Bagian 21 : Bayangan dan Harapan

19 9 5
                                        

Tatapan seseorang bertudung bertemu dengan Clarissa membuat dirinya segera bersembunyi dibalik pohon.

"Hei, aku tahu kau bersembunyi." sebuah suara membuat dirinya tercengang, akhirnya seseorang bertudung itu keluar.

Clarissa memasang kuda-kuda begitu memperhatikan sosok itu yang kian mendekatinya. Seseorang bertudung itu mendekati Clarissa hingga hanya beberapa jarak diantara mereka saja.

Clarissa mengerjapkan matanya kala seseorang itu mengelus pipinya, "ahh aku sepertinya merindukanmu." kata seseorang yang ternyata seorang lelaki itu, bisa Clarissa yakini lelaki itu kini sedang tersenyum kearahnya.

"Aku akan mendengarkan kisahmu, lebih baik kau menarik monstermu mundur ...." lirihan yang diberikan Clarissa membuat lelaki itu terdiam beberapa saat.

Dirinya kemudian melompat mundur, ia mengangkat tangannya, tak lama seluruh keadaan kembali seperti semula.

Gadis dihadapannya menatap takjub membuat lelaki itu membusungkan dadanya seolah ia melupakan bahwa ia yang membuat keadaan menjadi runyam seperti ini.

***

"Begitulah katanya, ia bernama Kyo." kata Clarissa sembari menunjuk lelaki bertudung disampingnya itu.

Kedha yang diam itu memutar bola matanya sembari mendekati lelaki itu, "membosankan." ucapnya sembari membuka jubah yang dikenakan oleh Kyo.

Tatapannya terperangah sekilas melihat bagaimana rupa Kyo. Seorang lelaki yang terbilang cantik itu terpampang dengan rambut berwarna hitam ditambah netra berwarna merahnya yang selalu melihat kebawah.

"KYO!!"

"Sudah kuduga akan jadi seperti ini ...." Kyo hanya bisa menghela nafasnya melihat kelakuan lima saudara itu.

Mereka semua bercanda tak terkecuali dengan Clarissa yang kini berada didepan pintu. Melihat gelapnya hutan kemudian sesekali melirik adik-adiknya.

"Cla?" Kyo memegang pundak Clarissa membuat gadis itu menoleh dan menatapnya.

Iris birunya kemudian melirik saudaranya yang lain, mereka sudah tertidur pulas.

Kyo perlahan menarik Clarissa untuk duduk, kemudian Kyo merebahkan kepalanya pada Clarissa. "Usap kepala Kyo, kakak!" seru Kyo sembari memohon.

Hatinya seakan meleleh melihat sikap Kyo begitu tidak sesuai dengan tingkahnya yang hampir membumihanguskan rumahnya.

"H-hei apa yang terjadi, Claris!?" sebuah seruan datang diikuti beberapa orang yang menaiki tangga rumah pohon.

Clarissa menaruh kepala Kyo membuat lelaki itu duduk kembali, "ahh ceritanya lumayan rumit." kekeh Clarissa sembari melirik Kyo yang sedang mengusap-usap rambutnya itu.

Tatapan yang ditorehkan oleh Kyo begitu Fya menatap matanya membuat Fya merinding. Ia seperti melihat sosok Anli dalam diri Kyo, namun mungkin Anli versi anak kecil.

"Seorang Sage!!" sebuah seruan datang ketika Anli menginjak kakinya pertama kali, setelah ia melihat Kyo dengan begitu teliti.

"Sage?"

"Ya, dia sejenisku." jawaban yang diberikan oleh Anli membuat Fya memeluk tubuhnya sesekali melihat lelaki yang masih mengusap-usap rambutnya itu.

"Apa itu benar, Anli?" Clarissa menatap lurus netra pelangi milik Anli kemudian mendekatinya.

Anli memutar bola matanya, kemudian melangkahkan kakinya masuk dan mendekati Kyo, "bisakah kau mengikuti perkataanku?" pertanyaan yang diajukan oleh Anli itu membuat Kyo menganggukkan kepalanya.

Clarissa yang melihatnya terperangah, begitu juga dengan Fya. Seharusnya, tidak ada yang mudah untuk lebih akrab dengan seseorang yang baru saja dikenal.

Beberapa menit setelahnya, Kyo yang mengikuti mantera yang diberikan oleh Anli itu membuat kedua gadis itu terperangah.

Kini mereka sedang berada di halaman terbuka membiarkan sihir tingkat lanjut itu dilontarkan beberapa kali.

Mantera terakhirpun selesai terucap membuat nafas Anli tak beraturan tidak dengan Kyo yang masih tersenyum lebar itu.

"Kyo itu adalah Sage, klan tertinggi."

TBC
2 Mar 2021

A/n

Kyoocchii:3

--Rie♡

--Rie♡

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Necromancer [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang