P A R T 23

54.6K 3.8K 99
                                        

Happy reading❤️

***

"Udah dong makannya, nanti kamu sakit baby," ucap Stef sedari tadi sudah melarang Cia untuk berhenti makan cokelat, tapi ucapannya bagaikan angin lalu oleh Cia

"Baby!" Sentak Stef, kesabarannya sudah habis, dia melakukan ini untuk Cia

"Maaf." Cicit Cia ketika mendengar sentakan Stef, dia akuin bahwa dirinya salah karena terlalu asik memakan cokelat

"Kamu mulai nakal baby, gadis nakal harus dikasih hukuman." Ucap Stef sambil menyeringai, Cia yang mendengar kata hukuman langsung saja menumpahkan cairan kristal nya

"hiks...gak mau hiks... Cia gak mau, maafin Cia hiks...hiks..."

"Jangan nangis, kamu sendiri yang meminta aku buat menghukumu." Ucap Stef datar, untuk saat ini dia tidak akan luluh dengan tangisan Cia, biarkan saja gadisnya ini menangis walaupun tidak tega tetapi dia harus tega untuk saat ini

"Gak mau hikss...Cia salah Cia minta maaf, jangan hukum hiks....hiks...."mohon Cia, walaupun dia sendiri tidak pernah dihukum tetap saja dia takut akan hukuman yang akan diberikan Stef kepadanya.

"Sudah tidak usah menangis, aku tidak akan merubah keputusan ku!" bahkan Stef tidak memanggil Cia dengan sebutan baby, semarah itu kah Stef kepadanya?

"Cia, uhukk uhukk akhhh sakit." Jerit Cia, tiba-tiba dia terbatuk dan sulit sekali bernafas

"tidak usah bercanda!" Ucap Stef tetap dengan raut datar nya

"sakit-Stef-ga-tal--uhukk.."ucap Cia terbata-bata, Stef yang akhirnya sadar jika gadisnya ini benar-benar sakit langsung saja membawa Cia kepelukannya.

"Hey baby ada apa, kamu kenapa sayang hey." Panik Stef sambil menepuk pipi Cia pelan, wajah Cia sudah memerah

"saa-kit--"Cia terus saja mengeluh sakit karena memang kepalanya sakit luar biasa, jangan lupakan bercak-bercak merah ditubuhnya

"Kita kerumah sakit, baby ku mohon jangan seperti ini tetap sadar baby." Stef langsung saja membawa Cia keluar dari apartemen nya, Stef memang memilik apartemen yang dia gunakan ketika sedang malas pulang kerumah. Setelah Andri dan Bayu memberi Cia es krim dan makanan tadi dia langsung membawa Cia ke apartemennya.

"Baby kamu denger aku kan, tetep buka mata km baby." Demi apapun Stef saat ini sangat panik ketika mata Cia perlahan mulai tertutup

Tiba di rumah sakit milik keluarganya Stef langsung berlari membiarkan mobilnya begitu saja jangankan diparkir, mobilnya saja tidak ditutup oleh Stef biarkan mobil itu hilang yang terpenting sekarang keadaan Cia yang sudah pingsan dalam gendongannya

"DOKTER SUSTER CEPAT BANTU GADIS SAYA!" Teriak Stef, bodoamat dipandang aneh lagian ini rumah sakit milik keluarganya

"CEPAT JANGAN LELET, ATAU KU GANTUNG KALIAN!" astaga emosi Stef sungguh diuji saat ini, sedangkan suster sudah gemetar ketakutan, dia tau siapa yang ada dihadapannya ini

"MANA DOKTERNYA!" Teriak Stef

"Ma-af tuan, dokter sudah menuju kesini." Ucap ssalah satu suster dengan tangan gemeter

"Permisi tuan." Stef yang tau bahwa dokternya datang langsung mencengkram kerah dokter itu

"Cepat tanganin cewek gw, kalau sampai terjadi sesuatu jangan harap hidup lo tenang." Ucap Stef penuh penekanan

"Baik tuan," Ucap dokter itu, walaupun takut tapi sebisa mungkin dia harus bersikap tenang

AKHHHH

Teriakan Stef mengitu menggema di lorong rumah Sakit, mata nya terus melihat keruangan tempat Cia diperiksa

"Kamu harus sembuh baby," Stef frustasi saat ini, tidak terasa setetas air mata turun dari pelupuk matanya, untuk pertama kalinya seorang ketua Geng Orian dikenal kulkas berjalan sekarang menangis, menangis karena seorang gadis yang dicintai nya

Cklek

Stef langsung berdiri dan menghampiri dokter

"Bagaimana keadaannya?"

"Apakah tuan keluarga pa---"

"Gak usah banyak nanyak, jawab saja!" geram Stef, tinggal jawab saja apa susahnya

"Mari ikut keruangan saya tuan."

"Jelaskan." Tutur Stef ketika sudah berada didalam ruangan dokter

"nona terkena alergi tuan, mungkin sebelumnya nona memakan makanan yang mengandung kacang-kacangan, atau susu."

"Cokelat."

"Baiklah bisa disimpulkan bahwa nona alergi dengan cokelat, secara garis besar, penyebab alergi cokelat adalah reaksi atipikal dari sistem kekebalan tubuh atas zat yang terkandung di dalam biji cokelat. Akibatnya, tubuh mensinyalir zat tersebut sebagai suatu ancaman berbahaya sehingga secara otomatis, antibodi akan dibentuk guna memberikan perlawanan, yang kemudian menghasilkan reaksi alergi."

"Tapi sebelumnya dia tidak ada alergi dengan cokelat."

"Seperti yang saya katakan tuan, memang awal nya seseorang tidak memiliki alergi bisa memiliki alergi penyebabnya karena kekebalan tubuhnya yang kurang dan makan secara berlebihan." (aku ambil di google sedikit ditambahin sendiri , kalau salah mohon maaf)

Stef menanggukkan kepala, dia paham saat ini, sudah jelas Cia alergi karena sistem kekebalan tubuh Cia yang kurang di tambah lagi dia makan cokelat begitu banyak

Stef langsung keluar dari setelah mendengar semua penjelasan dari dokter

"Cepet bangun baby." Ucap Stef sambil mengelus lembut tangan Cia yang tidak di infus, Stef menatap Cia sendu seharusnya dia tidak mengizinkan Cia makan cokelat tadi

Eughh

"Baby sudah bangun sayang." Senang Stef ketika melihat mata itu mulai terbuka

"Ha-us-" mendengar permintaan Cia Stef langsung sigap mengambil air

"Apa yang sakit baby, ngomong ke aku, jangan buat aku khawatir." Ucap Stef

"Gatel Stef hiks...hiks..." rasa gatal di tubuh Cia memang masih ada walaupun tidak separah tadi mungkin efek obat, tapi tetap saja membuat dirinya tidak nyaman

"Jangan digaruk baby, sini aku elus jangan nangis baby." Ujar Stef sambil menggusap punggung Cia, dia menantap Cia dengan mata yang berkaca-kaca, sungguh lebih baik dia yang berada di posisi Cia, sakit rasanya ketika melihat keadaan Cia yang seperti ini

"Gatel hiks...kenapa bisa gini, gak nyaman hiks...hiks..."

"Syuttt tenang baby jangan nangis entar sesak nafas lagi, ini udah aku usap." Ujar Stef lembut sesekali menghapus air matanya yang ikut mengalir. Stef ikut terbaring disamping Cia, jelas cukup karena Cia berada dalam ruangan VVIP

"Tidur baby," lirih Stef ditelinga Cia, Cia yang merasa lumayan nyaman dengan usapan Stef akhirnya mulai menutup mata lagi

"Jangan gini lagi baby, aku sakit liatnya." Gumam Stef sambil mencium kening Cia, dia tidak akan tidur, kalau dia tidur takutnya Cia terbangun kagi karena merasa gatal. Lebih baik dia tidak tidur asalkan Cia nyaman dan tidak terganggu karena gatal-gatal ditubuhnya.

***

TBC

Possessive (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang