunya kearah dua kucing yang sedang bermalas-malasan itu.
"Kalian, setidaknya bekerjalah! Gunakan sihir kalian!"
***
Seorang wanita tua dengan kacamata bulat itu berdeham beberapa kali saat memasuki perpustakaan.
Dua orang yang sedang bertengkar itu ikut berdeham beberapa kali kemudian menunduk, Fya menyengir kemudian mendongak lebih dulu diikuti lelaki bernama Anli itu.
Wanita tua itu berjalan menuju kursi dan duduk, "sudah berapa hari sejak kepulangan mereka?" tanya wanita tua itu.
Anli mendongak kemudian menggaruk kepalanya, dan mulai menghitung menggunakan jarinya.
"Sekitar tujuh sampai delapan hari mungkin."
Wanita tua itu diam beberapa saat, ia lalu bangkit dan berjalan menuju lelaki itu. Iris matanya kini menyorot akan kesedihan yang mendalam. "Anli, sudah menjadi Sage murni ya? Saya sarankan untuk dirimu jauh-jauh dari mahkluk yang lain. Mereka bisa saja menggunakanmu untuk hal yang lain." jelas wanita tua itu sembari mengelus pucuk kepala lelaki dengan iris mata berwarna pelangi itu.
Ia menunduk beberapa saat, sampai wanita tua itu keluar dari perpustakaan. Ia menghela nafas panjang, matanya melirik Fya yang hanya diam saja memperhatikannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Necromancer [END]
Fantasía[Daily Clover Marathon 2021] [Fantasy & (Minor)Romance] Hal-hal yang masih erat kaitannya dengan Claxi Academy. Ia mendengarnya, jeritan orang-orang disana. Jeritan yang memilukan. *** ©2021, -melrielin_ *** Cover by: @SOUYAMILK Start on 2 Februari...
![Necromancer [END]](https://img.wattpad.com/cover/253358371-64-k393072.jpg)