Setelah kejadian di Claxi Academy, mereka pulang ke dunia asal mereka.
Tempat yang pertama kali mereka pijaki adalah sebuah hutan. Hutan dekat Otorish High School, namun ada yang aneh dengan hutan itu juga dengan sekolahnya.
Gedung Otorish High School yang besar dan megah itu, tidak lagi terlihat didalam hutan.
Mereka juga tidak mengingat dekat gedung memiliki sebuah hutan, ingatan mereka samar.
'Cippcipp'
Kicauan burung terdengar menandakan bahwa mereka benar-benar berada didalam hutan.
"Memangnya disini ada hutan?" pertanyaan yang dilontarkan oleh lelaki dengan surai cokelat itu. Netra hijau emerald miliknya melirik ke segala arah sampai matanya berhenti pada satu titik. Ia menunjuk titik itu, sebuah jalan keluar.
Gadis dengan surai cokelat itu mengerjapkan matanya beberapa kali, "Ah! Bagaimana dengan keadaan gedung sekolah setelah kita tinggali cukup lama?" lalu menyahuti perkataan dari lelaki itu.
Seorang gadis yang lainnya melenguh dan merentangkan jarinya, ia berjalan menuju titik yang ditunjuk oleh lelaki itu. Terus berjalan hingga sampailah dia dijalan keluar dari hutan.
Mulutnya tidak berhenti berdecak kagum melihat apa yang dilihatnya, sebuah gedung terbengkalai, disamping gedung itu terdapat bangunan yang baru setengah jadi.
Gadis itu berjalan mendekati bangunan itu dan berteriak memanggil keduanya untuk melihat.
Netra hijau emerald miliknya mengerjap beberapa kali, mulutnya tak henti-hentinya menganga tak menyangka apa yang ia lihat saat ini.
"Apa yang terjadi saat kita pergi ke Claxi Academy, Lya?" tanya gadis dengan netra hijau emerald yang masih menyusuri tiap sudut dari gedung sekolah itu.
Gadis bernama Lya itu mengangkat bahunya tidak tahu menahu, matanya menangkap seseorang yang sedang berjalan sempoyongan. "Kita tanya orang saja, Atha." usulnya seraya berlari mendekati orang itu.
Orang itu terkejut melihat gadis bernama Lya itu yang terus-terusan memanggil namanya, sempat terjadi kejar-mengejar antara mereka. Hingga orang itu diam dan menurut, ia menjawab semua pertanyaan yang mengganjal dihati Lya.
Netra hijau emerald nya itu mengerjapkan mata lagi, "AiLin, berapa lama kita pergi?" tanya gadis itu sembari menolehkan kepalanya melihat seorang lelaki yang tengah berjongkok memeriksa tanah.
"Ah Athely, jangan tanyakan aku. Aku hanya ikut, oleh gadis penyihir itu."
Gadis itu diam beberapa saat kemudian menghampiri lelaki itu dan ikut berjongkok, "lagipula kau sedang apa?"
"Bermain tanah."
Jawaban yang ditorehkan oleh lelaki itu membuat Lya yang tengah menanyai orang lain pun melempari nya dengan batu yang ia ambil.
***
Malam sudah tiba, mereka yang mengetahui berita tentang beberapa anak yang menghilang itu hanya bisa diam, karena mereka termasuk dalam ucapan yang diucap oleh orang itu. Orang asing yang ditanyai beberapa hal oleh Lya.
Kini mereka duduk melingkari api unggun, tak henti-hentinya bercerita singkat mengenai pertarungan mereka.
Bicara soal hutan, mereka kini berada didalam hutan. Tempat pertama kali mereka muncul kembali dan membuat api unggun.
"Penjelasan dari orang yang tadi tidak memuaskan!" Lya mengerang, ia mendongak dan meratapi langit malam yang begitu indah. Kemudian ia melihat Athely yang sedang berbicara dengan AiLin. "Atha, kau. Apa kau pernah diberitahu oleh keluarga Shapeshifter? Katanya kau pernah berkunjung kesana." lalu menanyai Atha.
Athely diam beberapa saat kemudian ia mendongak dan melihat langit malam yang dipenuhi bintang.
"Aku pernah mendengarnya, kalau aku tidak boleh melihat langsung langit malam, tapi kala itu aku melihatnya." jelas Athely singkat kemudian ia menutup matanya. "Aku tidak merasakan apa yang dirasakan oleh salah satu dari mereka."
Lanjutan dari penjelasan Athely itu membuat Lya mengerjapkan matanya beberapa kali seraya ia menarik lengan Athely secara paksa ia lalu menggenggamnya.
"Apa kau tahu sesuatu mengenai keluargamu?"
Jawaban yang diberikan Athely membuat Lya mendengus. Akhirnya ia melepaskan genggamannya itu lalu kembali melihat langit malam.
"Hutan ini seram tapi tidak terlalu seram." pernyataan yang ditorehkan oleh AiLin disertai tingkahnya yang perlahan mendekat kearah Lya membuat Lya menampar AiLin dengan reflek.
"Walaupun kau adikku, aku tidak sudi memelukmu!"
Mereka lalu bersenda gurau didalam hutan itu tanpa menyadari sebuah tatapan tengah melayang melirik Athely.
TBC 10 Feb 2021
A/n
Sudah diputuskan, bahwa ini cerita akan menggunakan nama aslinya Atha. Ya bukan nama panggilannya dia. Ya gimana ya harusnya sih di MPS 1 pake nama aslinya dia, cuman karena Rie keasikan ngetik "Atha" jadinya gitu deh:)
--Rie♡
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.