"ANJIR JADI LO TADI NGIRANYA JAEHYUN NYAMPERIN KE LO??" heboh Eunbi sambil menepuk-nepuk paha Hara yang berada di sampingnya. Setelah merasa puas menertawakan Hara untuk kejadian tadi.
"Asu gak usah di bahas bisa gak?" Hara memicingkan matanya ke arah Eunbi yang masih menahan tawanya yang membuncah. Hara juga tak habis pikir lagi, untuk apa Jaehyun menghampiri dirinya. Namun ternyata kenyataan bukan seperti yang dia pikirkan.
Emang Hara memikirkan apa?...
"Gimana sih gimana?" celetuk Yeonjun tiba-tiba muncul di belakang Eunbi.
"Anjrit udah gosah bahas buaya macem dia."
"Lo ga solid sama gue lagi nih? Gila lo, jadi ngejauhin gue tiba-tiba." Yeonjun menjauhi bangku Hara sehabis melirik ke arah Hara yang masih merutuk sebal atas kelakuannya.
"Lo ngapain sih, Jun?" Hara mendesah malas, kali ini ada apa lagi..
Eunbi menaikkan kedua alisnya ke Minju, seakan bertanya mereka kenapa woy?
Minju mengedikkan bahunya.
Hara jadi teringat kejadian tadi. Dimana dia jadi panas dingin gara-gara Jaehyun memasuki ruangan kelasnya. Entahlah naluri Hara berkata bahwa Jaehyun akan menghampiri dirinya dan..
Memang benar Jaehyun menghampiri dirinya, dengan maksud lain.
"Kak? Lo ada buku paket matematika? Tadi gue di suruh Bu Seulgi buat pinjem ke kelas lo."
"Hah."
Hara masih tak sadar, lalu dia menatap Jaehyun yang berdiri di sebelahnya. Seola ikut terdiam sambil melihat interaksi dua insan di sebelahnya ini.
"K-kok gue?" Hara mendadak gagu.
"Iya, katanya cuma kelas lo yang ada pelajaran matematika hari ini." ucap Jaehyun santai, seakan-akan berbicara dengan teman akrabnya. Namun aslinya..tau lah..
"Bentar gue ambil dulu." Hara berdiri dan menghampiri bangkunya, lalu menggeledah isi tasnya untuk mengambil buku paket matematika pinjaman sekolah. Setelah ketemu dia menyerahkan ke Jaehyun yang tengah menunggu di pintu kelasnya dengan punggung yang bersandar.
Jaehyun menerima dengan baik bukunya, saat Hara hendak berbalik badan. Jaehyun menahan tangan Hara dan mengambil lengannya, sambil mengucapkan terima kasih. Jaehyun memberikan secarik sticky notes bertuliskan 'di parkiran, habis sekolah' di atas tangan kanan Hara yang kosong.
Hara berusaha menguasai dirinya, dia tidak akan pernah lagi jatuh untuk seorang Jung Jaehyun. Hara menaikkan satu alisnya, tangan Jaehyun bergerak keatas untuk mengacak poni tipis Hara.
"See you, gue kangen lo. Park Hara."
Hara mematung.
"Hara gue udah buka blokiran lo! Gausah ngomel lagi, awas!"
Hara mendelik, merasa kenal dengan suara tersebut. Lalu dia berbalik badan dan menemukan Yunseong yang menatapnya tengil dengan jari tengah teracung.
Anjir malu banget gue.
Hara menengok kesana kemari, beberapa pasang mata melihat dirinya. Yash ini waktu pulang sekolah, dan sekarang Hara melewati koridor kelas 10 karena cuaca cukup panas kalau lewat di lapangan.
"Anjir petit gak usah malu-maluin lo!" balik teriak Hara lalu mengacungkan jari tengahnya, sambil mendesis sebal. Hara berjalan mundur, sekarang koridor sudah cukup sepi. Mungkin hanya ada beberapa orang yang masih merapikan buku di dalam kelasnya.
Hara terjengkang, merasa dia menubruk seseorang dari belakangnya. Hara terjatuh, tas nya yang hanya ia selempangkan di lengan kanan nya terlempar sedikit jauh dari tubuhnya.
Hara meringis, lalu mendongak. Dan menemukan Jaehyun yang menunduk 45° tepat di atas Hara.
"Kan udah gue bilang, tungguin di parkiran."
Hara mengernyit bingung, lalu mengambil tas nya dan menggunakannya dengan benar. Dia bangkit dari jatuhnya dan berdiri tegak. Kemudian mengusap pantatnya yang sedikit kotor. Hara masih menetralkan mimik mukanya, berusaha untuk tenang.
"Apasih lo? Aneh." Hara berusaha menyembunyikan tatapan takutnya terhadap Jaehyun.
"Ayoo balik dugong, ngapain lo disini?" tiba-tiba Yunseong menarik kerah seragam Hara dari belakang membuat Hara terjingkat dan pasrah.
Hwang Yunseong, dia pelakunya. Tangan Jaehyun reflek bergerak seperti menahan Hara pergi ketika Hara tertarik oleh Yunseong. Hara berbalik dan menemukan dua oknum yang menatapnya penuh keterkejutan.
K-kenapa ada disini semua?
Haruto tersenyum, Hara hanya bisa membalasnya dengan senyuman canggung. Karena suasana disini benar-benar awkard.
YA GIMANA ENGGA.
INI MANTAN MAS CRUSH SEMUA TOT.
"Lo ngapain anjg?!" bisik Hara sepelan mungkin ke Yunseong.
Yunseong dengan kecepatannya memutar tubuh Hara hingga posisi mereka keterbalikan, dari Hara yang semulanya di depan Jaehyun menjadi dirinya yang di depan Jaehyun.
"Beruntung lo gue selametin, biar ga di culik sama mantan." Yunseong tersenyum samar lalu menarik lengan Hara.
"Kayaknya Jaehyun mau ngomong ke lo deh, ra."
Haruto yang sedari tadi diam dan hanya melihat gerak-gerik ketiga orang di dekatnya itu akhirnya membuka suara. Sepertinya sedikit paham dengan situasi saat ini.
"Haha iya kah?" Hara pura-pura tertawa bodoh, lalu melirik ke arah Jaehyun.
"Ayo balik, gak usah ikut campur urusan orang lo. Babi." Haruto berlalu sambil merangkul bahu lebar Yunseong. Meninggalkan Jaehyun dan Hara tanpa kata pamit.
Yunseong berusaha memberontak dan teriak, namun Haruto membekap mulut Yunseong. Membuat Yunseong memutar bola matanya malas.
"Ngapain sih lo urusin Hara? Suka lo sama dia?" celetuk Haruto.
"Halah anjing, lo juga suka kan sama Hara? Gue kesel aja liat lo deketin Hara, tapi tiba-tiba lo jadian sama Seje. Lo kira gue gak tau?"
"Sialan."
Yunseong menepis tangan Haruto yang berada di bahunya. Lalu berjalan meninggalkan Haruto yang menghembuskan nafas kasar.
"Naik." tutur Jaehyun, dia melirik ke Hara lalu bergulir ke jok motornya. Hara berdecak kesekian kalinya. Malas sekali dia menganggapi bocah tengik ini.
"Mau kemana sih??" rutuk Hara sebal.
"Jalan."
"Sok-sokan jalan, pas gue sama lo pacaran aja enggak pernah ada acara kayak begini." Hara merotasikan matanya.
"Gue gak mau, gue mau balik bareng Jisung." tegasnya.
"Ra? Sekali aja."
"Sekali? Sadar Jung Jaehyun, gue bukan siapa-siapa lo lagi. Dan gue minta lepasin tangan gue, sebelum gue tepis kasar tangan lo." ucap Hara penuh penekanan. Jaehyun tetap kekeuh dengan bentengnya.
Dia masih saja bertahan dengan posisi pertamanya, dia menatap sayu Hara. Hingga Hara mendesis dan membuang mukanya. Tak lama kemudian dia menatap manik Jaehyun tajam.
"Jaehyun, lo. Lo gila ya? Deketin gue lagi setelah semua ini?"
"Gak cukup lo bikin gue nangis tiap malem? Apa kurang cukup gue permaluin l--"
"Lo mau gue ajak ketemu sama mama gue." potong Jaehyun cepat. Membuat Hara tertegun sejenak, lalu dia menetralkan ekspresi nya kembali.
"Siapa gue lo?"
"Apa harus gue jadiin lo pacar lagi supaya lo mau ikut kerumah mama?"
Ehem, kapal jae-ra bakalan berlayar lagi gak ya?

KAMU SEDANG MEMBACA
Impossible - jjh✓
Fiksi Remaja(COMPLETED) gimana deh sist rasanya pacaran sama anak good looking yang di idam-idamkan juga sama temen lo? tapi lo nya sendiri yang berhasil buat dapetin dia? "dulu gue rasanya kaya impossible buat dapetin lo jae, dan ya.. finally lo udah jadi paca...