Pertanyaan yang diajukan AiLin itu membuat Athely diam. Satu tetes air mata meluncur begitu saja dari pelupuk matanya membuat Athely memegangi dadanya yang entah mengapa tiba-tiba sakit itu.
AiLin memiringkan kepalanya kemudian tertunduk, "maafkan aku." katanya sembari terus berjalan mendahului Athely.
Gadis itu menoleh kearahnya kemudian tertawa hambar melihat punggung AiLin yang sudah berjalan mendahului mereka.
"Yang akan ku lakukan yah ...." lirih Athely lalu melirik Hylle yang masih dibopong itu dan ia mendekatinya, "bisakah aku bantu?" tanya Athely mengalihkan pembicaraan.
Resh menggelengkan kepalanya membuat Athely hanya mengangguk-angguk saja.
Seharusnya ia lebih memperhatikan orang yang sedang berbicara, rasanya setelah ia mengingatnya Resh berbicara kalau dirinya akan membopong Hylle sendirian.
"Hoi-!" seruan yang dilontarkan AiLin dari ujung lorong membuat mereka saling tatap panik hingga AiLin yang kembali menapakkan dirinya dihadapan mereka tengah terkekeh seraya mengusap kepalanya itu.
AiLin menunduk pelan kemudian kembali mendongak. Tangannya ia arahkan ke ujung lorong, "di sana ada sebuah ruangan yang cukup aneh."
***
"Hesha ... tubuhmu berat juga ya bisa sanggup menahanku seperti ini." sebuah cibiran terlontar dari mulut Kedha yang tengah berada diantara kuncian tubuh Hesha.
Hesha tersipu malu, ia berdeham lalu perlahan melepaskannya. Tak lama setelah dilepaskan Kedha yang hendak berlari menerjang Lees-pun kembali di kuncinya lagi.
Kedha memutar bola matanya, "kau benar-benar berat!" serunya membuat Clarissa yang tengah serius mendengar cerita Lees pun menoleh dan melirik kedua orang itu tajam.
"Aku tidak berat."
"Kau berat."
"Tidak."
"Hentikan kalian berdua! Aku sedang mendengarkan cerita dari Lees." bentakkan dari Clarissa itu mampu membuat Kedha dan Hesha diam.
Perlahan Hesha melepas kunciannya itu dan berjalan dengan malas kearah Fedha. Sementara Kedha yang sudah tidak tertarik itu berjalan keluar.
Sebuah dehaman itu terdengar setelah keadaan menjadi hening.
Leespun melanjutkan ceritanya lagi, "Athely bilang ia tahu sesuatu akan Kyo."
"Kyo si anak lelaki yang imut itu?" tanya Clarissa yang langsung diangguki oleh Lees.
Mereka kini saling tatap, bersamaan mereka memegangi dagu dan berpikir.
Hesha mengangkat tangannya, "jika perkataanku mengenai Kyo yang turun dari langit itu benar. Maka mungkin ini ada kaitannya dengan dunia tempat Atha berada." jelasnya membuat ketiga saudaranya itu terperangah.
Lelaki kucing yang berada disampingnya itu mendekatinya lagi dan mengelus-elus pucuk kepala Hesha.
"Anak pintar!" seru Lees yang ikut mengelus rambutnya sebentar.
"Hei, kalian kesini."
Sebuah panggilan membuat mereka berempat menghampiri Kedha yang berada di halaman rumah itu.
"Ada apa?"
"Itu apa?" tanyanya sembari menunjuk atas.
Sebuah lubang berwarna putih keemasan itu ada pada langit. Aura yang kuat terpancar dari lubang itu membuat mungkin yang berada didekatnya merasakan hal yang aneh.
***
"Bukunya banyak sekali." Lya terperangah kagum dengan apa yang ditemukan oleh adiknya itu.
Mereka kini berada disebuah ruangan berbentuk persegi yang cukup luas, mungkin jika bisa dibandingkan ruangan ini memuat beberapa sofa dan barang yang umum berada dirumah.
Sementara mereka menjelajah kesana kemari mencari suatu hal yang menarik, tidak dengan Athely dirinya masih diam ditambah ia mulai tidak yakin dengan apa yang dinamakan reinkarnasi.
Mungkin hanya sebuah ilusi atau bisa jadi sebuah halusinasi yang membuat dirinya percaya.
Kalau yang ia temui di ruangan serba putih itu
Lelaki itu adalah Kuroto. Orang yang ia cari selama ini, meskipun ia tahu itu hanya kemungkinan kecilnya saja.
TBC 6 Mar 2021
A/n
-
--Rie♡
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.