Semenjak kepergian Hylle kembali ke tokonya, kini menyisakan dua orang gadis yang tengah bercermin. Mereka agak sedikit bersenda gurau mengenai apa yang terjadi waktu itu.
Waktu dimana rencana untuk membuktikan bahwa bukan Athely lah yang melenyapkannya, Athely tidak bisa mengendalikan kekuatannya itu. Rencana dengan menggandeng seorang lelaki, kemudian sore harinya ia di bully namun kekuatan yang tak terkendali itu melenyapkan orang yang telah membullynya.
Sesaat beberapa tetes air mata perlahan mulai jatuh dari kelopak mata gadis itu. Ia berdiam diri, seraya menunduk dirinya membuat gadis yang lainnya menepuk pundaknya beberapa kali.
"Kau pasti merindukan orang itu ya, Athely?"
***
Keesokan harinya, mereka berdua dibuat bingung dengan AiLin yang tak kunjung kembali ke penginapan sejak tadi malam. Ditambah saat mereka keluar dari penginapan hanya sekedar berjalan-jalan itu, banyak sekali pasang mata tertuju pada mereka. Bisikan-bisikan penuh kebencian itu ditujukan pada mereka.
Lya mengabaikannya sementara Athely hanya bisa menundukkan kepalanya, beberapa kali mereka menubruk orang—ah bisa dikatakan beberapa orang itu yang menubruk mereka baik disengaja maupun tidak, Athely langsung membungkukkan badan dan meminta maaf.
"Athely, kau sungguh baik hati." ucapan yang ditorehkan dari Lya membuat gadis pemilik iris hijau emerald itu agak tersipu malu.
Kini mereka berada disebuah tempat yang mungkin dinamakan kedai eskrim. Mereka memesan semangkuk eskrim dengan rasa vanila, karena uang yang AiLin kasih hanya sanggup membeli satu mangkuk saja.
Gaji yang diterima AiLin adalah setiap harinya satu koin perunggu. Dan satu mangkuk eskrim seharga satu koin perunggu saja. "Hahh, aku merasa kita berada di dimensi lain." helaan nafas yang dikeluarkan dari Lya itu membuat Athely mengernyitkan alisnya.
Dua orang gadis itu terdiam sampai sebuah suara jeritan terdengar tak jauh dari tempat kedai eskrim itu. Tak lupa dengan menaruh koin perunggu itu, mereka dengan cepat pergi menghampiri asal suara itu.
Sampailah mereka disebuah taman. Beberapa orang sedang mengerubungi sesuatu, mereka yang tubuhnya kecil memaksa masuk dalam kerumunan itu.
Mulut Athely juga Lya menganga begitu melihat apa yang ada didepannya. Seorang pria parubaya dengan tatapan kosongnya tengah mengarahkan tangannya kearah matahari, namun ada yang aneh dengan pria itu.
Ia tidak lagi memiliki bayangan.
***
"Shadow Master?"
Sebuah pertanyaan diajukan oleh Clarissa saat ia mendapati kejelasan yang diberikan oleh Kedha itu. Melihat Kedha yang menggelengkan kepalanya pelan itu membuat perempatan siku muncul di dahinya.
Kini mereka berlima sedang duduk melingkar melakukan tradisi turun temurun untuk sekedar menunggu makanan saja.
Beberapa percakapan diantara mereka tetap ada namun hanya beberapa saja yang terdengar lirih.
"Lebih tepatnya hanya Shadow mungkin." kata Kedha membuat Clarissa kembali duduk ditempatnya.
Ia menghela nafas panjang kemudian tatapannya beralih pada dua ekor kucing yang sedang bermain jankenpon itu.
Hesha mengangguk, "kalau tak salah, Shadow menjadi bawahan Necromancer untuk mendapatkan keuntungan tersendiri."
KAMU SEDANG MEMBACA
Necromancer [END]
Fantasi[Daily Clover Marathon 2021] [Fantasy & (Minor)Romance] Hal-hal yang masih erat kaitannya dengan Claxi Academy. Ia mendengarnya, jeritan orang-orang disana. Jeritan yang memilukan. *** ©2021, -melrielin_ *** Cover by: @SOUYAMILK Start on 2 Februari...
![Necromancer [END]](https://img.wattpad.com/cover/253358371-64-k393072.jpg)