Mereka yang awalnya saling berpelukan itu perlahan mendongak dan menatap burung yang melintas itu.
Athely menunjuk burung itu kemudian pergi mengikutinya dengan beberapa orang yang ikut dibelakangnya.
Sampailah mereka disebuah hutan terbengkalai, suasana mencekam yang hanya ada di hutan ini membuat mereka bergidik ngeri.
Lya memegangi tangan Athely dan menariknya untuk kembali, namun Athely tak gentar dan memasuki hutan itu lebih jauh.
Tak lama sampailah Clarissa dan yang lainnya. Mereka yang melihat Lya itu bingung ketika tak mendapati Athely dimana pun.
"Bukankah ini ... hutan terlarang yang terhubung dekat rumah?" mereka serempak menoleh kearah Fedha yang berlirih itu.
Anli yang baru sampai itu terengah kemudian berkata, "Kita harus cepat-cepat mengejar Atha!"
***
"Atha!!"
"Atha!"
Mereka terus meneriaki nama Athely, namun Athely tak kunjung menyahut membuat mereka panik.
"Ah kalian tenang, Hylle akan mencoba sesuatu mantera yang ada di buku ini!" Hylle berseru sembari melompat beberapa kali 'tuk mendapati perhatian dari mereka semua.
Akhirnya mereka berhenti dan memperhatikan gadis kecil itu yang tengah membuka buku mantera nya.
"Athely no Accio." mantera terucap namun tak kunjung menimbulkan sesuatu membuat dirinya menghela nafasnya panjang.
Hylle menundukkan kepalanya, "maaf." ucapnya sembari memasukkan buku itu lagi ke dalam sebuah tas.
Clarissa menghampiri Hylle kemudian menepuk-nepuk pundak gadis kecil itu berusaha menenangkannya.
"Atha masih belum terlalu jauh kurasa mungkin kita sempat mengejarnya." kata Clarissa mengambil alih komando.
Anli yang diam kini ikut mengomando, "kita akan berpencar menjadi beberapa tim untuk mencari Atha, ok?"
***
Disisi lain, iris hijau emerald itu menatap kagum hutan disekitarnya tanpa tahu menahu tentang bahaya yang sedang mengintainya dari balik sebuah semak.
'Srek'
Perlahan semak itu mulai bergerak dan sebuah sosok tengah mengendap-endap untuk menerjang gadis itu.
Athely masih setia menatap kagum sekitarnya sesekali mencari dimana keberadaan burung tersebut.
Dirinya juga tidak tahu sejak kapan latar tempatnya telah berubah menjadi halaman depan akademi. Yang ia tahu hanya satu hal, burung itu sepertinya sedang butuh pertolongan.
'Srek'
"KYAAAA!" ia berseru saat sosok itu berhasil menerjangnya.
Sebuah bayangan tanpa wujud berhasil menangkapnya dan menjilati dirinya.
"Aku rindu sekali denganmuuu, Adhel!" suara yang kentara sekali dalam benaknya itu sedang menjilat-jilati pipi Athely.
Perlahan bayangan itu berubah wujudnya menjadi seorang lelaki dengan telinga rubah yang bergerak-gerak.
KAMU SEDANG MEMBACA
Necromancer [END]
Fantasy[Daily Clover Marathon 2021] [Fantasy & (Minor)Romance] Hal-hal yang masih erat kaitannya dengan Claxi Academy. Ia mendengarnya, jeritan orang-orang disana. Jeritan yang memilukan. *** ©2021, -melrielin_ *** Cover by: @SOUYAMILK Start on 2 Februari...
![Necromancer [END]](https://img.wattpad.com/cover/253358371-64-k393072.jpg)