Bagian 42 : Serangan Balik

28 6 0
                                        

"FYAAAAAA!!"

Sebuah cahaya bersinar menyelimuti gadis yang berteriak itu, cahaya yang lama kelamaan bersinar terang membuat siapa saja menutup mata mereka.

Para mayat hidup itu, mereka seketika lenyap bersamaan dengan redupnya cahaya itu. Gadis yang berteriak itu seketika jatuh pingsan, beruntungnya ada dua orang lelaki dengan rupa yang sama menangkap tubuhnya.

Sementara sang empunya nama yang beberapa detik lalu sempat ingin ditebas oleh mayat hidup itu tampak baik-baik saja. Fya segera menghampiri gadis yang tengah terbaring tak sadarkan diri itu.

"Kau terlalu memaksakan dirimu, Athely." katanya sembari tersenyum tipis pada dua orang yang berupa sama itu setengah memperdebatkan siapa yang akan jadi 'bantal' bagi gadis yang tengah pingsan itu.

Lya menghampiri gadis bernama Athely itu kemudian memeluknya erat, "kau ... tidak perlu memaksakan diri lagi, kami yang akan menjagamu kali ini 'ok?" gadis bersurai pirang itu menempelkan dahinya.

Athely perlahan mengerjapkan matanya, tangannya dengan lemah mengarah pada lengkungan tanah yang perlahan mulai muncul tangan-tangan lagi.

"M-mayat hidupnya ... aku 'kan melindungi kalian." dengan sisa kekuatannya, gadis bersurai cokelat itu perlahan bangkit namun diurungkan oleh kedua lelaki yang berupa sama itu.

Salah satu lelaki itu menatapnya khawatir, "kau sudah cukup! Jangan bertindak seolah kau kuat!"

Athely kembali terduduk mendengar perkataan lelaki itu, ia terdiam beberapa saat.

"Kami akan mengatasi ini!

Kau, Kuroto bawa dia ketempat yang aman!" titah lelaki itu seraya menyiapkan beberapa mantra yang tengah darimana ia pelajari itu.

Para mayat hidup itu kembali bangkit dari tanah kemudian mengerang dan dengan bersamaan, mayat hidup itu berlarian acak menyerang mereka.

Athely yang melihatnya dari jauh dibuat meringis akan hal itu. Ia tidak mau kehilangan seseorang, lagi.

"Raaaaagghh!"

Seakan mendapat kekuatan, mayat itu mengerang cukup keras, kemudian mereka seketika menjadi lawan yang seimbang.

Namun di satu sisi, justru diberatkan dengan Hylle yang tiba-tiba tumbang seperti itu.

Salah satu mayat yang ingin mendekati Hylle lebih dulu dihadang oleh Resh. Cukup lama gadis berambut ikal itu terdiam. Hingga gaun gotiknya perlahan mengangkat.

Resh terlempar beberapa meter, diikuti Lya, Fya, dan AiLin yang terlempar. Tersisa-lah Xyzae yang masih bertarung itu dan Hylle yang terduduk diam.

"Hei, gadis kecil! Buka matamu!" Xyzae berteriak kencang ketika salah satu dari mayat itu menerjang Hylle.

Namun alih-alih terkena serangan, mayat itu lebih dulu terlempar membuat mereka yang sudah penuh luka itu tak percaya melihatnya.

Selang beberapa saat, Hylle berteriak sangat kencang membuat mereka serempak menutup telinga mereka.

Tubuh mungil Hylle terangkat ke udara, bersamaan dengan itu sebuah cahaya berwarna keunguan muncul dari tubuhnya.

Jiwanya yang telah dicuri itu, sudah menjadi miliknya kembali.

***

'Tap tap'

Suara langkah kaki mendominasi bangunan yang sudah runtuh itu, tampaklah seorang anak lelaki sedang berlarian menyusuri tiap ruangan.

Anak lelaki itu seperti mencari seseorang, setelahnya ia bersembunyi dibalik tembok ketika merasakan sebuah hawa kehadiran seseorang.

Ia mengintip sedikit dari balik tembok itu kemudian menutup mulutnya tak percaya dengan yang dilihatnya. Sebuah mayat hidup tengah berjalan berkeliaran.

"Dimana Kyo?"

Samar-samar ia mendengar sebuah suara memanggil namanya, akhirnya Kyo mengikuti sumber suara itu.

"Harusnya ia memiliki cukup sihir tuk melenyapkan mayat-mayat itu."

Tak lama terdengar lagi sebuah ucapan, apa yang terjadi pikirannya sudah berkecamuk.

Akhirnya setelah beberapa kali melangkah sampailah ia pada ujung lorong istana itu, diujung sana terdapat beberapa orang yang tengah kewalahan menyerang seorang gadis bersurai perak itu.

Kyo berlari menghampiri mereka membuat gadis bersurai perak berhenti, ia dengan gaun berwarna pink serta tengkorak yang melayang-layang itu menghampirinya.

"Oh ... Adikku! Kau datang kesini untuk membantuku 'kan?" gadis bersurai perak itu menyeringai lebar seraya mengacungkan jari telunjuknya tepat pada wajah Kyo.

Mereka yang berada di lorong terkejut mendengar gadis itu kala menyebut Kyo sebagai 'adik'nya.

Kyo menggeleng pelan, "Aku bukan adikmu! Walau kau yang menciptakanku dari jiwa orang lain yang kau curi itu, tetap saja aku bukan adikmu!"

"Beraninya kau!"

Gadis bersurai perak itu mengangkat tangannya bersamaan dengan itu beberapa tangan mulai keluar dari dalam tanah.

Seorang lelaki melompat memeluk Kyo kala gadis itu memerintahkan mayat-mayatnya menyerang anak lelaki yang tak bersalah itu.

Iris merah gadis itu menatap sayu kedua orang lelaki dihadapannya.

"Enyah kalian!"

TBC
15 Jun 2021

A/n

Revisi, setelah tamat yaw<( ̄︶ ̄)>

--Rie♡

--Rie♡

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Necromancer [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang