"A-apa ini!"
Ia mengusap matanya beberapa kali, ia lalu mulutnya kembali menganga tidak percaya dengan apa yang ia lihat.
Bayangan itu menyerupai bentuk sesuatu, bayangan yang sepertinya menutupi sebagian dari penginapan ini.
Ia segera membangunkan kakak-beradik itu dari tidurnya. "Apa yang terjadi, Atha?" tanya Lya sembari mengusap matanya dan melihat wajah Athely yang panik.
Tidak dengan AiLin yang masih menguap dan menggaruk-garuk kepalanya itu sampai beberapa detik, hingga ia membulatkan matanya.
"Apa yang terjadi padamu Athely!?"
"AiLin, panggil dia dengan sebutan kakak!"
Athely merentangkan tangannya membuat kedua manusia itu tidak bertengkar hanya karena hal sepele.
Merasa keadaan telah tenang. Jari telunjuk Athely mengarah keluar jendela, membuat empat pasang mata itu mengikutinya. AiLin yang tak mengerti maksudnya itu hanya bisa memiringkan kepalanya, sedangkan Lya yang masih berusaha menatap jeli apa yang ada diluar jendela itu.
"Bayangan." seraya menolehkan kepalanya, Lya berucap membuat Athely menganggukkan kepalanya.
AiLin lalu bangun dan mendekati jendela itu, "tidak ada ap
HWAH!"
Ia langsung mundur beberapa jarak dari jendela dan jatuh terduduk, "a-ada Renuel didepan sana!" seruan yang diajukan oleh AiLin membuat kedua gadis itu bangun dan mendekati jendela. Benar saja tak jauh dari penginapan ada sebuah pohon besar yang dibelakangnya terlihat seorang lelaki dengan pakaian yang begitu aneh ditambah netra jingganya yang agak bersinar memantulkan cahaya bulan.
Kedua gadis itu dengan serempak menunduk saat lelaki itu menorehkan kepalanya dan melihat mereka.
Lya menghela nafasnya ia memegang dadanya yang berdetak tak karuan, "untung saja, mata kita tak bertemu." lirihnya kemudian menghela nafas.
Athely yang berada disebelahnya reflek memegang kedua kakinya dan tatapannya kini kembali kosong. Seakan sesuatu memaksa masuk dalam ingatannya.
"Adhel! Suamimu- ah bukan siapa itu namanya! Dia dia diaa--akkkh!"
Suara yang memanggilnya Adhel terdengar lagi, kali ini suara lelaki itu menyebut seseorang sebagai suami-nya. "A-apaan!" seruan dari Athely yang tiba-tiba merentangkan tangannya itu membuat Lya dan AiLin reflek menjauh dan tercengang melihat Athely.
"Kau kenapa?" tanya Lya dengan takut sembari kembali mendekati Athely. Ia lalu memeluknya dan mengusap-usap punggungnya.
Athely diam beberapa saat kemudian tatapannya kini beralih pada AiLin, "AiLin." panggilnya membuat lelaki itu mendekat perlahan.
Kini mereka saling tatap beberapa saat sampai keheningan menyelimuti mereka.
"Memangnya aku punya suami?"
***
P
ertanyaan yang keluar dari mulut Athely membuat kakak-beradik itu tercengang. Mereka diam tak menjawab apapun karena mereka juga tidak tahu, namun seingat mereka di usia Athely. Ia tidak mungkin memiliki seorang suami.
"Ahh, suara itu yang memberitahukan kalau aku punya suami."
"Mana mungkin kau punya."
"Mana ku tahu."
"Sudah, sudah. Kalian pasti lapar, ini silahkan dimakan."
Perdebatan yang berlangsung beberapa saat itu reda saat AiLin menghidangkan sebuah makanan di meja makan. Pagi sudah menjemput, mereka semalaman membahas siapa suara yang memanggilnya Adhel itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Necromancer [END]
Fantasy[Daily Clover Marathon 2021] [Fantasy & (Minor)Romance] Hal-hal yang masih erat kaitannya dengan Claxi Academy. Ia mendengarnya, jeritan orang-orang disana. Jeritan yang memilukan. *** ©2021, -melrielin_ *** Cover by: @SOUYAMILK Start on 2 Februari...
![Necromancer [END]](https://img.wattpad.com/cover/253358371-64-k393072.jpg)